Momentum Maulid Nabi, Wali Kota Langsa Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah SAW
- account_circle Helmy
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Kota Langsa, INC MEDIA — Teladani Akhlak Rasulullah SAW menjadi pesan utama Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., saat menghadiri Maulid Akbar 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Langsa di Masjid Agung Kota Langsa, Selasa malam (25/8/2026).
Iringan salawat menghidupkan suasana malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, bagi Jeffry, momentum tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan tahunan. Peringatan Maulid harus mendorong masyarakat menerapkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Di hadapan para ulama, Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Langsa dan masyarakat, Jeffry menegaskan bahwa Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk mengenang, memahami, mencintai sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi merupakan momentum untuk mengenang, memahami, mencintai dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW,” ujar Jeffry.
Teladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Pembangunan
Jeffry mengatakan, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam membangun kehidupan yang berlandaskan kasih sayang, keimanan, keadilan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, pembangunan Kota Langsa menurutnya tidak cukup hanya mengejar pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga perlu memperkuat pembangunan manusia agar masyarakat memiliki iman, ilmu, karakter dan kepedulian sosial.
“Kita ingin menjadi Kota Langsa yang maju, sejahtera dan makmur, juga diiringi dengan nilai-nilai agama dan budaya,” katanya.
Jeffry juga mengajak masyarakat menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Masjid, kata dia, harus menjadi ruang untuk memperkuat ilmu, akhlak, persaudaraan serta kepedulian sosial.
Teladani Akhlak Rasulullah SAW, Jaga Persaudaraan
Selain persoalan moral dan keagamaan, Jeffry mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, ketertiban dan kerukunan di Kota Langsa.
Menurutnya, suasana kota yang aman dan harmonis tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial dan persaudaraan.
“Karena kitalah masyarakat Langsa yang menjaga kota ini untuk tetap tertib, aman dan semuanya memiliki rasa persaudaraan yang tinggi,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan nilai persaudaraan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Kemajuan kota, menurut Jeffry, harus berjalan seimbang dengan kualitas hubungan sosial masyarakat.
Jadup Tahap III untuk 23.869 KK
Dalam kesempatan yang sama, Jeffry menyampaikan perkembangan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tahap III bagi masyarakat terdampak bencana.
Jeffry mengungkapkan bahwa dirinya telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Jadup tahap III untuk 23.869 kepala keluarga (KK). Selanjutnya, data tersebut akan diproses untuk disampaikan kepada Kementerian Sosial.
Ia meminta masyarakat kembali memeriksa data penerima melalui tautan yang akan dibagikan pemerintah. Jika terdapat nama yang belum tercantum, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada perangkat gampong agar dapat dilakukan pengecekan dan perbaikan data.
“Mudah-mudahan permohonan kita segera disetujui dan seluruh warga Kota Langsa yang telah terkena banjir semuanya mendapat Jadup,” harapnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak bencana. Pemerintah daerah berharap proses pengajuan bantuan dapat berjalan sesuai tahapan hingga seluruh warga yang memenuhi ketentuan menerima bantuan.
Teladani Akhlak Rasulullah SAW melalui Kesabaran
Maulid Akbar Pemerintah Kota Langsa menghadirkan Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A. dari Sumatera Utara sebagai penceramah tunggal.
Ia mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Berakhlak Mulia.”
Dalam tausiahnya, Prof. Syukri mengajak masyarakat melihat perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai sumber keteladanan ketika menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, Rasulullah SAW bukan sosok yang menjalani kehidupan tanpa ujian. Sejak lahir sebagai seorang yatim, Rasulullah SAW telah menghadapi berbagai cobaan. Dalam perjalanan dakwah, beliau juga menghadapi fitnah, tekanan, kehilangan orang-orang yang dicintai hingga berbagai kesulitan.
Namun, berbagai ujian tersebut tidak membuat Rasulullah SAW menyerah dalam menjalankan amanah Allah SWT.
Prof. Syukri menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, ikhtiar dan keteguhan hati dalam menghadapi kehidupan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah iri, membandingkan kehidupan dengan orang lain, maupun berburuk sangka terhadap takdir Allah SWT.
“Jangan ukur takdir Allah sebatas kemampuan otak kita. Kita harus tetap berikhtiar dan tidak berprasangka buruk kepada takdir Allah,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban untuk terus berusaha, sedangkan hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi relevan dalam kehidupan masyarakat. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang bagaimana manusia menghadapi ujian, menjaga hubungan dengan sesama, bersikap adil dan tetap teguh menjalankan kebaikan.
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kota Langsa akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda peringatan. Momentum tersebut membawa pesan tentang pentingnya membangun manusia yang berkarakter, memperkuat persaudaraan dan menjadikan nilai agama sebagai bagian dari kehidupan sosial.
Bagi Pemerintah Kota Langsa, pembangunan yang maju dan sejahtera diharapkan berjalan beriringan dengan masyarakat yang beriman, berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
- Penulis: Helmy







