Kader PKK Aceh Diminta Aktif Berkoordinasi, Marlina Usman: Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan Program
- account_circle Redaksi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- print Cetak

ACEH SINGKIL, INC MEDIA – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Marlina Usman, menegaskan pentingnya koordinasi berjenjang antara kader PKK dengan para pemangku kebijakan dalam menyukseskan program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, para pemangku kebijakan di daerah merupakan pihak yang paling memahami kondisi serta persoalan masyarakat di wilayah masing-masing. Karena itu, kader PKK harus aktif membangun komunikasi dan koordinasi agar berbagai kendala di lapangan dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Marlina Usman saat melakukan pembinaan dan penilaian Gampong Mawaddah Warahmah (Gammawar) di Kantor TP PKK Desa Gosong Telaga Selatan, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (3/11/2026).
Koordinasi Berjenjang Jadi Kunci Keberhasilan Program PKK
Dalam arahannya, Marlina Usman yang akrab disapa Kak Na mengingatkan bahwa kader PKK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman (Kak Na), meninjau kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Gosong Telaga Selatan, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan Gampong Mawaddah Warahmah sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan pola hidup sehat, (Dok.foto/Helmy).
Melalui 10 Program Pokok PKK, para kader dituntut tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di wilayah masing-masing.
“Kader PKK merupakan garda terdepan organisasi ini dalam upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga. Dengan 10 Program Pokok PKK, kita dituntut untuk terus bersinergi dan berkoordinasi dengan para pemangku kebijakan di daerah secara bertahap dan berjenjang untuk menyukseskan berbagai program dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera” ujar Kak Na.
Ia menilai, lemahnya koordinasi dapat menyebabkan berbagai persoalan di tingkat bawah tidak tersampaikan kepada pengambil kebijakan. Akibatnya, kendala yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui kerja sama lintas pemerintahan berpotensi berlarut-larut.
“Tanpa koordinasi yang baik, maka semua kerja-kerja kader akan sia-sia. Ingat, tanpa koordinasi maka Ketua TP PKK Pusat tidak mengetahui kendala PKK di tingkat provinsi. Demikian juga TP PKK Aceh tentu tidak mengetahui permasalahan dan kendala di tingkat kabupaten dan kota demikian seterusnya hingga tingkat kecamatan dan gampong,” ucap Kak Na.
Karena itu, ia meminta seluruh kader PKK membangun komunikasi secara aktif dan menyampaikan setiap kendala melalui jalur koordinasi yang telah ditetapkan.
“PKK Gampong bersama Geuchiek melapor ke kecamatan, camat melapor ke Bupati, bupati melapor ke Gubernur dan PKK Aceh, jika kendala tersebut tidak juga bisa ditanggulangi di Pemerintah Aceh, maka kami akan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat, ke PKK Pusat,” kata Kak Na.
Istri Gubernur Aceh tersebut meyakini, koordinasi yang berjalan baik serta gerakan bersama lintas sektor akan mempermudah penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Posyandu Kini Memiliki Tugas Lebih Luas
Selain menekankan pentingnya koordinasi, Kak Na juga mengingatkan para pemangku kebijakan agar memahami perkembangan tugas Posyandu yang kini mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia menjelaskan, peran Posyandu tidak lagi terbatas pada kegiatan penimbangan berat badan balita. Cakupan pelayanan yang semakin luas membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai sektor agar program dapat berjalan optimal.
“Tugas kami di Posyandu semakin luas. Kini, Posyandu tidak lagi sebatas timbang-timbang badan balita, tugas kami lebih luas. Karena itu, sekali lagi, koordinasi adalah kunci untuk menyukseskan berbagai program kerja pemerintah,” ucap Kak Na.
Penegasan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan masyarakat membutuhkan kerja sama antara kader, pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah.
Kebun TOGA Didorong Menjadi Gerakan Keluarga
Dalam kunjungan tersebut, Kak Na juga meninjau kebun tanaman obat keluarga (TOGA) milik PKK Desa Gosong Telaga Selatan.
Ia mengapresiasi kondisi kebun yang tertata asri dan dipenuhi beragam tanaman, mulai dari tanaman obat, buah-buahan hingga sayuran.
Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan kebun TOGA tidak hanya dilakukan di lingkungan kantor PKK. Para kader diharapkan mampu mengajak masyarakat mengembangkan kebun serupa di pekarangan rumah masing-masing.
“Jika kita memiliki kebun toga sendiri, maka kebutuhan harian di rumah bisa terpenuhi, ini tentu akan meminimalisir pengeluaran harian,” kata Kak Na.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam tanaman obat, sayuran, dan buah-buahan dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga. Selain mendukung kebutuhan rumah tangga, kegiatan tersebut juga dapat mendorong pola hidup sehat dan membantu menghemat pengeluaran sehari-hari.
Tinjau Posyandu, Senam Lansia hingga Beri Bantuan Mesin Jahit
Agenda kunjungan Kak Na di Desa Gosong Telaga Selatan juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Ia mengikuti kegiatan senam bersama para lanjut usia (lansia), meninjau pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu Cendrawasi, serta berdialog dengan anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan menggambar di perpustakaan desa.
Kak Na juga mengunjungi Rumah Sehat milik Suwirna. Rumah tersebut menjadi salah satu indikator dalam penilaian Gammawar karena mencerminkan penerapan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, rapi, dan nyaman.
Kondisi Rumah Sehat milik Suwirna mendapat perhatian dan apresiasi dari Kak Na. Sebagai bentuk penghargaan atas upaya menjaga lingkungan rumah, ia memberikan hadiah berupa satu unit mesin jahit kepada Suwirna.
Pemberian tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan keluarga, sekaligus mendorong masyarakat agar terus menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal.
Bupati Aceh Singkil Apresiasi Pembinaan TP PKK Aceh
Sementara itu, Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP PKK Aceh beserta rombongan ke Desa Gosong Telaga Selatan.
Ia mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan melalui kegiatan pembinaan serta penilaian Gampong Mawaddah Warahmah.
Oyon juga menilai pelaksanaan Lomba Gammawar dapat menjadi pemantik semangat bagi pemerintah gampong dan masyarakat untuk membenahi lingkungan serta meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan kesempatan bagi setiap desa untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Melalui pembinaan tersebut, diharapkan kader PKK semakin aktif menjalankan program pemberdayaan keluarga, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kunjungan Ketua TP PKK Aceh ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sosial tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Diperlukan keterlibatan kader, pemerintah daerah, pemerintah gampong, dan masyarakat agar berbagai program dapat berjalan secara berkesinambungan.
Pewarta: Tim INC MEDIA
INC MEDIA – Tegas, Objektif dan Terpercaya.
- Penulis: Redaksi



