Breaking News
light_mode

Rakor Korwas PPNS 2026, Polri Perkuat Sinergi Penyidikan dan Transformasi Digital

  • account_circle Helmy
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

JAKARTA, INC MEDIARakor Korwas PPNS 2026 menjadi momentum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat koordinasi antara Penyidik Polri, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), dan Penyidik Tertentu. Sinergi lintas institusi dinilai penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif, profesional, berkeadilan, serta sesuai prosedur.

Penegasan itu disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si. saat membuka Rapat Koordinasi Korwas PPNS Tahun Anggaran 2026 di Aula Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Rakor Korwas PPNS 2026 Hindari Tumpang Tindih Kewenangan

Syahardiantono menilai koordinasi menjadi kebutuhan mutlak dalam pelaksanaan penyidikan. Menurutnya, keterlibatan banyak unsur penyidik harus diiringi pembagian kewenangan yang jelas agar tidak muncul kesenjangan maupun tumpang tindih dalam penanganan perkara.

“Koordinasi ini mutlak dilaksanakan guna menghindari kesenjangan dan tumpang-tindih dalam pelaksanaan tugas, demi tercapainya tujuan penegakan hukum yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Syahardiantono dalam sambutannya, Kamis (10/9/2026).

Ia menegaskan, penegakan hukum bukan semata-mata menjadi tugas Penyidik Polri. PPNS dan Penyidik Tertentu juga memiliki kewenangan sesuai bidang dan dasar hukum masing-masing.

Dalam posisi tersebut, Polri sebagai penyidik utama harus mampu memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif dan efisien. Namun, peran itu bukan berarti Polri mendominasi seluruh proses penyidikan yang menjadi kewenangan PPNS maupun Penyidik Tertentu.

“Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu harus selalu bersinergi dan berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan penyidikan,” tegasnya.

Korwas PPNS Dituntut Aktif Dampingi Penyidik

Syahardiantono juga meminta jajaran pengemban fungsi Korwas, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan, menjalankan peran sebagai mitra strategis PPNS dan Penyidik Tertentu.

Korwas diharapkan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif. Pendampingan dan asistensi harus diberikan secara proaktif dan komprehensif sehingga berbagai kendala dalam proses penyidikan dapat diselesaikan sesuai koridor hukum.

Melalui Rakor Korwas PPNS 2026, Polri juga mendorong kesamaan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak antara penyidik Polri pengemban fungsi Korwas PPNS dengan PPNS kementerian, lembaga, dan badan.

Kesamaan persepsi tersebut diperlukan agar setiap penyidik memahami batas kewenangan, tugas, fungsi, serta tanggung jawab masing-masing.

“Jadikan Rakor Korwas PPNS ini sebagai ruang diskusi ilmiah dan strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi kompleksitas tindak pidana,” ujarnya.

Profesionalisme Penyidik Jadi Sorotan

Selain koordinasi, profesionalisme penyidik menjadi salah satu perhatian utama dalam rakor tersebut. Syahardiantono menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, integritas, kepatuhan terhadap prosedur hukum, pelatihan berkelanjutan, pengawasan transparan, serta penerapan prinsip akuntabilitas publik.

Menurutnya, kualitas penyidikan sangat ditentukan oleh kemampuan aparat memahami hukum sekaligus menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab.

Tantangan tersebut semakin penting seiring pembaruan KUHP dan KUHAP. Para penyidik dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif dan seragam terhadap implikasi perubahan aturan, termasuk hubungan antara hukum materiil dan hukum formil.

Pemahaman yang seragam diharapkan dapat memperkuat posisi, peran, serta kewenangan penyidik dalam menangani berbagai bentuk tindak pidana.

Ratusan Peserta Ikuti Rakor Korwas PPNS 2026

Rapat koordinasi berlangsung selama tiga hari dan diikuti ratusan peserta. Mereka terdiri atas Penyidik Polri serta PPNS dari tingkat pusat hingga daerah.

Forum tersebut menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus membahas berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas penyidikan oleh PPNS.

Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol. Edy Suranta Sitepu mengatakan, rakor tersebut diarahkan untuk mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi PPNS.

“Tujuan daripada rapat koordinasi ini adalah untuk menyamakan persepsi. Sehingga nanti ada permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh PPNS, ini kita diskusikan di dalam rapat koordinasi ini,” ujar Edy.

Edy menjelaskan, peserta berasal dari berbagai unsur. Di antaranya Penyidik Polri, Satpol PP dari 36 provinsi, serta PPNS tingkat pusat yang berasal dari 42 Direktorat Jenderal pada 26 kementerian.

Komposisi peserta tersebut menunjukkan luasnya spektrum penegakan hukum yang melibatkan PPNS. Karena itu, koordinasi yang terstruktur menjadi penting agar setiap kewenangan dapat dijalankan secara tepat.

Rakor Korwas PPNS Dorong Digitalisasi Administrasi

Selain memperkuat koordinasi, Rakor Korwas PPNS 2026 juga menjadi momentum peluncuran SISLAP dan penguatan penggunaan E-PPNS.

Kedua sistem tersebut menjadi bagian dari transformasi digital untuk mendukung pelaksanaan tugas penyidikan dan pengelolaan administrasi.

Edy menjelaskan, SISLAP merupakan sistem pelaporan di Korwas PPNS. Sistem tersebut digunakan untuk mengelola laporan dari Direktur Kriminal Khusus maupun Kasat Reskrim di jajaran Polri, termasuk dari 508 Polres.

“SISLAP ini adalah sistem pelaporan di Korwas PPNS, yaitu untuk mengelola laporan dari para Direktur Kriminal Khusus, begitu juga dengan para Kasat Reskrim yang ada di jajaran 508 Polres,” ungkapnya.

Sementara itu, E-PPNS digunakan untuk mendukung pengelolaan administrasi penyidikan yang dilakukan PPNS. Sistem tersebut telah terhubung dengan SPPTI sehingga proses administrasi dapat dikelola secara digital.

Transformasi tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap proses administrasi manual. Penyampaian administrasi penyidikan kepada kejaksaan nantinya dapat dilakukan melalui sistem secara online.

Sinergi Jadi Kunci Penegakan Hukum

Rakor Korwas PPNS 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai koordinasi antarpenyidik. Forum tersebut juga mempertegas kebutuhan terhadap penegakan hukum yang profesional, terukur, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi antara Penyidik Polri, PPNS, dan Penyidik Tertentu menjadi bagian penting dalam menghadapi kompleksitas tindak pidana yang terus berkembang.

Dengan penguatan fungsi Korwas, peningkatan kompetensi penyidik, keseragaman pemahaman terhadap aturan hukum, serta pemanfaatan sistem digital, proses penyidikan diharapkan semakin efektif sekaligus meminimalkan kesalahan prosedur.

Pada titik itu, koordinasi bukan sekadar forum pertemuan. Koordinasi harus menghasilkan mekanisme kerja yang jelas, memperkuat akuntabilitas, dan memastikan kewenangan penyidikan digunakan untuk kepentingan penegakan hukum serta pelayanan kepada masyarakat.

INC MEDIA | Tegas, Objektif dan Terpercaya

  • Penulis: Helmy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Terbitkan Juknis PPDB Madrasah 2025/2026, Fokus pada Transparansi dan Keadilan

    Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Terbitkan Juknis PPDB Madrasah 2025/2026, Fokus pada Transparansi dan Keadilan

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta (INC Media) — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI secara resmi menerbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026. Penetapan ini menjadi acuan utama dalam pelaksanaan PPDB Madrasah di seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk menciptakan proses penerimaan yang transparan, adil, dan terintegrasi. Sebagai tindak lanjut, dilansir dari laman […]

  • Pembunuhan Tapir Mesuji Terungkap, Polisi Tangkap 4 Pelaku dan Kejar 2 DPO

    Pembunuhan Tapir Mesuji Terungkap, Polisi Tangkap 4 Pelaku dan Kejar 2 DPO

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Tapir Mesuji MESUJI, INC MEDIA – Pembunuhan Tapir Mesuji yang viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Mesuji, Polda Lampung. Aparat kepolisian menangkap empat pelaku, sementara dua pelaku lainnya masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan terus diburu. Kasus ini menyita perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan seekor […]

  • Kapolda Lampung: Ibadah Ramadan Bentuk Keimanan dan Kesadaran Takdir Allah

    Kapolda Lampung: Ibadah Ramadan Bentuk Keimanan dan Kesadaran Takdir Allah

    • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung, INC MEDIA – Lapangan Mapolda Lampung menjadi saksi syiar Islam yang semakin luas dengan pelaksanaan Sholat Idulfitri yang berlangsung khidmat. Sholat yang diimami oleh KH. Asep Kholis Nur Jamil ini dihadiri oleh jajaran kepolisian dan masyarakat sekitar dalam suasana penuh keberkahan. Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmy Santika, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ibadah Ramadan […]

  • Jalan Rusak Berat di Tiyuh Karta Tanjung Selamat: Warga Harap Segera Diperbaiki untuk Kemudahan Akses dan Usaha Tani

    Jalan Rusak Berat di Tiyuh Karta Tanjung Selamat: Warga Harap Segera Diperbaiki untuk Kemudahan Akses dan Usaha Tani

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat (INC Media) — Jalan rusak berat yang terletak di Tiyuh Karta Tanjung Selamat Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat telah menjadi keluhan warga setempat. Menurut cerita warga, jalan ini telah digunakan selama puluhan tahun, namun hingga kini belum ada perbaikan. Kondisi jalan yang semakin memburuk membuat warga kesulitan, terutama dalam […]

  • Harapan dari Rumah Miring: Aksi Nyata Dua Organisasi di Pesawaran Bantu Pak Budi

    Harapan dari Rumah Miring: Aksi Nyata Dua Organisasi di Pesawaran Bantu Pak Budi

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Sebuah aksi kemanusiaan menggugah hati dilakukan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Peduli Hukum Lampung bersama GRIB JAYA Kabupaten Pesawaran. Kedua organisasi ini turun langsung ke Dusun Pemindangan, Desa Kampung Baru, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, Senin (14/4/2025), untuk mengunjungi rumah Pak Budi yang viral karena kondisinya yang nyaris roboh. Kunjungan […]

  • Pendidikan untuk Semua: Sistem Baru SPMB di Lampung Pastikan Seleksi Masuk Sekolah Lebih Transparan

    Pendidikan untuk Semua: Sistem Baru SPMB di Lampung Pastikan Seleksi Masuk Sekolah Lebih Transparan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan yang adil dan merata dengan meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Sistem ini menggantikan sistem lama PPDB dan diharapkan menjadi langkah maju dalam menciptakan proses seleksi yang objektif, transparan, akuntabel, serta bebas diskriminasi. Peluncuran resmi sistem baru ini ditandai […]

expand_less