Susuri Sungai Kluet 2,5 Jam, Kak Na Temui Warga Terpencil Alue Keujruen
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ACEH SELATAN, INC MEDIA – Perjalanan panjang menyusuri Sungai Kluet selama 2,5 jam tidak menyurutkan langkah Marlina Usman, istri Gubernur Aceh yang akrab disapa Kak Na, untuk menemui masyarakat Gampong Alue Keujruen, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Kak Na ingin melihat secara langsung kondisi kehidupan masyarakat di wilayah terpencil, mendengar keluhan warga, sekaligus memastikan berbagai program pemberdayaan dan pelayanan masyarakat berjalan sesuai kebutuhan.
Pepatah “Jauh jalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa” seolah menggambarkan pendekatan Kak Na dalam menjalankan aktivitas sosialnya. Ia memilih turun langsung ke lapangan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
“TP PKK dengan 10 Program Pokoknya memiliki tugas yang tidak mudah. Jika hanya mengandalkan laporan dari bawah kita tak akan mendapatkan gambaran nyata tentang kondisi di daerah. Karena itu, terjun langsung merupakan salah satu upaya kita menghimpun berbagai informasi langsung dari masyarakat,” ujar Kak Na.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Fitriani Taufik dan Ketua TP PKK Aceh Selatan Nafisah Mirwan, bisa bersilaturrahmi dengan warga Gampong Alue Keujruen Kecamatan Kluet Tengah,” sambung Kak Na.
Perjalanan 2,5 Jam Menyusuri Sungai Kluet
Untuk mencapai Gampong Alue Keujruen, Kak Na bersama rombongan harus melewati perjalanan yang cukup menantang.
Perjalanan diawali dengan menempuh jalur darat selama sekitar satu jam. Setibanya di SDN Mersak, Gampong Simpang Dua, Kecamatan Kluet Tengah, Kak Na melanjutkan agenda dengan meninjau PAUD Negeri Melati Kluet Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, ia melihat langsung kondisi PAUD yang masih menumpang di beberapa ruang milik SDN Mersak. Kak Na juga meninjau perkembangan renovasi fasilitas pendidikan tersebut.
Setelah itu, rombongan bergerak menuju dermaga di tepi Sungai Kluet untuk melanjutkan perjalanan menggunakan perahu yang disebut warga sebagai boat stempel.
Kondisi arus sungai yang deras membuat perjalanan semakin menantang. Rombongan harus menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam sebelum akhirnya tiba di Gampong Alue Keujruen.
Perjalanan panjang tersebut sekaligus memperlihatkan tantangan geografis yang dihadapi masyarakat setempat dalam mengakses berbagai fasilitas pelayanan publik.
Boat Ambulans Menjadi Kebutuhan Mendesak Warga
Gampong Alue Keujruen dihuni 87 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 312 jiwa. Rinciannya, 180 laki-laki dan 132 perempuan.
Dalam kunjungan tersebut, Kak Na bersama rombongan meninjau pembinaan dan monitoring Gampong Mawaddah Warahmah, melihat kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu), serta berdialog langsung dengan masyarakat.
Dari pertemuan itu, sejumlah persoalan disampaikan warga. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak adalah ketersediaan transportasi medis atau boat ambulans untuk menangani kondisi darurat.
Keterbatasan akses transportasi darat membuat masyarakat sangat bergantung pada jalur sungai. Situasi tersebut menjadi persoalan serius ketika warga membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.
“Tadi, masyarakat mengeluhkan sejumlah permasalahan. Salah satu yang paling mendesak adalah boat ambulance untuk kegiatan darurat. Boat ambulance sangat dibutuhkan, karena salah seorang warga pernah harus melahirkan di atas boat stempel karena keterlambatan penanganan,” kata Kak Na.
Pengalaman seorang warga yang terpaksa melahirkan di atas perahu menjadi gambaran nyata betapa pentingnya sarana transportasi kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Kondisi geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan pertolongan medis. Karena itu, keberadaan boat ambulans diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi pasien, khususnya ibu hamil, persalinan, dan warga yang membutuhkan penanganan darurat.
Bupati Aceh Selatan Pesan Boat Khusus untuk Warga
Di tengah berbagai keluhan tersebut, Kak Na menyampaikan kabar baik mengenai upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan transportasi medis masyarakat Alue Keujruen.
“Alhamdulillah, kabar gembiranya, Bupati Aceh Selatan saat ini telah memesan boat khusus untuk warga di sana, ya seperti boat ambulance lah. Saat ini boat tersebut sedang dalam proses pengerjaan, Insya Allah segera selesai dan bisa dimanfaatkan oleh warga,” ungkap Kak Na.
Pemesanan perahu khusus tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan transportasi kesehatan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Namun, keberadaan fasilitas tersebut nantinya perlu diikuti dengan pengaturan operasional yang jelas, termasuk kesiapan pengemudi, petugas pendamping, pembiayaan bahan bakar, serta mekanisme pelayanan selama 24 jam untuk kondisi darurat.
Dengan demikian, boat ambulans tidak hanya menjadi fasilitas yang tersedia secara fisik, tetapi benar-benar dapat digunakan masyarakat ketika membutuhkan pertolongan.
Kak Na Tinjau Posyandu dan Kebun TOGA
Selain membahas persoalan transportasi kesehatan, kunjungan Kak Na juga diisi dengan peninjauan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Rombongan melihat kebun tanaman obat keluarga (TOGA), memantau pelaksanaan Posyandu, serta berdialog dengan warga mengenai kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, terutama dalam bidang kesehatan keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas hidup warga.
Kunjungan ke Gampong Alue Keujruen menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pelayanan publik harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan akses geografis terbatas.
Perjalanan panjang menyusuri Sungai Kluet memang telah berakhir. Namun, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat membutuhkan tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.
Ketersediaan boat ambulans, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pemerataan fasilitas pendidikan menjadi kebutuhan penting agar masyarakat Alue Keujruen memperoleh pelayanan yang layak tanpa harus terhambat kondisi geografis.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi



