Sertifikasi Wartawan Internasional Jadi Fokus ASWIN, Ketum Tekankan Penguatan Kompetensi Jurnalis Hadapi Era Global
- account_circle Doni Ramadana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua ASWIN Dorong Wartawan Tingkatkan Kompetensi Berstandar Global
Jakarta, INC MEDIA — Sertifikasi Wartawan Internasional menjadi fokus utama pembahasan dalam Zoom Meeting yang digelar Ketua Umum Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN), Irno Budi Kiswoyo, SE., SH., bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi. Pertemuan virtual tersebut membahas strategi peningkatan kompetensi wartawan Indonesia agar mampu menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks di era digital dan global, Selasa (14/7/2026).
Dalam arahannya, Irno Budi Kiswoyo menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), media sosial, hingga derasnya arus informasi lintas negara telah mengubah lanskap jurnalistik secara fundamental. Karena itu, wartawan dituntut terus meningkatkan kapasitas agar mampu bekerja sesuai standar profesional yang diakui secara internasional.
“Sertifikasi internasional bukan lagi sekadar simbol prestise, melainkan investasi kompetensi yang sangat penting bagi wartawan dalam menghadapi tantangan jurnalistik modern. Wartawan harus mampu menjawab tuntutan zaman dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kredibilitas,” ujar Irno dalam pemaparannya.
Menurutnya, tantangan profesi wartawan saat ini semakin berat. Penyebaran hoaks, disinformasi, propaganda digital, manipulasi informasi berbasis teknologi AI, hingga ancaman perang siber menjadi persoalan nyata yang harus dihadapi insan pers. Situasi tersebut menuntut kemampuan verifikasi informasi, literasi digital, serta pemahaman kode etik jurnalistik yang semakin kuat.
Sertifikasi Wartawan Internasional Tingkatkan Daya Saing
Irno menjelaskan, melalui Sertifikasi Wartawan Internasional, para jurnalis didorong untuk mengembangkan kompetensi di berbagai bidang strategis. Di antaranya investigasi modern, keamanan digital, jurnalisme multimedia, analisis data, komunikasi lintas budaya, hingga pemahaman hukum internasional yang berkaitan dengan kebebasan pers dan hak asasi manusia.
Ia menilai, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar wartawan Indonesia mampu bersaing di tingkat global tanpa mengabaikan nilai-nilai profesionalisme.
Selain itu, sertifikasi internasional dinilai membuka peluang kolaborasi dengan media asing, organisasi internasional, lembaga penelitian, maupun jaringan jurnalis dunia. Kesempatan tersebut diyakini dapat memperluas wawasan, memperkuat jejaring profesional, sekaligus meningkatkan daya saing wartawan Indonesia di kancah internasional.
ASWIN Perkuat Profesionalisme Anggota
Bagi ASWIN, program sertifikasi internasional memiliki nilai strategis dalam membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpun para wartawan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kompetensi, peningkatan kapasitas, dan penguatan profesionalisme anggotanya.
“ASWIN harus menjadi pelopor dalam membangun ekosistem wartawan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Irno juga mengingatkan bahwa sertifikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bentuk pengakuan atas kompetensi yang harus terus dijaga melalui integritas, independensi, dan dedikasi dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Manfaat Program bagi Dunia Jurnalistik
Secara umum, kegiatan seperti Zoom Meeting dan pembahasan program sertifikasi internasional memberikan manfaat besar bagi pengembangan profesi wartawan. Forum tersebut menjadi sarana berbagi pengetahuan, memperkuat pemahaman terhadap tantangan jurnalistik modern, sekaligus menyusun langkah bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pers.
Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi juga berpotensi memperkuat kredibilitas media, meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk jurnalistik, serta mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang independen dan profesional.
Ke depan, ASWIN berkomitmen menjadikan program sertifikasi internasional sebagai salah satu strategi utama organisasi. Melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi internasional, penyelenggaraan pelatihan berstandar global, peningkatan kemampuan bahasa asing, serta penguatan literasi digital, ASWIN berharap dapat melahirkan wartawan Indonesia yang profesional, berintegritas, dan memiliki daya saing internasional.
Zoom Meeting tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas anggota ASWIN agar mampu menghadapi dinamika dunia jurnalistik yang terus berkembang. Dengan kompetensi yang diakui secara internasional, wartawan Indonesia diharapkan semakin dipercaya, dihormati, dan mampu berkontribusi dalam percaturan informasi global, sekaligus menjaga marwah profesi pers sebagai pilar demokrasi.
(Doni)
- Penulis: Doni Ramadana




