Pramuka Bukan Sekadar Hafal Dasa Darma, Wali Kota Cirebon Dorong Generasi Muda Berdaya Cipta
- account_circle Wahidin
- calendar_month 10 menit yang lalu
- print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Pramuka Kota Cirebon didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun kemampuan menghafal Dasa Darma. Gerakan kepanduan itu harus mampu melahirkan generasi muda yang memiliki empati, kreativitas, kemandirian, serta keberanian menjawab persoalan nyata di tengah perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat memimpin Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon di Lapangan Apel Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (8/9/2026).
Effendi Edo hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon. Apel berlangsung khidmat dan diikuti ratusan peserta.
Pramuka Kota Cirebon Harus Menjawab Tantangan Zaman
Dalam amanatnya, Effendi Edo menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis di tengah perubahan sosial dan teknologi yang bergerak cepat.
Menurutnya, seragam cokelat yang menjadi identitas Pramuka harus memiliki makna lebih jauh. Seragam tersebut harus menjadi simbol persatuan, gotong royong, kemandirian, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ia menilai generasi muda tidak cukup hanya memahami teori kepramukaan. Mereka harus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kota Cirebon tidak sekadar membutuhkan tunas muda yang fasih menghafal Dasa Darma, melainkan generasi kritis dan berdaya cipta yang menjadikannya laku hidup empati sehari-hari,” ujar Wali Kota di hadapan ratusan peserta apel.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan harus memiliki relevansi dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Pramuka dituntut menjadi ruang pembentukan karakter yang mampu membangun kepedulian sekaligus kemampuan memecahkan masalah.
Pramuka Kota Cirebon dan Swasembada Pangan
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota membacakan sambutan tertulis Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Ia menekankan pentingnya tema Hari Pramuka ke-65, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”.
Tema tersebut, kata dia, harus dipahami secara luas. Swasembada pangan tidak semata berkaitan dengan aktivitas pertanian, tetapi juga menyangkut pendidikan, keterampilan, teknologi dan kewirausahaan.
“Kami memandang swasembada pangan bukan semata persoalan tanam menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, serta kesiapan generasi muda untuk menyelesaikan persoalan nyata di lingkungannya,” tambahnya.
Karena itu, pendidikan Pramuka diharapkan mampu mendorong lahirnya sumber daya manusia yang produktif dan berkarakter. Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Menghadapi AI, Perubahan Iklim dan Hoaks
Tantangan generasi muda kini semakin kompleks. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perubahan iklim, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga penyebaran hoaks membutuhkan generasi yang memiliki daya kritis dan karakter kuat.
Dalam konteks tersebut, Pramuka memiliki ruang untuk membangun kemampuan sosial dan kepemimpinan sejak dini. Pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui teori, tetapi harus dibentuk melalui pengalaman, kerja sama, kedisiplinan dan kegiatan yang mendorong kemandirian.
Pemkot Cirebon pun mendorong Gerakan Pramuka terus mengambil peran dalam membangun kualitas generasi muda. Tujuannya bukan hanya mencetak anggota yang terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan beradaptasi.
Kwarcab Cirebon Siapkan Beragam Kegiatan
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon, Kadini, menjelaskan bahwa peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak hanya diisi dengan apel.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan berbagai agenda edukatif dan seni. Di antaranya defile karnaval dari lima Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kota Cirebon, lomba mewarnai bagi Pramuka Siaga, serta Gema Simfoni Pramuka yang melibatkan peserta Penggalang dan Penegak.
Kwarcab juga memberikan pin dan sertifikat penghargaan kepada anggota Pramuka Kota Cirebon yang telah menyelesaikan tugas mewakili daerah dalam ajang Jambore Nasional.
Kadini menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ruang pembelajaran yang kreatif bagi anggota Pramuka.
Sertifikat Pramuka Garuda Jadi Nilai Tambah
Kadini juga mengingatkan kembali pentingnya keberadaan Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah.
Menurutnya, pendidikan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan kegiatan lapangan. Keikutsertaan dalam Pramuka juga dapat membentuk mental, kedisiplinan, kepemimpinan dan rasa tanggung jawab peserta didik.
Ia secara khusus menyoroti capaian Pramuka Garuda yang dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi peserta didik.
“Anak-anak jangan sampai berkecil hati, karena di Pramuka itu ada jalur-jalur khusus. Bagi adik-adik yang memiliki sertifikat Pramuka Garuda, itu bisa menjadi jalur masuk SMA unggulan, penerimaan TNI/Polri, hingga peluang beasiswa perguruan tinggi seperti LPDP,” ungkap Kadini.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas kepramukaan dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi dan prestasi peserta didik.
Buper Kebon Pelok Terus Dibenahi
Di sisi lain, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cirebon masih melakukan pembenahan terhadap fasilitas Bumi Perkemahan (Buper) Kebon Pelok.
Kadini mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap agar fasilitas tersebut semakin layak dan mampu mendukung berbagai kegiatan kepemudaan.
“Kami terus berupaya memperbaiki gedung dan fasilitas Buper Kebon Pelok sedikit demi sedikit agar bisa optimal menampung kegiatan adik-adik kita,” jelasnya.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 akhirnya bukan sekadar momentum seremonial. Kwarcab Kota Cirebon bersama Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmen untuk memperkuat pembinaan mental, karakter dan keterampilan generasi muda.
Di tengah perubahan teknologi dan tantangan sosial yang semakin kompleks, Pramuka Kota Cirebon dituntut membuktikan bahwa nilai kepanduan masih relevan. Bukan sekadar hafalan, tetapi menjadi kebiasaan untuk peduli, berkreasi, berinovasi, bekerja sama dan mandiri.
Sumber: Admin Prokompim (082120387359)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon
- Penulis: Wahidin







