Jadup Tahap II Kota Langsa Cair 23 September, 24.203 Jiwa Bakal Terima Bantuan Rp32,67 Miliar
- account_circle Supriaman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

KOTA LANGSA, INC MEDIA — Jadup Tahap II Kota Langsa untuk korban bencana banjir dipastikan kembali disalurkan mulai Rabu, 23 September 2026. Pemerintah Kota Langsa memastikan penyaluran tahap kedua termin dua tersebut menyasar 24.203 jiwa yang tergabung dalam 11.738 kepala keluarga (KK).
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp32.674.050.000. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana banjir.
Jadup Tahap II Kota Langsa Mulai Disalurkan 23 September
Kepastian penyaluran disampaikan Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., saat silaturahmi dan temu ramah Pemerintah Kota Langsa bersama insan pers di Edukasi Cafe, Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama, Senin (21/9/2026).
Jeffry mengatakan, jadwal penyaluran mengacu pada surat pemberitahuan yang diterima Pemko Langsa dari Kementerian Sosial RI melalui PT Pos Indonesia Kantor Cabang Langsa pada Senin (21/9/2026).
“Ini menyangkut penyaluran jaminan hidup Tahap II termin dua. Beberapa waktu lalu sudah kita salurkan, namun masih ada yang belum menerima secara lengkap. Berdasarkan surat yang masuk hari ini dari Kementerian Sosial melalui PT Pos Indonesia, penyaluran kembali dilakukan mulai Rabu 23 sampai 29 September 2026,” ujar Jeffry.
Berdasarkan ketentuan tersebut, penyaluran berlangsung selama tujuh hari, yakni mulai 23 hingga 29 September 2026. Masyarakat penerima dapat memperoleh bantuan melalui Kantor Pos Indonesia Cabang Langsa.
Nilai Bantuan Rp1,35 Juta per Jiwa
Jeffry menjelaskan, Jadup Tahap II Kota Langsa diberikan dengan nilai Rp1.350.000 untuk setiap jiwa.
Jumlah penerima mencapai 24.203 jiwa atau 11.738 KK. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai bantuan yang disalurkan pemerintah mencapai Rp32.674.050.000.
Penyaluran melalui PT Pos Indonesia diharapkan dapat mempermudah proses distribusi bantuan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Pemko Langsa juga menjelaskan bahwa bantuan penanganan korban bencana tidak hanya berbentuk jaminan hidup. Pemerintah menyiapkan tiga skema bantuan, yaitu bantuan isi hunian, stimulan ekonomi, dan jaminan hidup.
Secara akumulatif, sebagian penerima sebelumnya telah memperoleh bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi dengan total nilai mencapai Rp8 juta.
Jadup Tahap III Masuk Tahap Pemadanan Data
Selain menyelesaikan penyaluran Jadup Tahap II Kota Langsa, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan usulan bantuan tahap III.
Untuk tahap tersebut, Pemko Langsa sebelumnya mengusulkan sebanyak 23.869 KK kepada Satgas PRR. Setelah melalui proses pemadanan data oleh Pusdatin Kemendagri, jumlah tersebut berubah menjadi 23.261 KK dengan total 74.688 jiwa.
Data hasil pemadanan itu selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Sosial RI. Data tersebut kemudian akan diverifikasi melalui Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Hasil verifikasi nantinya menjadi dasar penetapan calon penerima bantuan tahap III. Bantuan tersebut mencakup jaminan hidup, stimulan ekonomi, serta bantuan isi hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
“Inilah yang sudah ditempuh Pemko Langsa untuk usulan Jadup bagi korban banjir tahun lalu. Kami berharap masyarakat dapat bersabar menunggu hasilnya. Insya Allah, bantuan tersebut akan tersalurkan,” kata Jeffry.
Pemerintah daerah meminta masyarakat mengikuti proses pendataan dan verifikasi yang sedang berjalan. Langkah tersebut penting agar bantuan tahap berikutnya dapat diberikan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi.
Banpres UMKM Dibuka, Kuota 8.950 Penerima
Di luar program jaminan hidup, Pemko Langsa juga membuka pendaftaran bantuan usaha atau Banpres bagi pelaku UMKM yang terdampak banjir.
Pendaftaran dilakukan melalui laman banpres.langsakota.go.id dan telah dibuka sejak 9 September 2026. Pendaftaran tersebut dijadwalkan berakhir pada 29 September 2026.
Hingga saat ini, sekitar 8.000 pelaku UMKM telah mendaftarkan diri. Sementara itu, Pemko Langsa menyediakan kuota sebanyak 8.950 penerima.
Setiap UMKM yang memenuhi ketentuan akan memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu pelaku usaha memulihkan aktivitas ekonomi setelah terdampak bencana.
Temu Ramah Jadi Ruang Evaluasi Pemko Langsa
Temu ramah antara Pemko Langsa dan insan pers berlangsung dalam suasana santai dan komunikatif. Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog antara pemerintah daerah dan media.
Dalam sesi tanya jawab, insan pers menyampaikan sejumlah pertanyaan, masukan, dan saran terkait pelayanan publik serta berbagai program pemerintah daerah.
Pemko Langsa menilai masukan dari insan pers penting sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah dapat diketahui dan dipantau publik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, S.A.B., Sekda Kota Langsa Dra. Suhartini, S.Pd., M.Pd., Asisten I Al-Azmi, S.STP., M.AP., Asisten II Hendri Seonandar, S.STP., M.S.P., Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Pemerintahan Gampong Kota Langsa Darma Putra, S.P., Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Digital dan Perpustakaan Yusrizal Andria, S.STP., M.SP., serta Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Harris Gusnaly, SH, MH.
Hadir pula para camat se-Kota Langsa, Geuchik Gampong Pondok Pabrik, serta jajaran pemerintahan lainnya.
Dengan dimulainya kembali penyaluran Jadup Tahap II Kota Langsa, pemerintah daerah dihadapkan pada tuntutan memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat sesuai data dan ketentuan. Pada saat yang sama, proses verifikasi untuk tahap III menjadi tahapan penting agar bantuan berikutnya dapat disalurkan secara tepat sasaran.
- Penulis: Supriaman







