Dapur MBG Tak Higienis, KSP Dudung Ancam Suspend SPPG di Jakarta Barat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Sidak KSP Temukan Masalah Serius di Dapur Program Makan Bergizi Grati
Jakarta, INC MEDIA — Program Makan Bergizi Gratis kembali menjadi sorotan setelah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Barat. Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan kondisi dapur MBG tak higienis yang dinilai berpotensi membahayakan kualitas makanan bagi penerima manfaat program.
Sidak dilakukan di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Dari hasil pemeriksaan lapangan, Dudung menyoroti persoalan kebersihan dapur, pengelolaan limbah, hingga sanitasi area pengolahan makanan yang dianggap belum memenuhi standar kesehatan pangan.
Dalam keterangannya, Dudung menegaskan bahwa dapur MBG yang tidak memenuhi standar higienitas dapat dikenakan penghentian sementara operasional atau suspend.
“Yang pertama harus kita perhatikan adalah kebersihan. KSP akan segera mengaudit secara cepat dan memverifikasi secara nasional SPPG,” ujar Dudung.
Ditemukan Belatung dan Tumpukan Sampah
Temuan Sidak Jadi Alarm Pengawasan Program MBG
Dalam sidak tersebut, Dudung bahkan menemukan kondisi dapur yang dinilai memprihatinkan. Beberapa area dapur terlihat kotor dan terdapat tumpukan sampah di sekitar lokasi pengolahan makanan. Sejumlah laporan juga menyebut adanya belatung di area dapur MBG yang diperiksa.
Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan standar keamanan pangan yang seharusnya diterapkan dalam program berskala nasional tersebut. Dudung meminta pengelola segera melakukan pembenahan agar kualitas makanan tetap aman dikonsumsi.
Ia menegaskan bahwa dapur yang tidak mampu memenuhi standar kesehatan lebih baik dihentikan sementara sampai dilakukan perbaikan menyeluruh.
Audit Nasional SPPG Segera Dilakukan
KSP Siapkan Verifikasi Nasional Dapur MBG
KSP menyatakan akan melakukan audit cepat dan verifikasi nasional terhadap seluruh SPPG guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan dijalankan secara konsisten. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Sorotan terhadap dapur MBG sebelumnya juga muncul akibat berbagai persoalan di sejumlah daerah, mulai dari dugaan makanan tidak layak konsumsi hingga penghentian sementara operasional beberapa dapur. Bahkan, data KSP pada 2025 menyebut ribuan dapur MBG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
Pemerintah menilai aspek higienitas menjadi faktor utama yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan program makan bergizi. Sebab, kualitas makanan yang buruk dapat berdampak langsung pada kesehatan para siswa sebagai penerima manfaat.
Pengawasan Ketat Dinilai Penting
Pengawasan terhadap dapur MBG dinilai penting agar program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai tujuan. Selain kualitas gizi, kebersihan proses pengolahan makanan menjadi indikator utama keberhasilan program di lapangan.
KSP juga menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan untuk mencegah potensi pelanggaran standar operasional maupun penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG.*
- Penulis: Redaksi



