Breaking News
light_mode

Pemerintah Aceh Terima Demo Mahasiswa USK, Plt Sekda: Kami Tidak Eksklusif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Pemulihan pascabencana Aceh menjadi sorotan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Puluhan mahasiswa menyampaikan aspirasi dan kritik terkait penanganan dampak bencana di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis sore (10/9/2026).

Aksi tersebut mendapat respons langsung dari Pemerintah Aceh. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima mahasiswa dan membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang masih muncul dalam proses pemulihan.

Taufik menegaskan pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat. Menurutnya, komunikasi terbuka diperlukan agar persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Pemulihan Pascabencana Aceh Harus Dipercepat

Taufik mengatakan pemerintah memiliki tujuan yang sama dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, yakni mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak bencana.

Ia menyebut pemulihan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Sejumlah sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta penyediaan rumah hunian juga harus mendapat perhatian.

“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.

Menurut Taufik, Pemerintah Aceh sebelumnya telah mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk mengevaluasi sekaligus mendorong percepatan penanganan pascabencana.

Pemerintah juga berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian persoalan pemulihan berada langsung di wilayah terdampak.

“Kami beberapa hari lalu duduk bersama semua SKPA. Kami akan bangun komunikasi yang intensif dengan kabupaten/kota,” kata Taufik.

Pemerintah Akui Tak Bisa Bekerja Sendiri

Dalam proses pemulihan pascabencana Aceh, pemerintah mengakui membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Taufik menyebut pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan seluruh persoalan secara sendirian.

“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, mahasiswa, akademisi, dan berbagai kelompok lainnya. Kritik publik, menurut pemerintah, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program pemulihan.

Pemerintah Aceh juga telah menyediakan posko sebagai sarana masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan pascabencana.

“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kami kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi publik. Transparansi menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Mahasiswa USK Soroti Infrastruktur dan Pendidikan

Dalam aksi tersebut, mahasiswa USK menyampaikan sejumlah temuan berdasarkan observasi di beberapa daerah. Salah satu wilayah yang disoroti ialah Gayo Lues.

Ketua BEM USK menyampaikan bahwa mahasiswa masih menemukan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana dan belum sepenuhnya tertangani.

Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian pemerintah karena kerusakan sarana pendidikan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas belajar masyarakat di wilayah terdampak.

Mahasiswa meminta pemerintah memastikan proses rehabilitasi berjalan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Mereka juga mendorong agar kebutuhan masyarakat menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas pemulihan.

Transparansi Anggaran Jadi Sorotan

Selain persoalan infrastruktur, mahasiswa juga mempertanyakan transparansi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Ketua BEM Fakultas Teknik USK menyoroti pentingnya keterbukaan informasi mengenai penggunaan anggaran. Menurut mahasiswa, publik memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana dana pemulihan digunakan.

Transparansi anggaran menjadi bagian penting dari pengawasan publik. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat dapat ikut mengawal pelaksanaan program sekaligus menilai apakah penggunaan anggaran telah sesuai dengan kebutuhan pemulihan.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Keperawatan USK menyoroti kondisi fasilitas kesehatan yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

Mahasiswa juga mempertanyakan minimnya serapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk penanganan pascabencana.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena sektor kesehatan merupakan layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat, terutama setelah terjadi bencana yang dapat meningkatkan kebutuhan pelayanan medis.

Pemerintah dan Mahasiswa Diminta Terus Berkomunikasi

Aksi mahasiswa USK akhirnya direspons melalui pertemuan langsung dengan Plt Sekda Aceh. Pemerintah menyatakan akan memperkuat komunikasi internal bersama SKPA serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Taufik juga berharap dialog tidak berhenti setelah aksi demonstrasi berakhir. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mengawal kebijakan publik melalui kritik, kajian, dan temuan lapangan.

“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya.

Respons pemerintah tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang komunikasi antara penyelenggara pemerintahan dan kelompok mahasiswa.

Di sisi lain, kritik mahasiswa menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana Aceh masih membutuhkan pengawasan dan evaluasi. Persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, transparansi anggaran, hingga serapan TKD menjadi sejumlah isu yang perlu dijawab secara terbuka.

Bagi masyarakat terdampak, ukuran keberhasilan pemulihan bukan sekadar tersedianya program pemerintah. Yang lebih penting adalah seberapa cepat fasilitas dasar kembali berfungsi dan seberapa jauh kebutuhan warga benar-benar terakomodasi.

Karena itu, komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat menjadi penting. Pemerintah membutuhkan masukan dari lapangan, sementara masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai kebijakan, anggaran, serta progres pemulihan.

Dengan dialog yang berkelanjutan dan pengawasan publik yang konstruktif, proses pemulihan diharapkan tidak hanya berjalan lebih cepat, tetapi juga lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Diduga Pemkab Pesawaran Bagi-bagi Amplop Bergambar Calon Bupati Pesawaran 

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Kegiatan Ziarah religius yang diadakan oleh Pemerintah Daerah kabupaten (Pemkab) Pesawaran menuai perhatian masyarakat dan kritik dari berbagai Kalangan, pasalnya muncul dugaan adanya kampanye terselubung oleh salah satu calon Bupati Pesawaran, Nanda Indira. Kegiatan yang seharusnya murni bernuansa religius tersebut diduga disusupi dengan kepentingan politik dengan pembagian amplop bergambar Calon Bupati […]

  • KPK Bantah Penyidik Cuti, Ini Alasan Febri Diansyah Batal Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Jakarta, INC MEDIA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis kabar bahwa pemeriksaan Febri Diansyah batal dilakukan karena penyidik sedang cuti. Melalui juru bicaranya, Tessa Mahardika, KPK menegaskan bahwa penyidik tetap bekerja, tetapi tengah memeriksa saksi lain yang datang lebih dulu. Febri Diansyah dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Kamis, 27 Maret 2025, sebagai saksi dalam kasus dugaan […]

  • Gudang Minyak Mentah Soekarno Hatta Kembali Disorot Publik

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Orba
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA – Gudang minyak mentah Soekarno Hatta kembali menarik perhatian publik pada Selasa (28/04). Lokasi di kawasan PJR Cucian Fuso Noni itu diduga kembali beroperasi meski sebelumnya terseret dugaan aktivitas tanpa izin resmi dan pelanggaran hukum. Keberadaan gudang tersebut memicu pertanyaan masyarakat. Banyak pihak menilai aparat perlu segera memberi kepastian hukum. Publik […]

  • Pemko Langsa Umumkan Pemenang Pawai Alegoris HUT ke-81 Kemerdekaan RI

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kota Langsa, INC MEDIA – Pawai Alegoris dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Langsa berakhir dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik. Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan piala, piagam, serta uang pembinaan kepada para pemenang, Rabu (19/8/2026). Pawai Alegoris Jadi Ruang Kreativitas Pelajar Penyerahan […]

  • Pejabat Badan Gizi Nasional yang Mengurus Program makan Gratis didominasi Purnawirawan TNI

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, INC MEDIA — Pejabat Badan Gizi Nasional yang mengurus program makan gratis didominasi purnawirawan TNI. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengumumkan jajaran anak buahnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI. Ia menegaskan seluruh jajaran eselon I itu sudah resmi dilantik. “Alhamdulillah untuk jajaran eselon I (Badan Gizi Nasional), kami […]

  • Meriah, Brothers Adakan Anniversary ke-4: Teruskan Persaudaraan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA – Anniversary Brothers ke-4 berlangsung meriah dan penuh nuansa kekeluargaan di Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/9) mulai pukul 20.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi komunitas otomotif itu untuk mempererat persaudaraan, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus memperkuat komitmen agar keberadaan komunitas semakin memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Peringatan ulang […]

expand_less