Banjir Pemko Langsa Bergerak Cepat, Wali Kota Tinjau Sungai dan Salurkan Bantuan
- account_circle Supriaman
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kota Langsa, INC MEDIA – Banjir Pemko Langsa menjadi perhatian serius pemerintah daerah setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah Kota Langsa. Pemerintah Kota Langsa langsung mengerahkan jajaran terkait untuk memantau kondisi warga, meninjau aliran sungai, membersihkan material penghambat arus, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., bersama Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfisyahrin, S.T., turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak. Keduanya melakukan peninjauan secara terpisah guna memastikan kondisi masyarakat sekaligus melihat kebutuhan penanganan di lapangan.
Banjir Pemko Langsa, Aliran Sungai Jadi Perhatian
Dalam peninjauannya, Wali Kota Langsa memantau kondisi Sungai Krueng Langsa di Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama.

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kota Langsa. Pemerintah Kota Langsa juga meninjau sejumlah titik banjir dan kondisi aliran Krueng Langsa sebagai bagian dari respons cepat penanganan bencana. (Dok.foto/INC MEDIA)
Di lokasi tersebut, arus sungai mengalami hambatan akibat tumpukan kayu yang terbawa arus banjir. Material tersebut berpotensi menghambat aliran air apabila tidak segera ditangani.
Pemerintah daerah kemudian mengambil langkah teknis dengan mengerahkan Excavator (Beko) Long Arm milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa. Alat tersebut digunakan untuk membantu membersihkan material yang menghambat aliran sungai.
Penanganan juga diperkuat dengan penggunaan chainsaw untuk memotong material kayu yang terbawa arus.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan Banjir Pemko Langsa tidak hanya diarahkan pada penanganan warga terdampak, tetapi juga menyasar faktor yang dapat memperburuk kondisi banjir di lapangan.
Tepi Krueng Langsa Mengalami Pengikisan
Wali Kota Langsa selanjutnya meninjau aliran Krueng Langsa di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah melihat kondisi tepi sungai yang mengalami pengikisan akibat derasnya arus air.
Kondisi itu menjadi perhatian karena pengikisan tepi sungai dapat berdampak terhadap lingkungan dan kawasan di sekitar aliran sungai apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Karena itu, pemantauan terhadap kondisi sungai menjadi bagian penting dalam langkah pemerintah menghadapi dampak hujan deras dan potensi banjir susulan.
Banjir Pemko Langsa, Bantuan Disalurkan kepada Warga
Selain melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sungai, Wali Kota Langsa juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Bantuan diberikan secara langsung kepada warga maupun melalui para geuchik. Penyaluran tersebut menjadi bentuk respons pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak akibat genangan dan luapan air.
Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi warga dapat dipantau secara faktual, termasuk kebutuhan yang muncul selama proses penanganan bencana.
Wali Kota Langsa menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi wilayah terdampak dan mengambil langkah sesuai kebutuhan di lapangan.
Wakil Wali Kota Turun ke Lokasi
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Langsa Muhammad Haikal Alfisyahrin, S.T., juga turun langsung meninjau kondisi masyarakat serta sejumlah lokasi yang terdampak banjir.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi warga dan memastikan penanganan berjalan di lapangan.
Keterlibatan langsung kepala daerah dan wakil kepala daerah menunjukkan koordinasi penanganan banjir membutuhkan respons lintas sektor. Pemerintah tidak hanya mengandalkan satu perangkat daerah, tetapi menggerakkan sejumlah unsur sesuai tugas dan kewenangannya.
Banjir Pemko Langsa, Warga Diminta Waspada
Pemko Langsa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan susulan dan perubahan debit air sungai.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang membutuhkan penanganan petugas, terutama ketika terjadi peningkatan debit air, penyumbatan aliran, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan warga.
Penanganan bencana membutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi penting agar pemerintah dapat merespons kondisi yang berkembang secara lebih cepat dan tepat.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Sekda Kota Langsa Suhartini, Asisten I Pemko Langsa Al Azmi, Kepala BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, para camat, Danramil, Kapolsek, geuchik, para kepala bidang, personel BPBD, Tagana, Dishub, Satpol PP dan WH, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta unsur terkait lainnya.
Tujuh Gampong Terdampak Banjir
Berdasarkan informasi sementara, banjir dilaporkan berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Langsa.
Wilayah tersebut meliputi Gampong Seulalah, Seulalah Baru, Pondok Pabrik, Pondok Kemuning, Gedubang Aceh, Sidodadi dan Gampong Jawa.
Pemko Langsa diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan, khususnya kawasan yang berada di sekitar aliran sungai. Penanganan material yang menghambat arus serta pemantauan kondisi tepi sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak lanjutan.
Respons cepat di lapangan juga perlu diikuti dengan evaluasi kondisi drainase, sungai, dan kawasan rawan genangan secara berkala. Dengan demikian, penanganan tidak berhenti pada saat banjir terjadi, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana yang berkelanjutan.
- Penulis: Supriaman







