Polwan Goes To School Edukasi Siswa SMPN 6 Cirebon tentang Perlindungan dari Kekerasan Seksual
- account_circle Asep Suparman
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

Cirebon Kota, INC MEDIA – Polwan Goes To School menjadi ruang edukasi bagi siswa SMPN 6 Kota Cirebon untuk memahami pentingnya perlindungan diri dari kekerasan seksual. Kegiatan yang digelar Polwan Polres Cirebon Kota, Rabu (26/8/2026), itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan RI.
Polwan Goes To School Dekatkan Polisi dengan Pelajar
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB. Polwan Polres Cirebon Kota hadir langsung di lingkungan sekolah dengan mengusung tema “Menjaga dan Melindungi Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual.”
Program tersebut melibatkan jajaran Polwan Polres Cirebon Kota, pihak sekolah, serta para siswa SMPN 6 Kota Cirebon. Kehadiran Polwan tidak sekadar memperkenalkan tugas kepolisian, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda.
Kegiatan dihadiri Kaurmintu Sat Intelkam Polres Cirebon Kota Iptu Euis Tuti Herawati bersama sejumlah Polwan Polres Cirebon Kota. Turut hadir Kepala SMPN 6 Kota Cirebon Yudi Taryadu, S.Pd., M.M., Wakasek Bidang Humas Yati Mulyati, Wakasek Bidang Kesiswaan Noor Aen, M.Pd., serta para siswa sebagai peserta.
Melalui Polwan Goes To School, para pelajar diajak memahami bahwa perlindungan diri merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi diberikan dengan pendekatan yang dekat dengan pengalaman remaja sehingga materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Polwan Goes To School Bahas Batasan Diri
Materi yang diberikan mencakup sejumlah persoalan yang kerap dihadapi remaja. Polwan mengajak siswa mengenali pertemanan yang sehat, memahami personal boundaries atau batasan diri, serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Para siswa juga mendapat pemahaman mengenai berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan. Polwan menekankan bahwa kekerasan tidak selalu meninggalkan luka fisik. Perilaku yang melanggar batas pribadi, membuat seseorang tertekan, atau dilakukan tanpa persetujuan juga perlu dikenali dan diwaspadai.
Pemahaman tersebut penting agar siswa tidak menganggap tindakan yang merendahkan, mengintimidasi, atau melewati batas sebagai sesuatu yang wajar dalam pergaulan.
Selain lingkungan sekolah dan pertemanan, edukasi juga menyentuh persoalan keamanan di ruang digital. Para siswa diingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, termasuk menyaring informasi sebelum membagikan konten, menghindari cyberbullying, serta menjaga keamanan akun pribadi.
Polwan juga mengingatkan bahwa aktivitas di dunia maya tetap memiliki konsekuensi. Karena itu, siswa perlu mempertimbangkan dampak setiap unggahan, komentar, maupun interaksi digital terhadap dirinya sendiri dan orang lain.
Polwan Dorong Siswa Berani Mencari Pertolongan
Iptu Euis Tuti Herawati menjelaskan bahwa Polwan Goes To School menjadi kesempatan bagi Polwan untuk berinteraksi langsung dengan pelajar sekaligus memberikan pengetahuan yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.
“Melalui Polwan Goes To School, kami ingin hadir lebih dekat dengan para pelajar, memberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman, dihargai dan terlindungi, termasuk berani menjaga batasan dirinya serta menghormati batasan orang lain,” ujar Iptu Euis Tuti Herawati.
Menurutnya, pembekalan sejak dini diperlukan agar generasi muda mampu mengenali situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka.
Ia menambahkan, siswa perlu memiliki keberanian untuk berkata tidak ketika menghadapi tindakan yang tidak tepat. Mereka juga tidak perlu takut mencari pertolongan ketika berada dalam situasi yang membuat mereka merasa terancam atau tidak aman.
Selain perlindungan diri, penggunaan media sosial secara bijak juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Dengan edukasi tersebut, Polwan Polres Cirebon Kota berharap para pelajar tidak hanya memahami cara melindungi diri, tetapi juga mampu menghormati orang lain. Sikap saling menghargai, menjaga batasan pribadi, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi masalah menjadi bekal penting bagi remaja.
Polwan Goes To School pada akhirnya bukan hanya kegiatan seremonial. Program ini menjadi bentuk pendekatan preventif kepolisian dengan masuk langsung ke ruang pendidikan dan membangun kesadaran siswa sejak dini.
Upaya tersebut penting karena lingkungan yang aman tidak hanya dibentuk melalui penindakan setelah terjadi kekerasan. Pencegahan juga membutuhkan pengetahuan, keberanian untuk bersikap, serta komunikasi yang terbuka antara pelajar, sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum.
Dengan pendekatan yang edukatif dan humanis, kehadiran Polwan di sekolah diharapkan dapat memperkuat kesadaran generasi muda untuk menjaga diri, menghormati orang lain, serta berani mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi kekerasan maupun pelecehan.
(Asep Suparman)
- Penulis: Asep Suparman







