Breaking News
light_mode

Sertifikasi Halal UMKM Jadi Kunci Perluas Pasar, Wakil Wali Kota Cirebon Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Sertifikasi halal UMKM menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Cirebon untuk memperkuat daya saing pelaku usaha sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha tidak memandang sertifikasi halal sebagai beban administratif, melainkan sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan kepercayaan konsumen.

Dorongan itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka Sosialisasi Pentingnya Halal bagi UMKM Tahun 2026 di Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan UMKM. Hadir antara lain Bank Indonesia Cirebon, Bank BJB, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta ESQ Hub.

Sertifikasi Halal UMKM Bukan Sekadar Kewajiban

Siti Farida menegaskan, perkembangan UMKM membutuhkan fondasi usaha yang kuat. Salah satu fondasi tersebut adalah kepastian mengenai kualitas dan status produk yang ditawarkan kepada masyarakat.

Menurutnya, sertifikasi halal kini memiliki dimensi yang lebih luas. Selain berkaitan dengan pemenuhan ketentuan bagi konsumen Muslim, sertifikasi juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM.

“Sertifikasi halal tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban syariat. Saat ini, halal juga menjadi bagian dari kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan daya saing usaha. Karena itu, kami melihat sertifikasi halal sebagai peluang bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia mengatakan, kepercayaan konsumen merupakan modal penting bagi keberlangsungan usaha. Konsumen membutuhkan kepastian mengenai bahan yang digunakan sekaligus proses pengolahan produk.

Karena itu, pemerintah mendorong pelaku UMKM melihat sertifikasi halal sebagai investasi terhadap keberlanjutan bisnis.

Sertifikasi Halal UMKM Buka Akses Pasar Lebih Besar

Siti Farida menyebut sertifikasi halal dapat menjadi semacam “paspor” bagi produk UMKM lokal untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Akses tersebut tidak hanya menyasar konsumen secara langsung. Produk UMKM juga berpeluang masuk ke jaringan ritel modern dan rantai pasok nasional apabila mampu memenuhi berbagai standar yang dipersyaratkan.

“Kita ingin UMKM Kota Cirebon tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Jangan sampai sertifikasi halal dipandang sebagai beban atau hambatan birokrasi. Justru ini harus kita lihat sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membuka akses pasar yang lebih besar,” katanya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan diperlukan agar pelaku usaha memahami prosedur, persyaratan, serta tahapan sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut dinilai penting karena kewajiban sertifikasi halal diberlakukan secara bertahap berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kolaborasi Jadi Penguat UMKM Kota Cirebon

Wakil Wali Kota menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong UMKM naik kelas. Kolaborasi dengan lembaga keuangan, dunia usaha, dan pihak lain diperlukan untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.

“Kehadiran Bank Indonesia, Bank BJB, BSI, ESQ Hub dan seluruh pihak yang terlibat hari ini menunjukkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan kerja bersama. Pemerintah membantu dari sisi perizinan dan fasilitasi, sementara mitra lainnya memberikan edukasi ekonomi, literasi pembiayaan hingga penguatan kapasitas pelaku usaha,” tuturnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut harus menghasilkan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Tidak cukup hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga memastikan pelaku usaha memperoleh akses informasi dan pendampingan yang dibutuhkan.

Ia meminta peserta memanfaatkan forum tersebut untuk memahami proses sertifikasi halal sekaligus berkonsultasi apabila menghadapi kendala.

“Saya berharap Bapak dan Ibu pelaku UMKM mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Pahami prosesnya, manfaatkan pendampingan yang tersedia, dan jangan ragu untuk berkonsultasi. Semoga produk UMKM Kota Cirebon semakin berkualitas, semakin dipercaya masyarakat, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” harapnya.

Bank Indonesia: Halal Mencakup Bahan dan Proses

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan pemahaman mengenai sertifikasi halal sangat penting bagi pelaku UMKM, terutama usaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman.

Ia menjelaskan, pelaku UMKM kini memiliki sejumlah mekanisme untuk memperoleh sertifikasi halal. Salah satunya melalui mekanisme self-declare bagi produk yang memenuhi persyaratan tertentu.

Sementara itu, produk dengan tingkat titik kritis kehalalan yang lebih tinggi perlu mengikuti mekanisme reguler sesuai ketentuan.

“Saat ini proses sertifikasi halal sudah semakin dimudahkan. Untuk produk tertentu yang bahan bakunya dapat dipastikan kehalalannya dan memenuhi persyaratan, pelaku UMKM dapat menggunakan mekanisme self-declare. Sementara untuk produk yang memiliki titik kritis lebih tinggi, prosesnya dilakukan melalui mekanisme reguler,” jelas Wihujeng.

Namun, ia mengingatkan bahwa pemahaman halal tidak berhenti pada bahan baku. Proses pengolahan juga harus menjadi perhatian pelaku usaha.

“Halal bukan hanya soal bahan baku. Proses pengolahannya juga harus kita pastikan. Ini penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk yang mereka konsumsi halal dan tayib ,” ujarnya.

Sertifikasi Halal UMKM Perkuat Kepercayaan Konsumen

Wihujeng menambahkan, konsumen saat ini semakin memperhatikan berbagai aspek sebelum membeli produk. Rasa dan harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan.

Konsumen juga mempertimbangkan keamanan, kebersihan, komposisi, serta kepastian status halal produk.

Dalam konteks tersebut, sertifikasi halal dapat menjadi nilai tambah bagi UMKM sekaligus bentuk tanggung jawab kepada konsumen.

“Ketika konsumen membeli produk UMKM, mereka tentu ingin merasa aman dan yakin dengan apa yang dikonsumsi. Sertifikasi halal memberikan kepastian itu. Harapannya, semakin banyak produk UMKM di Kota Cirebon yang terjamin halal dan thoyyib sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kota Cirebon kini menghadapi tantangan untuk memastikan dorongan sertifikasi halal benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas usaha. Bagi pelaku UMKM, sertifikasi bukan sekadar dokumen, tetapi bagian dari upaya membangun reputasi produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Dengan dukungan pemerintah, lembaga keuangan, serta mitra strategis, sertifikasi halal diharapkan menjadi salah satu pintu bagi UMKM Kota Cirebon untuk bergerak dari sekadar bertahan menuju usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Hasil Proses Penangganan Bawaslu, Camat Negri Katon Terancam Pidana

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran menetapkan kasus Camat Negeri Katon sebagai pelanggaran atau masuk kedalam pidana Pemilu. Hal itu dikatakan Kepala Divisi Penanganan Pelanggaran, Aji Purwadi mendampingi Ketua Bawaslu Pesawaran, Fatihunnajah, saat membacakan keputusan Bawaslu dan melakukan press conference, di Kantor Bawaslu Pesawaran, Gedongtataan, Kamis (10/10/2024). Aji Purwadi menjelaskan, setelah […]

  • Pengecoran BBM Pringsewu Diduga Marak di 8 SPBU, Warga Desak BPH Migas dan Polda Lampung Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pringsewu, INC MEDIA – Dugaan praktik pengecoran BBM Pringsewu kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, mengeluhkan adanya aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) dalam jumlah besar yang diduga dilakukan oleh kendaraan pelangsir di sejumlah SPBU. Keluhan tersebut mencuat karena masyarakat menilai praktik tersebut diduga berdampak pada ketersediaan BBM jenis Solar dan […]

  • Proyek Revitalisasi SDN 1 Liwa Rp1,22 Miliar Disorot, Mekanisme Swakelola Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Barat, INC MEDIA — Proyek revitalisasi SDN 1 Liwa dengan nilai anggaran yang tercantum pada papan informasi sebesar Rp1.220.168.313 menjadi sorotan. Bukan semata karena nilai anggarannya yang mencapai sekitar Rp1,22 miliar, tetapi karena sejumlah kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pembangunan, pengawasan, keselamatan kerja, hingga penerapan mekanisme swakelola. Tim INC MEDIA melakukan penelusuran […]

  • SiLPA Pekon Fajar Baru Pringsewu Dimanfaatkan untuk Infrastruktur dan Keamanan Warga

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pringsewu, INC MEDIA – Kepala Pekon Fajar Baru, Idham Cholid, memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2024 untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan keamanan di pekonnya. Anggaran ini dialokasikan untuk pembangunan rabat beton di dua titik serta pemasangan lima unit CCTV di area perkantoran pekon. “Kami ingin memastikan anggaran ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Oleh […]

  • 1.604 Aduan THR Masuk ke Kemnaker, Menaker: Perusahaan Bisa Kena Sanksi Berat!

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Jakarta, INC MEDIA – Posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menerima 1.604 aduan terkait pembayaran THR. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengungkapkan bahwa laporan tersebut mencakup konsultasi dan dugaan pelanggaran oleh perusahaan. “Kami sudah menindaklanjuti sekitar 60 persen laporan. Namun, masih ada 127 pengaduan yang sedang kami verifikasi lebih lanjut,” […]

  • JPKP Tubaba Soroti Dugaan Ijazah Palsu Oknum DPRD Terpilih, Minta APH Bertindak

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, INC MEDIA, — Organisasi Masyarakat (ormas) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan(JPKP) Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung menyoroti adanya dugaan ijazah palsu yang di miliki Oknum DPRD Kabupaten setempat berinisial EF. Hal itu di katakan Ketua DPD JPKP Tubaba Wawan Hidayat bahwa ada kejanggalan pada ijazah yang di miliki oleh oknum DPRD terpilih berinisial EF. […]

expand_less