Dampak AI Pers: Diskusi FGD 2026 Soroti Etika, Verifikasi, dan Masa Depan Jurnalisme
- account_circle Karim Saputra
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Bandar Lampung, INC MEDIA – Dampak AI pers menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) 2026 bertema “Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Kebebasan Pers dan Media” yang digelar di Bandar Lampung, Selasa (5/5/2026). Forum ini mengupas secara mendalam bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah jurnalistik, terutama dalam aspek verifikasi informasi dan kebebasan pers.
Dampak AI Pers: Tantangan dan Peluang Nyata
FGD ini menghadirkan berbagai elemen, mulai dari organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga insan pers. Salah satu yang turut hadir adalah LSM Maung Aparatur Negara, bersama para jurnalis yang aktif mengikuti jalannya diskusi.
Dalam forum tersebut, para narasumber menegaskan bahwa dampak AI pers tidak bisa dihindari. Teknologi ini membawa efisiensi dalam kerja jurnalistik, seperti pengolahan data cepat, penulisan berita otomatis, hingga mempercepat proses verifikasi informasi.
Namun, di balik kemudahan itu, muncul risiko serius. AI dinilai dapat mempercepat produksi informasi yang belum tentu terverifikasi, sehingga berpotensi memperluas penyebaran hoaks.
“AI harus dimanfaatkan secara bijak. Di satu sisi mempermudah kerja jurnalistik, namun di sisi lain juga bisa menjadi ancaman jika tidak diimbangi dengan etika dan verifikasi yang kuat,” ungkap salah satu peserta diskusi.
Dukungan Pemerintah terhadap Kebebasan Pers
Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas (Kadis) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kebebasan pers di tengah perkembangan teknologi.
Menurutnya, kegiatan seperti FGD ini penting untuk menjaga kualitas dan profesionalisme jurnalis. Ia menilai media harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.
“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh insan pers. Terlebih di era digital seperti saat ini, media dituntut untuk lebih adaptif namun tetap menjaga integritas,” ujarnya.
Ganjar juga menekankan bahwa kebebasan pers merupakan pilar utama demokrasi yang harus dijaga bersama, termasuk dengan menghadapi tantangan yang dibawa oleh AI.
Dampak AI Pers dan Pentingnya Verifikasi
Diskusi juga menyoroti pentingnya proses verifikasi di tengah derasnya arus informasi digital. Dampak AI pers menuntut jurnalis untuk semakin teliti dalam menyaring informasi sebelum dipublikasikan.
Peserta sepakat bahwa meskipun AI mampu membantu pekerjaan teknis, peran jurnalis sebagai penjaga kebenaran tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh mesin. Verifikasi tetap menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik terhadap media.
Sinergi Hadapi Era Digital
FGD 2026 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan insan pers. Kolaborasi dinilai penting agar media tetap mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara optimal.
Dengan adanya diskusi ini, para jurnalis diharapkan lebih siap menghadapi perubahan, sekaligus mampu memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab dan beretika.
- Penulis: Karim Saputra
