Kenaikan Isa Almasih Jadi Seruan Damai, A Benny Haharjo Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kenaikan Isa Almasih Jadi Momentum Kedamaia
Lampung Selatan, INC MEDIA — Peringatan Kenaikan Isa Almasih kembali menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memperkuat nilai kasih, toleransi, dan persaudaraan di tengah kehidupan sosial yang kerap diwarnai perbedaan. Momentum sakral ini dinilai bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga pengingat penting tentang arti kedamaian dalam kehidupan berbangsa.
Tokoh masyarakat A Benny Haharjo menegaskan bahwa peringatan Kenaikan Isa Almasih harus dimaknai sebagai ajakan moral untuk menjaga harmoni dan mengedepankan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, semangat kasih yang diajarkan Isa Almasih memiliki relevansi besar dalam kehidupan saat ini, terutama ketika masyarakat dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, konflik kepentingan, hingga polarisasi akibat perbedaan pandangan.
“Kenaikan Isa Almasih menjadi momentum untuk memperkuat kedamaian, membangun kasih sayang, dan menjaga persaudaraan antarsesama,” ujar A Benny Haharjo.
Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa nilai spiritual tidak hanya berhenti dalam ruang ibadah, tetapi juga harus hadir dalam tindakan nyata sehari-hari. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya ketegangan sosial di berbagai ruang publik, pesan damai dinilai semakin penting untuk digaungkan.
Kenaikan Isa Almasih dan Nilai Kemanusiaan
A Benny Haharjo menilai, masyarakat Indonesia memiliki kekuatan besar dalam menjaga kerukunan karena dibangun di atas semangat gotong royong dan toleransi. Karena itu, ia berharap momentum keagamaan seperti Kenaikan Isa Almasih dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
Ia juga mengingatkan bahwa kedamaian tidak lahir dari sikap saling curiga atau permusuhan, melainkan tumbuh dari rasa saling menghormati dan kemampuan memahami perbedaan.
“Kedamaian harus dirawat bersama. Jangan sampai perbedaan justru menjadi alasan untuk saling membenci,” katanya.
Pesan tersebut terasa menyentuh di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial. Banyak keluarga saat ini berharap pada suasana yang lebih tenang, aman, dan penuh kepedulian. Karena itu, nilai kasih yang dibawa dalam peringatan Kenaikan Isa Almasih dianggap mampu menjadi energi moral untuk memperkuat solidaritas sosial.
Momentum Kedamaian di Tengah Perbedaan
Peringatan Kenaikan Isa Almasih juga menjadi simbol harapan bahwa kehidupan yang damai tetap bisa diwujudkan meski masyarakat hidup dalam keberagaman. Indonesia, sebagai negara dengan banyak suku, agama, dan budaya, dinilai membutuhkan semangat persatuan yang terus dijaga secara kolektif.
Dalam pandangan A Benny Haharjo, masyarakat perlu menempatkan nilai kemanusiaan di atas kepentingan kelompok. Ia menilai, ketika rasa empati dan kepedulian terus tumbuh, maka ruang-ruang konflik dapat diminimalkan.
Momentum keagamaan, lanjutnya, seharusnya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia kembali melihat sesamanya sebagai saudara. Dengan cara itu, kedamaian tidak hanya menjadi slogan, melainkan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Peringatan Kenaikan Isa Almasih tahun ini pun diharapkan mampu membawa suasana yang lebih sejuk, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
- Penulis: Redaksi

