Mafindo Lampung Gelar Pelatihan AI untuk Guru, Dorong Pembelajaran Lebih Kreatif dan Efisien
- account_circle Redaksi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA – Pelatihan kecerdasan artifisial (AI) bagi guru menjadi salah satu upaya memperkuat literasi digital di dunia pendidikan. Melalui program AI Goes to School, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Lampung memperkenalkan berbagai teknologi kecerdasan artifisial untuk membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan inovatif.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Abung, Gedung Balai Keratuan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (2/11/2026), mulai pukul 07.30 WIB. Mafindo Lampung menyelenggarakan pelatihan ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Lampung.
Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan perkembangan teknologi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut mendorong tenaga pendidik agar mampu memahami dan memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pelatihan AI untuk Guru, Kenalkan Teknologi Pembelajaran
Dalam kegiatan tersebut, Mafindo memperkenalkan berbagai perangkat kecerdasan artifisial yang dapat dimanfaatkan guru untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
Teknologi AI memungkinkan tenaga pendidik mengembangkan bahan ajar, menyusun materi pembelajaran, menggali ide kreatif, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan administratif secara lebih efisien.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi guru untuk lebih fokus pada proses pembelajaran, pengembangan kemampuan peserta didik, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Meski demikian, penggunaan AI tetap membutuhkan pemahaman dan kemampuan pengguna dalam memeriksa serta memastikan ketepatan informasi yang dihasilkan.
Mafindo Lampung Rutin Gelar Pelatihan AI untuk Guru
Yoga Pratama, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa kegiatan AI Goes to School bukan merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan. Mafindo Lampung secara rutin menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas pelatihan literasi digital bagi tenaga pendidik.
Ia mengatakan, “Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dimana Mafindo Lampung bekerja sama dengan stakeholder untuk mengadakan pelatihan kepada kurang lebih 200 guru Pergunu Lampung.”
Menurut Yoga, keterlibatan sekitar 200 guru Pergunu Lampung menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman tenaga pendidik terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan artifisial.
Program tersebut juga menjadi sarana bagi guru untuk mengenal berbagai aplikasi AI yang dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan.
Dukungan Stakeholder Perkuat Pelaksanaan Pelatihan
Pelaksanaan kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan program peningkatan kapasitas guru.
Yoga menjelaskan bentuk dukungan yang diterima Mafindo dalam kegiatan tersebut.
“Kami mendapatkan banyak support dari berbagai macam stakeholder dimana Bu Wagub memberikan konsumsi sekitar 200, kemudian untuk merchandise dan uang pengganti pulsa itu dari Mafindo.”
Dukungan tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi profesi guru diharapkan dapat memperluas jangkauan program serupa.
Hibah Google.org dan AVPN Dukung Program AI Goes to School
Selain dukungan dari pemangku kepentingan di daerah, Mafindo juga memperoleh dukungan pendanaan dari lembaga internasional melalui hibah Google.org dan AVPN.
Yoga menegaskan, “Kami juga mendapat hibah dari Google.org dan AVPN dimana memang dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini kami mendapat support untuk mengadakan AI Goes to School dan sudah 6 kali pelaksanaan.”
Dukungan tersebut membantu Mafindo menjalankan program pelatihan secara berkelanjutan. Tercatat, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, program AI Goes to School telah dilaksanakan sebanyak enam kali.
Konsistensi pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI kepada tenaga pendidik agar semakin siap menghadapi perubahan dalam dunia pendidikan.
Pejabat Pemprov Lampung dan Pengurus Pergunu Hadiri Kegiatan
Kegiatan pelatihan tersebut turut dihadiri Thomas Amirico, S.STP., M.H., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung.
Thomas hadir mewakili Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., yang berhalangan hadir karena menjalankan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesisir Barat.
Hadir pula Ketua Pergunu Lampung, Dr. Iksan Mustofa, M.Pd., sebagai bagian dari dukungan organisasi terhadap peningkatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi digital.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan Yeni Silvia, S.Pd., selaku penanggung jawab atau PIC kegiatan.
Sesi pelatihan dipandu Desta Ardiansyah dan Arif Nurul Al Aziz sebagai trainer pertama dan kedua. Keduanya didukung lima asisten trainer, yakni Miranda Dosmauli Purba, Nestyo Riski Prasetyo, Wahyu Saputra, Vidia Tri Astuti, dan Olivia Ramadhani.
Reyma Nabila Gunawan, S.Pd., bertugas sebagai pembawa acara (MC), sedangkan Meli Andani bertindak sebagai moderator.
Pelatihan AI untuk Guru Berlanjut Selama Tiga Hari Secara Daring
Pelatihan tidak berhenti pada pertemuan tatap muka di Kantor Gubernur Lampung. Mafindo juga menyiapkan pendampingan lanjutan selama tiga hari melalui sistem daring.
Dalam sesi tersebut, lima asisten trainer akan mendampingi peserta untuk menyelesaikan materi dan tahapan pembelajaran yang telah disiapkan.
Peserta yang berhasil menyelesaikan pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) akan memperoleh sertifikat serta uang pengganti kuota internet.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Mafindo Lampung berharap para guru tidak hanya mengenal kecerdasan artifisial secara teori, tetapi juga mampu menggunakannya secara tepat dalam kegiatan belajar mengajar.
Penguasaan teknologi digital menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tenaga pendidik di tengah perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan kapasitas guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi kualitas pendidikan.
Pewarta: Chandra
Redaksi: INC MEDIA
- Penulis: Redaksi



