Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Pembinaan Teritorial Maritim di Lima Kecamatan Pesisir Pesawaran
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

PESAWARAN, INC MEDIA — Pembinaan teritorial maritim menjadi salah satu langkah strategis Brigif 4 Marinir/BS untuk memperkuat sinergi pertahanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran.
Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS) Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla, menggelar Sosialisasi Pembinaan Teritorial Maritim bersama para kepala desa dari lima kecamatan pesisir Pesawaran. Kegiatan berlangsung di Mako Brigif 4 Mar/BS, Piabung, Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi, tetapi juga ruang memperkuat komunikasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.
Pembinaan Teritorial Maritim Menjangkau Lima Kecamatan
Lima wilayah yang menjadi sasaran pembinaan teritorial maritim tersebut adalah Kecamatan Padang Cermin, Way Ratai, Marga Punduh, Punduh Pidada, dan Teluk Pandan.
Kelima kecamatan tersebut memiliki karakter wilayah yang kuat dengan potensi pesisir dan laut. Karena itu, penguatan hubungan antara aparat pertahanan dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan potensi wilayah dapat dikembangkan secara produktif sekaligus tetap mendukung kepentingan pertahanan.
Brigif 4 Mar/BS menempatkan sinergi sebagai bagian penting dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Pendekatan tersebut membuat tugas pertahanan berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan masyarakat.
Danbrigif 4 Mar/BS menegaskan bahwa keberadaan satuannya harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Keberadaan Brigif 4 Marinir/BS diwilayah Pesawaran tidak hanya sebagai satuan pertahanan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin membangun sinergi melalui berbagai program yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Pesawaran” ujarnya.
Sinergi TNI dan Pemerintah Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Konsep pembinaan teritorial maritim tidak berhenti pada aspek pertahanan. Brigif 4 Mar/BS juga mendorong sejumlah program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Program tersebut antara lain pemberdayaan masyarakat, penguatan ketahanan pangan, pengembangan budidaya melon berbasis green house, serta rencana pelaksanaan TMMD Mandiri.
Rencana TMMD Mandiri diarahkan untuk membantu pembangunan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat. Pelaksanaannya akan mengandalkan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha.
Model kolaborasi semacam ini penting karena pembangunan wilayah pesisir tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi. Pemerintah memiliki kewenangan dalam pembangunan dan pelayanan publik, sementara masyarakat menjadi bagian utama yang menentukan keberlanjutan program di lapangan.
Di sisi lain, TNI melalui pembinaan teritorial dapat menjadi penggerak kolaborasi sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Pesawaran Punya Potensi Pesisir yang Besar
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, Pesawaran memiliki potensi pesisir dan laut yang besar sehingga membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak.
“Pesawaran memiliki potensi pesisir dan laut yang luar biasa. Potensi tersebut harus kita maksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi seluruh pihak, termasuk Brigif 4 Marinir/BS” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa potensi pesisir Pesawaran tidak cukup hanya dipandang sebagai kekayaan alam. Potensi tersebut harus dikelola secara terarah agar mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, sinergi antara Brigif 4 Mar/BS, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program di kawasan pesisir.
Pembinaan Teritorial Harus Berdampak Nyata
Penguatan pembinaan teritorial maritim di lima kecamatan pesisir Pesawaran pada akhirnya akan diuji melalui dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Program pemberdayaan, ketahanan pangan, pengembangan pertanian berbasis teknologi, hingga pembangunan fasilitas umum harus memiliki manfaat yang jelas dan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut juga membuka ruang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terlibat sejak tahap perencanaan. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan wilayah.
Bagi Pesawaran, penguatan kolaborasi menjadi semakin penting karena wilayah pesisir memiliki karakter dan tantangan yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan. Infrastruktur, ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, serta pengelolaan potensi laut membutuhkan koordinasi lintas sektor.
Melalui pembinaan teritorial yang terarah, Brigif 4 Mar/BS menunjukkan bahwa tugas pertahanan dapat berjalan berdampingan dengan agenda pembangunan daerah. Kuncinya adalah memastikan setiap bentuk sinergi memiliki tujuan yang jelas dan menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.
Dengan demikian, pembinaan teritorial maritim bukan hanya soal memperkuat hubungan kelembagaan. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan wilayah sekaligus mendorong masyarakat pesisir Pesawaran agar semakin mandiri dan sejahtera.
- Penulis: Redaksi






