Breaking News
light_mode

766 Seragam Gratis Pemkab Lambar Hapus Jurang Kaya Miskin di Sekincau

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • print Cetak

Lampung Barat, INC MEDIA — 766 seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjadi simbol upaya pemerintah menghapus kesenjangan sosial di lingkungan sekolah. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyerahkan bantuan tersebut di SMPN 1 Sekincau, Kamis, 10 September 2026.

Bagi keluarga di Sekincau, bantuan ini bukan sekadar pakaian sekolah. Seragam gratis membuat siswa dapat datang ke sekolah dengan perlengkapan yang sama tanpa harus merasa minder karena kondisi ekonomi keluarga.

766 Seragam Gratis Jadi Simbol Kesetaraan

Perwakilan wali murid Sekincau, Amad Ansori, menyebut program tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah yang langsung dirasakan masyarakat.

“Ini adalah anugrah bagi kami pak bupati. Sekarang anak-anak sekolah tidak ada lagi perbedaan antara anak orang kaya dan si miskin karena mereka sama memiliki seragam yang baru saat masuk sekolah,” kata Amad Ansori, perwakilan wali murid Sekincau.

Mayoritas warga Sekincau bekerja sebagai petani dan buruh. Karena itu, kebutuhan seragam sekolah pada awal tahun ajaran dapat menjadi beban tambahan bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Program 766 seragam gratis setidaknya memotong salah satu beban tersebut. Orang tua tidak perlu memilih antara memenuhi kebutuhan sekolah anak dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Lebih jauh, bantuan seragam juga menyentuh persoalan psikologis siswa. Anak-anak tidak lagi harus merasa malu karena mengenakan seragam lama, rusak, atau berbeda dengan teman-temannya.

Seragam Gratis dan MBG Sasar Masalah Pendidikan

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan program seragam gratis berjalan seiring dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Menurut Parosil, kedua program tersebut diarahkan untuk menghilangkan alasan ekonomi maupun rasa malu yang dapat membuat anak enggan bersekolah.

“Harapan pak bupati, dengan adanya program bantuan seragam gratis ini tidak ada lagi alasan anak putus sekolah. Kemudian kedua, tidak lagi ada alasan anak kok malu berangkat ke sekolah. Kenapa? Sekarang seragamnya baru, sudah itu di sekolah juga kasih makan,” ujar Parosil.

Ia kemudian menggambarkan kondisi yang pernah dialami sebagian keluarga ketika harus mempertahankan seragam sekolah yang sudah rusak karena keterbatasan biaya.

“Kalau dulu sekolah celananya di sini sobek ditempel Hansaplast. Di sini sobek lagi sebelah sini tempelkan. Sekarang enak-anakku semua batiknya sudah ada, putih birunya sudah ada, pramukanya sudah ada. Tinggal tugas bapak ibunya sepatu dan tasnya,” tegasnya.

Bagi pemerintah daerah, bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pakaian sekolah. Program itu harus berdampak pada keberlanjutan pendidikan anak.

766 Seragam Gratis Jangan Diikuti Beban Baru

Parosil juga mengingatkan sekolah agar tidak menambah beban orang tua setelah pemerintah memberikan seragam secara gratis.

Ia meminta kepala sekolah, guru, dan komite memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Saya sampaikan di hadapan kepala sekolah, para guru dan para komite agar program ini tepat sasaran, tepat manfaat, tepat mutu dan bisa meringankan orang tua. Jangan lagi banyak beban-beban yang lain,” kata Parosil.

Peringatan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Bantuan pemerintah akan kehilangan makna apabila orang tua kembali dibebani berbagai pungutan atau iuran yang tidak diperlukan.

Parosil secara khusus menyinggung kebiasaan pengumpulan dana untuk membeli kaos olahraga atau atribut sekolah.

“Masih ada sekolah ini yang ngumpulkan komite untuk dana membeli kaos olahraga. Silakan saya tidak melarang. Tapi kalau menurut pak bupati, biarkanlah bebas mereka memakai baju apa saja,” Ujarnya.

Pemerintah Diminta Konsisten Ringankan Orang Tua

Bagi Parosil, persoalan tersebut memang terlihat sederhana. Namun, jika tidak dikendalikan, dapat menimbulkan persepsi bahwa program seragam gratis tidak sepenuhnya meringankan beban keluarga.

“jangan sampai ada orang tuanya ngomong, enggak ada gunanya seragam gratis tiga setel dari pak bupati, buktinya kita masih iuran juga beli baju olahraga. Hal ini jangan sampia terjadi,” pungkasnya.

Pesan itu menegaskan bahwa 766 seragam gratis harus menjadi bagian dari kebijakan pendidikan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kesetaraan di sekolah tidak cukup hanya dengan memastikan setiap siswa duduk di ruang kelas yang sama. Kesetaraan juga berarti memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak membuat seorang anak merasa lebih rendah dari teman-temannya.

Dengan seragam yang sama dan dukungan Makan Bergizi Gratis, pemerintah berharap siswa lebih percaya diri untuk datang ke sekolah. Pada saat yang sama, orang tua memperoleh ruang ekonomi yang lebih longgar untuk memenuhi kebutuhan keluarga lainnya.

Program tersebut pada akhirnya bukan hanya soal seragam. 766 seragam gratis menjadi pesan bahwa pendidikan harus dapat diakses tanpa membuat anak merasa malu karena keadaan ekonomi keluarganya.

(irfan)


 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gudang BBM Ilegal Terbakar di Tanjung Bintang, Warga Desak Aparat Turun Tangan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Gudang BBM Ilegal Terbakar di Tanjung Bintang, Damkar Berjibaku Jinakkan Api Lampung Selatan, INC MEDIA – Gudang BBM ilegal terbakar di wilayah Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik karena lokasi gudang berada di dekat permukiman warga dan hanya memiliki satu akses jalan keluar-masuk. […]

  • Pengawasan Dana Desa Diperketat, Mendes PDT Lakukan Pelaporan ke Bareskrim

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta (incmedia.site) — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengunjungi Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Kedatangannya bertujuan untuk melaporkan sejumlah kepala desa (kades) yang diduga menyalahgunakan Dana Desa. Yandri yang didampingi oleh Wakil Mendes PDT, Ariza Patria, disambut langsung oleh Kepala Bareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, serta sejumlah pejabat […]

  • Kapolresta Cirebon Pantau Langsung Gatur Lalu Lintas, 979 Personel Siaga di 166 Titik

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA — Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memantau pelaksanaan penjagaan dan pengaturan (Gatur) lalu lintas pagi dan sore di wilayah hukum Polresta Cirebon, Senin (26/10/2026). Sebanyak 979 personel disiagakan di 166 titik strategis untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap pelayanan kepolisian […]

  • Dugaan Penganiayaan Bandar Lampung: ASWIN Kawal Proses Hukum hingga Tuntas

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA — Kasus dugaan penganiayaan Bandar Lampung kembali menjadi sorotan publik setelah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASWIN Kabupaten Pesawaran secara resmi mendampingi seorang warga yang melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan ke , Minggu malam (22/2/2026). Pendampingan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen organisasi dalam memastikan korban memperoleh perlindungan hukum dan akses keadilan secara […]

  • Swadaya KB Ramadhan Rp450 Ribu per KK Disorot, Status Tanah Rp140 Juta Perlu Dibuka

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    LAMPUNG BARAT, INC MEDIA — Pengumpulan swadaya masyarakat sebesar Rp450 ribu per kepala keluarga (KK) yang dikaitkan dengan pengadaan tanah untuk KB Ramadhan di Pekon Sri Menanti, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, menjadi sorotan. Persoalan ini membutuhkan keterbukaan mengenai mekanisme pengumpulan dana, nilai pembelian tanah yang disebut mencapai Rp140 juta, serta kejelasan status kepemilikan […]

  • SIGER PUAKHI Permudah Pengantaran Obat, RSUD Abdul Moeloek dan URC LEGEND Rampungkan Simulasi Layanan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – SIGER PUAKHI Permudah Pengantaran Obat menjadi langkah nyata inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung bersama Komunitas URC LEGEND. Setelah melalui tahapan uji coba, kedua pihak resmi menyelesaikan simulasi pelayanan program tersebut pada Jumat (17/7/2026) sebagai persiapan sebelum diterapkan kepada masyarakat Kota Bandar Lampung. […]

expand_less