Terima Gelar Doktor Honoris Causa, Yusril Diharapkan Berkontribusi Perkuat Kekhususan Aceh dan UUPA
- account_circle Redaksi
- calendar_month 10 menit yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa kepada Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, di UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjadi momentum bagi Pemerintah Aceh untuk menyampaikan harapan terkait penguatan kekhususan daerah.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), saat menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Yusril dalam bidang Hukum Islam di Auditorium Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Kamis (5/11/2026).
Penganugerahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-63 UIN Ar-Raniry. Atas nama Pemerintah Aceh, Dek Fadh menyampaikan selamat dan penghargaan kepada Yusril atas pengakuan akademik terhadap perjalanan intelektual, keluasan pemikiran, serta pengabdiannya di bidang hukum dan ketatanegaraan.
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra atas penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari UIN Ar-Raniry. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan akademik atas perjalanan intelektual, keluasan pemikiran, serta pengabdian panjang beliau dalam bidang hukum, ketatanegaraan, dan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Wagub Dek Fadh.
Dek Fadh Titip Harapan Penguatan UUPA
Di balik momentum akademik tersebut, Pemerintah Aceh berharap pengalaman dan pemikiran Yusril dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan kekhususan dan keistimewaan Aceh.
Salah satu perhatian yang disampaikan Dek Fadh adalah proses revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA). Menurutnya, penguatan regulasi tersebut penting untuk memperjelas kewenangan Aceh, memberikan kepastian hukum, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap pembahasan mengenai kekhususan Aceh dapat terus dikembangkan melalui komunikasi konstruktif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Penguatan UUPA juga diharapkan tetap berjalan dalam semangat mempererat hubungan antara Aceh dan pemerintah pusat, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
UIN Ar-Raniry Diharapkan Terus Melahirkan Generasi Berilmu
Selain menyampaikan harapan terkait kekhususan Aceh, Dek Fadh memberikan apresiasi atas perjalanan 63 tahun UIN Ar-Raniry dalam mengembangkan pendidikan dan tradisi keilmuan Islam di Aceh.
Ia berharap perguruan tinggi tersebut terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tradisi akademik, serta melahirkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, integritas, dan akhlak mulia.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi Islam memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia Aceh yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan daerah.
Yusril Sampaikan Orasi Ilmiah tentang Hukum Nasional
Rapat Senat Terbuka tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Yusril Ihza Mahendra dengan judul “Transformasi Syariah ke Dalam Hukum Nasional.”
Penganugerahan gelar kehormatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-63 UIN Ar-Raniry sekaligus momentum penguatan peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran hukum.
Pemerintah Aceh berharap hubungan antara dunia akademik, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat untuk mendorong lahirnya gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
Bagi Aceh, penguatan kekhususan dan keistimewaan daerah tetap menjadi salah satu agenda penting yang membutuhkan komunikasi, kepastian hukum, serta dukungan berbagai pihak. Harapan tersebut disampaikan Dek Fadh dalam momentum penganugerahan gelar kehormatan kepada Yusril di UIN Ar-Raniry.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi



