Dugaan Gangguan Pencernaan Usai Konsumsi MBG di Batu Ketulis, Operasional SPPG Disuspend
- account_circle Irfan Fajri
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Dugaan Gangguan Pencernaan MBG Jadi Perhatian
LAMPUNG BARAT, INC MEDIA — Dugaan gangguan pencernaan MBG yang dialami sejumlah penerima manfaat setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat, mendapat penanganan dari pihak terkait.
Informasi mengenai keluhan kesehatan tersebut mendorong koordinasi antara pengelola program, Satgas MBG, serta Puskesmas Batu Ketulis. Pemeriksaan terhadap sampel makanan juga dilakukan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami penerima manfaat.
Koordinator SPPI wilayah Lampung Barat, Septa, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Satgas MBG dan Puskesmas Batu Ketulis untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan tim Satgas dan tim Puskesmas. Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG pada 18 September 2026,” ujar Septa.
Menurut Septa, Kepala SPPG bersama tim juga telah turun langsung ke lapangan bersama Satgas MBG Lampung Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk menangani laporan sekaligus memastikan kondisi penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan dapat ditindaklanjuti.
Dugaan Gangguan Pencernaan MBG Dilaporkan ke BGN
Septa mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut juga telah disampaikan kepada pihak terkait di tingkat provinsi dan Badan Gizi Nasional (BGN) RI.
“Saya selaku Koordinator SPPI wilayah Lampung Barat sudah melaporkan adanya kejadian dugaan gangguan pencernaan terhadap penerima manfaat MBG di wilayah Batu Ketulis kepada KPPG Bandar Lampung dan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN RI,” jelasnya.
Pelaporan tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dan pengawasan. Terlebih, program MBG menyangkut konsumsi makanan oleh masyarakat, termasuk kelompok penerima manfaat yang harus mendapatkan jaminan keamanan pangan.
Sebagai langkah kehati-hatian, operasional SPPG Batu Ketulis untuk sementara dihentikan hingga ada arahan lebih lanjut dari pihak berwenang.
“Arahan pimpinan, SPPG berhenti operasional sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Surat suspend segera kami kirimkan kepada pihak SPPG dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan,” kata Septa.
Penghentian sementara tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Karena hasil pemeriksaan belum diterima, belum terdapat dasar untuk menyimpulkan bahwa keluhan kesehatan tersebut secara langsung disebabkan oleh makanan MBG.
Puskesmas Catat Peningkatan Diare dan Muntah
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batu Ketulis, Martalena, SST, membenarkan adanya peningkatan pasien dengan keluhan diare dan muntah pada hari sebelumnya.
Namun, pihak Puskesmas belum menyimpulkan keluhan tersebut sebagai keracunan makanan.
“Maaf Pak, kami hanya menerima pasien diare dan muntah yang meningkat kemarin. Untuk kasus keracunan atau bukan, kami belum bisa memastikan karena harus melalui hasil pemeriksaan dari Labkesda,” jelasnya.
Menurut Martalena, pasien yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Batu Ketulis telah diperbolehkan pulang.
“Semua yang dirawat sudah pulang. Memang ada yang sampai diinfus, tetapi sudah pulang semua, Pak,” ujarnya.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa tenaga medis telah memberikan penanganan terhadap pasien yang datang dengan keluhan diare dan muntah.
Namun, secara medis, hubungan antara keluhan tersebut dengan konsumsi makanan MBG tetap membutuhkan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.
Menunggu Hasil Laboratorium
Dugaan gangguan pencernaan MBG di Batu Ketulis kini memasuki tahap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan menjadi salah satu bagian penting dalam proses penelusuran untuk mengetahui ada atau tidaknya faktor makanan yang berkaitan dengan keluhan kesehatan penerima manfaat.
Hasil laboratorium nantinya dapat menjadi dasar bagi pihak terkait dalam menentukan langkah berikutnya. Karena itu, seluruh pihak perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak SPPG Batu Ketulis belum memberikan keterangan langsung kepada media terkait dugaan gangguan kesehatan tersebut.
INC MEDIA membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SPPG Batu Ketulis maupun pihak terkait lainnya. Ruang tersebut diberikan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan kehati-hatian dalam pemberitaan.
Di sisi lain, penghentian sementara operasional SPPG menunjukkan adanya langkah kehati-hatian sembari proses pemeriksaan berjalan. Langkah tersebut juga penting untuk memastikan keamanan makanan sebelum pelayanan kembali dilanjutkan.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari keluhan kesehatan yang terjadi.
Selama hasil pemeriksaan resmi belum diterbitkan, dugaan tersebut tidak dapat dipastikan sebagai keracunan akibat makanan MBG.
INC MEDIA akan terus memantau perkembangan informasi dan hasil pemeriksaan resmi terkait persoalan ini.
(Irfan/tim)
- Penulis: Irfan Fajri







