Swasembada Bawang Putih: Satgas Pangan Polri Perluas Lahan Tanam di Sembalun hingga 534 Hektare
- account_circle Helmy
- calendar_month 43 menit yang lalu
- print Cetak

Lombok Timur, INC MEDIA – Swasembada bawang putih terus menjadi fokus penguatan ketahanan pangan nasional. Satgas Pangan Polri menunjukkan komitmen nyata dengan memperluas pengembangan budidaya bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program yang dimulai dari skala terbatas kini berkembang pesat dan menjadi salah satu contoh kolaborasi strategis antara Polri dan petani dalam mendukung target kemandirian pangan Indonesia.
Pada Minggu (26/7/2026), Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Pusuk Pujata. Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan langsung terhadap pengembangan varietas unggul sekaligus peningkatan produksi bawang putih nasional.
Program Swasembada Bawang Putih Terus Berkembang
Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang sejak dilantik pada Oktober 2024 menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas nasional pada berbagai komoditas strategis.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Satgas Pangan Polri mengambil langkah konkret dengan mengembangkan budidaya bawang putih sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Saat masih menjabat sebagai Kasatgas Pangan Polri, Irjen Pol. Helfi Assegaf menginisiasi kerja sama penanaman bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata di Kecamatan Sembalun.
Program yang dimulai pada 2025 dengan luas tanam sekitar 15 hektare itu menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hingga Juli 2026, luas areal budidaya telah mencapai 534 hektare dengan dua varietas unggulan, yakni Sangga Sembalun dan Lumbu Putih, yang memiliki produktivitas rata-rata 20–25 ton per hektare.
Panen Raya Hasilkan Ribuan Ton Produksi
Keberhasilan program tersebut juga terlihat dari pelaksanaan panen raya pada Juli 2026 di lahan seluas 105 hektare.
Hingga saat ini, progres panen telah mencapai sekitar 76 persen atau sekitar 73,5 hektare, dengan total produksi mencapai 1.470 ton bawang putih.
Seluruh hasil panen kemudian diproses melalui dua lantai jemur utama serta sejumlah lantai jemur milik mitra Kelompok Tani Pusuk Pujata. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas hasil produksi sebelum didistribusikan.
Sinergi Polri dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan
Kapolda Lampung selaku Kasatgas Pangan Daerah, Irjen Pol. Helfi Assegaf, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan bawang putih di Sembalun merupakan bukti nyata sinergi antara Polri dan masyarakat tani dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan menjadi semangat kami untuk terus bergerak. Di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh tantangan, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan bangsa. Karena itu, Satgas Pangan Polri bersama Kelompok Tani Pusuk Pujata terus meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan kualitas bawang putih agar Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada impor,” ujar Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bawang putih impor secara bertahap.
Varietas HAAS Jadi Inovasi Baru
Selain memperluas lahan tanam, Satgas Pangan Polri juga terus mendorong inovasi di sektor pertanian.
Irjen Pol. Helfi Assegaf mengungkapkan, dalam waktu dekat akan diperkenalkan varietas baru hasil uji genetik bernama HAAS. Varietas tersebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya mampu ditanam pada berbagai ketinggian, lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan, serta menghasilkan umbi yang lebih besar dibandingkan varietas sebelumnya.
“Varietas HAAS diharapkan menjadi terobosan baru dalam meningkatkan produktivitas bawang putih nasional. Dengan inovasi ini, kami optimistis pengembangan bawang putih dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia dan semakin memperkuat kemandirian pangan nasional,” tutup Irjen Pol. Helfi Assegaf.
Keberhasilan pengembangan bawang putih di Sembalun memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Polri, dan kelompok tani mampu menghasilkan dampak nyata bagi sektor pertanian. Jika pengembangan terus diperluas dan inovasi varietas baru berhasil diterapkan, target swasembada bawang putih nasional akan semakin mendekati kenyataan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global.
(Helmy)
- Penulis: Helmy
- Editor: Euis Novana, SH




