Breaking News
light_mode

Layanan Nikah Tanpa Pungutan Tambahan, Kemenag Tegaskan Warga Jangan Bayar di Luar Ketentuan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA — Layanan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) harus berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tidak boleh ada pungutan tambahan di luar biaya resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Penegasan ini disampaikan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan pencatatan pernikahan secara profesional, sekaligus mencegah praktik pungutan liar maupun pembayaran yang tidak memiliki dasar hukum.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, secara tegas meminta seluruh Kepala KUA memastikan pelayanan nikah berjalan sesuai aturan.

“Saya instruksikan kepada seluruh Kepala KUA agar memastikan layanan nikah berjalan sesuai ketentuan. Tidak boleh ada pungutan selain PNBP resmi Rp600.000 untuk nikah di luar KUA atau di luar hari dan jam kerja,” tegas Zayadi di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Layanan Nikah Harus Sesuai Ketentuan

Pernyataan Ahmad Zayadi menjadi penegasan bahwa layanan nikah merupakan pelayanan publik yang tidak boleh dibebani biaya di luar ketentuan.

KUA memiliki kewenangan memberikan pelayanan pencatatan pernikahan kepada masyarakat. Karena itu, setiap proses harus dilakukan secara terbuka, mulai dari persyaratan administrasi, prosedur, jadwal pelayanan, hingga ketentuan biaya.

Masyarakat berhak mengetahui secara jelas kapan layanan nikah tidak dikenakan biaya dan kapan terdapat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kejelasan informasi tersebut penting agar masyarakat tidak menjadi korban pungutan yang mengatasnamakan pelayanan administrasi pernikahan.

Kemenag Tegaskan PNBP Nikah

Kemenag menegaskan terdapat ketentuan biaya resmi untuk pelaksanaan nikah di luar KUA atau di luar hari dan jam kerja.

Ahmad Zayadi menyebut besaran PNBP resmi tersebut sebesar Rp600.000. Karena itu, petugas tidak diperbolehkan meminta pembayaran lain di luar ketentuan tersebut.

Penegasan ini sekaligus mempersempit ruang terjadinya pungutan informal dalam pelayanan masyarakat.

Dalam praktiknya, masyarakat terkadang menghadapi berbagai biaya yang disebut sebagai biaya administrasi, transportasi, atau kebutuhan pelayanan lainnya. Namun, setiap pembayaran tetap harus memiliki dasar dan mekanisme yang jelas.

Jika suatu pungutan tidak tercantum dalam ketentuan resmi, masyarakat berhak mempertanyakan dasar pembebanannya.

Nikah di KUA Tidak Boleh Dibebani Pungutan

Pada prinsipnya, pelaksanaan nikah di KUA pada hari dan jam kerja memiliki ketentuan tarif tersendiri. Masyarakat perlu memahami perbedaan antara layanan nikah di KUA dan pelaksanaan nikah di luar KUA.

Pemahaman ini penting agar warga tidak serta-merta mengeluarkan uang hanya karena diminta oleh pihak tertentu.

Kemenag juga perlu memastikan informasi mengenai tarif dan prosedur layanan tersedia secara terbuka di setiap KUA. Transparansi informasi akan membantu masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya.

Dengan demikian, masyarakat dapat menolak secara tepat apabila menemukan adanya permintaan pembayaran yang tidak sesuai aturan.

Kepala KUA Diminta Perketat Pengawasan

Instruksi kepada seluruh Kepala KUA menunjukkan bahwa pengawasan internal menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pelayanan.

Kepala KUA tidak hanya bertugas memastikan pencatatan pernikahan berjalan lancar. Mereka juga harus memastikan seluruh petugas memberikan pelayanan sesuai standar dan tidak memungut biaya di luar ketentuan.

Pengawasan harus dilakukan sejak proses pendaftaran hingga pelayanan selesai.

Jika ada keluhan masyarakat mengenai dugaan pungutan tambahan, laporan tersebut perlu ditindaklanjuti secara serius. Jangan sampai masyarakat harus membayar lebih hanya untuk mendapatkan pelayanan yang sebenarnya menjadi kewajiban pemerintah.

Masyarakat Diminta Berani Bertanya

Kemenag juga mengingatkan masyarakat agar tidak pasif ketika menghadapi permintaan pembayaran.

Warga dapat meminta penjelasan mengenai jenis biaya, besaran, serta dasar hukumnya. Jika pembayaran tersebut merupakan PNBP, masyarakat juga perlu memastikan proses pembayaran dilakukan melalui mekanisme resmi.

Sikap kritis masyarakat menjadi bagian penting dari pengawasan pelayanan publik.

Sebaliknya, petugas KUA harus memberikan informasi secara jujur, terbuka, dan mudah dipahami. Tidak boleh ada biaya yang sengaja disamarkan atau disampaikan secara tidak jelas kepada masyarakat.

Pelayanan Bersih Bukan Sekadar Slogan

Penegasan Kemenag mengenai layanan nikah tanpa pungutan tambahan bukan sekadar persoalan tarif. Hal ini berkaitan dengan integritas aparatur dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pelayanan publik yang bersih harus bebas dari pungutan liar, gratifikasi, dan pembayaran informal yang tidak memiliki dasar.

Karena itu, instruksi Ahmad Zayadi kepada seluruh Kepala KUA perlu diterjemahkan dalam pengawasan nyata di lapangan.

Masyarakat tidak boleh dibebani biaya tambahan di luar ketentuan. Petugas juga harus memahami bahwa setiap rupiah yang diminta dari masyarakat harus memiliki dasar hukum dan mekanisme pembayaran yang sah.

Jika prinsip tersebut dijalankan secara konsisten, pelayanan nikah dapat berlangsung lebih transparan, sederhana, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Kemenag pada akhirnya tidak hanya dituntut menetapkan aturan, tetapi juga memastikan aturan tersebut benar-benar dipatuhi sampai tingkat pelayanan paling bawah.(*)

INC MEDIA — Tegas, Objektif dan Terpercaya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabrak Ayla Hingga Hantam Pagar dan Pohon, Truk Tangki Diduga Kerap Angkut BBM Ilegal dari Sungai Lilin

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Truk Tangki BBM Ilegal Tabrak Ayla di Jalan Ir. Sutami TANJUNG BINTANG, INC MEDIA — Truk tangki BBM ilegal diduga terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah mobil Daihatsu Ayla di Jalan Ir. Sutami, tepatnya di depan sebuah perusahaan pakan ternak di Dusun Kemang, Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (10/3/2025) sekitar pukul […]

  • Kapolresta Cirebon Pantau Langsung Gatur Lalu Lintas, 979 Personel Siaga di 166 Titik

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA — Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung memantau pelaksanaan penjagaan dan pengaturan (Gatur) lalu lintas pagi dan sore di wilayah hukum Polresta Cirebon, Senin (26/10/2026). Sebanyak 979 personel disiagakan di 166 titik strategis untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap pelayanan kepolisian […]

  • Pembangunan Senderan Sungai Suba Dipercepat, Wali Kota Cirebon Pastikan Pengendalian Banjir Terus Berjalan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    CIREBON, INC MEDIA – Pembangunan Senderan Sungai Suba terus menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Cirebon dalam memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan rawan genangan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung yang dilakukan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, terhadap progres pembangunan senderan di RW 09, Kelurahan Drajat, Rabu (8/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan […]

  • Nasib Tenaga Honorer Pesawaran menjadi perhatian Khusus Bupati terpilih 

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC Media — Persoalan kesejahteraan para guru honorer di Kabupaten Pesawaran terus menjadi sorotan. Hingga saat ini, insentif ribuan guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Honor Murni (PGHM) dan Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) masih tertunggak. Situasi ini menambah daftar persoalan yang belum terselesaikan, selain iuran BPJS dan Siltap aparatur desa […]

  • Kejari Pesawaran Tetapkan Perwalian Lima Anak LKSA Sholawatul Falah

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Jaksa Pengacara Negara Hadirkan Kepastian Hukum untuk Anak-Anak LKSA Sholawatul Falah Pesawaran, INC MEDIA — Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan perlindungan hukum untuk anak-anak Indonesia. Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN), Kejari Pesawaran berhasil mengajukan dan memperoleh Penetapan Perwalian atas lima anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Sholawatul […]

  • Judi Online Jadi Ancaman, Polri, Komdigi, dan UPH Bersinergi Bangun Generasi Digital Berintegritas

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG, INC MEDIA – Judi online mahasiswa menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius Polri. Melalui program Polri Goes to Campus, Kepolisian Republik Indonesia menggandeng Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperkuat literasi digital sekaligus mencegah maraknya praktik judi online di kalangan generasi muda. Kegiatan bertajuk “Kampus Sehat, Mahasiswa […]

expand_less