Breaking News

Formades Dukung Pemberantasan Korupsi di Tubuh Kementerian Pertanian

  • account_circle incmedia.site
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • print Cetak

Jakarta, INC MEDIA, – Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi sorotan publik setelah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mencopot sejumlah pejabat yang terlibat dugaan korupsi. Dalam langkah tegasnya, Mentan telah memecat empat pejabat penting, termasuk pejabat eselon II, karena diduga menerima suap senilai hingga Rp 10 miliar. Modus yang digunakan melibatkan permintaan komisi hingga 25% dari nilai proyek, termasuk penerimaan langsung uang suap sebesar Rp 700 juta oleh salah satu pejabat senior.

Download INC MEDIA di Google play store, dapatkan berita – berita terupdate setiap hari 

Forum Membangun Desa (Formades) menyatakan sikap tegas mendukung pemberantasan korupsi di tubuh Kementerian Pertanian. Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memastikan program pembangunan pertanian berjalan optimal tanpa adanya hambatan akibat praktik-praktik korupsi yang merugikan negara dan petani.

FORMADES juga mendorong penguatan sistem pengawasan internal di Kementan dan pemberian perlindungan bagi pelapor kasus korupsi. Menurut FORMADES, transparansi dalam penyaluran anggaran dan pelaksanaan proyek sangat penting untuk memastikan dana yang ada benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

BACA JUGAKemendes PDT RI akan surati kepala daerah soal dana Desa untuk Desa Digital

Data yang dirilis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat temuan penyalahgunaan anggaran senilai Rp1,8 triliun di berbagai program Kementerian Pertanian. Beberapa kasus ini melibatkan pengadaan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, hingga dana bantuan petani. Fakta ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah yang seharusnya mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Formades melihat bahwa korupsi di sektor pertanian tidak hanya menghambat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperparah masalah yang dihadapi petani. Di banyak wilayah, petani masih menghadapi kelangkaan pupuk bersubsidi, distribusi benih yang tidak merata, serta harga komoditas yang kerap dipermainkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kondisi ini mencerminkan lemahnya tata kelola dalam sektor pertanian, yang akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Ketua Bidang Litbang dan Inovasi DPP Formades, Yoseph Heriyanto dalam pernyataannya, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat desa dalam mengawasi jalannya program-program pertanian. Menurutnya, desa adalah ujung tombak dari keberhasilan pembangunan pertanian nasional.

“Ketika desa memiliki mekanisme pengawasan yang kuat, maka korupsi di tingkat atas hingga bawah dapat diminimalisir,” ujarnya.

Langkah konkret yang ditawarkan Formades adalah mendorong partisipasi publik melalui pembentukan kelompok kerja pengawasan di tingkat desa. Kelompok ini akan bertugas memantau penyaluran bantuan pertanian, memastikan keadilan distribusi, dan melaporkan jika ditemukan penyimpangan. Model ini diharapkan mampu menciptakan transparansi sekaligus memberdayakan masyarakat untuk turut menjaga integritas sektor pertanian.

BACA JUGA : Kemenag Dorong profesionalisasi pengelolaan wakaf melalui sertifikasi Nazir

Selain itu, Formades juga menyerukan reformasi besar-besaran di tubuh Kementerian Pertanian. Salah satunya adalah penguatan mekanisme pengadaan barang dan jasa yang berbasis teknologi digital untuk meminimalisir peluang korupsi, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

Sistem pengadaan barang dan jasa berbasis teknologi digital yang terintegrasi dan diawasi secara ketat akan meminimalisir praktek korupsi dari pusat sampai daerah,” tegasnya.

Di sisi lain, kasus korupsi yang menyeret sejumlah pejabat Kementerian Pertanian menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang tegas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus diberikan keleluasaan penuh untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut tanpa intervensi politik. Hal ini akan memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus memperbaiki citra kementerian di mata publik.

Namun, pemberantasan korupsi di sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Perlu ada pendidikan antikorupsi yang menyasar para pemangku kepentingan di bidang pertanian. Formades mengusulkan pelatihan khusus bagi para petani, perangkat desa, hingga pejabat daerah untuk menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap proses pembangunan.

Peran aktif Formades ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan lembaga swadaya masyarakat. Mereka percaya bahwa pemberantasan korupsi di sektor pertanian akan berdampak luas, tidak hanya pada peningkatan produktivitas petani, tetapi juga pada ketahanan pangan nasional.

Dalam konteks ini, Formades menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi adalah bagian dari perjuangan membangun kemandirian desa dan mewujudkan cita-cita kesejahteraan petani. Dengan kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemerintah, dan penegak hukum, harapan menuju sektor pertanian yang bersih, berintegritas, dan berdaya saing global dapat terwujud.**

  • Penulis: incmedia.site

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sopir Truk Tidak Ditahan, Istri Korban Lakalantas Mengadu ke Ketua Komisi III DPR RI dan Kapolda Lampung

    Sopir Truk Tidak Ditahan, Istri Korban Lakalantas Mengadu ke Ketua Komisi III DPR RI dan Kapolda Lampung

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – Sopir truk tidak ditahan dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Dodi Mirzon (37) di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandar Lampung, memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga. Merasa proses hukum berjalan tanpa kepastian, istri korban mendatangi aparat penegak hukum dan mengadukan persoalan tersebut ke Ketua Komisi III DPR RI serta […]

  • Terkait BB Stiker Tak Sesuai Pelaporannya, Bumairoh Akan Lapor Ke APH

    Terkait BB Stiker Tak Sesuai Pelaporannya, Bumairoh Akan Lapor Ke APH

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Adanya  Dugaan indikasi pelanggaran netralitas ASN dilingkup Pemkab Pesawaran kembali menuai sorotan hingga pelaporan. Ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran. Setelah sebelumnya Camat Negerikaton, Enggo Pratama ditangkap warga membawa ratusan APK  Nanda-Antonius, yang berada didalam didalam mobil Kini terjadi hal serupa, pada seorang Kabid di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

  • Diduga Untuk Kepentingan Money Politik, 30 KTP Elektronik Berhasil Diamankan daru 2 Pengurus Ranting PAN

    Diduga Untuk Kepentingan Money Politik, 30 KTP Elektronik Berhasil Diamankan daru 2 Pengurus Ranting PAN

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC Media, Setelah sebelumnya ramai diberitakan dugaan akan adanya praktik money politik dengan cara mengumpulkan KTP asli yang akan ditukarkan dengan sejumlah uang di Desa Tanjungan Kecamatan Katibung.  Ternyata, kabar tersebut bukan hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, kejadian serupa juga terjadi di Desa Way Muli Timur Kecamatan Rajabasa. Jika di Desa Tanjungan hanya […]

  • Pemilihan Ketua RT 03 Langkapura, Dua Kandidat Rebut 173 Suara

    Pemilihan Ketua RT 03 Langkapura, Dua Kandidat Rebut 173 Suara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – Pemilihan Ketua RT 03 Langkapura berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, di Lingkungan 2, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung. Dua kandidat bersaing memperebutkan 173 suara warga dalam proses demokrasi tingkat lingkungan yang berlangsung tertib. Warga Antusias Tentukan Pemimpin Lingkungan Warga RT 03 Lingkungan 2 memadati lokasi pemungutan suara sejak pagi. Mereka […]

  • Dugaan Tanah Wakaf PonPes Bahril Wahdah Darussalam Berubah Menjadi Sertifikat Hak Milik Pribadi Mulai Terkuak 

    Dugaan Tanah Wakaf PonPes Bahril Wahdah Darussalam Berubah Menjadi Sertifikat Hak Milik Pribadi Mulai Terkuak 

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC Media — Dugaan pembuatan Sertifikat Hak Milik (SHM), Pondok Pesantren (Ponpes) Bahril Wahdah Darussalam, dari wakaf menjadi sertifikat atas nama pribadi yang diduga dilakukan oleh M. Ridwan secara sepihak mulai terkuak.  Hal itu diketahui awak media, saat keluarga Ahli Waris H. Darussalam selaku pemberi wakaf, para Nadzir dan juga masyarakat Dusun 1 […]

  • Kinerja Pelayanan Damkar Kabupaten Pesawaran di Keluhkan Warga

    Kinerja Pelayanan Damkar Kabupaten Pesawaran di Keluhkan Warga

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Satu unit rumah semi permanen milik Ujang Saputra, di Dusun kejadian Desa Kurungan nyawa Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung ludes dilahap si jago merah,Selasa, (24/10/2024), sekira pukul 03:40 WIB. Erwin Ketua RT setempat, mengatakan belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun diduga kebakaran Berasal dari kosleting Listrik. “Kobaran Api sudah […]

expand_less