Breaking News
light_mode

Pengendalian Inflasi: Pemkot Cirebon Perluas Akses Pangan Terjangkau

  • account_circle Wahidin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

CIREBON, INC MEDIAPengendalian inflasi menjadi perhatian Pemerintah Kota Cirebon untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, saat menghadiri High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD se-Ciayumajakuning Semester II Tahun 2026, Selasa (15/9/2026). Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman.

Pengendalian Inflasi untuk Jaga Daya Beli

Effendi Edo menilai stabilitas ekonomi daerah merupakan fondasi penting untuk menjaga kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pengendalian inflasi tidak boleh berhenti pada pencapaian angka tertentu.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan kebijakan ekonomi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama ketika terjadi perubahan harga kebutuhan pokok.

“Bagi kami, pengendalian inflasi bukan sekadar mengejar angka atau memenuhi target administratif. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan kualitas hidupnya ketika terjadi perubahan harga,” ujar Wali Kota.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kota Cirebon, inflasi year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 mencapai 3,01 persen. Sementara inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat 0,40 persen dan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,80 persen.

Pemkot Cirebon mencermati kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi salah satu sumber tekanan inflasi terbesar. Kelompok tersebut memberikan andil terhadap inflasi y-on-y sebesar 1,54 persen.

Sejumlah komoditas strategis, seperti daging ayam ras, beras, dan bensin, juga menjadi perhatian pemerintah. Perubahan harga komoditas tersebut dapat langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

MOL PANGLING Dekatkan Pangan ke Warga

Untuk merespons tekanan harga, Pemkot Cirebon menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K. Strategi itu mencakup Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Salah satu program yang diperkuat adalah MOL PANGLING atau Mobil Pangan Keliling. Program tersebut mulai diluncurkan pada Juni 2026 dengan pendekatan langsung ke kawasan permukiman.

MOL PANGLING antara lain telah beroperasi di kawasan Pasar Tumaritis, Karyamulya, dengan frekuensi minimal satu kali dalam sepekan. Program ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras SPHP, gula, minyak goreng, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau.

“Intervensi seperti MOL PANGLING ini kami arahkan agar masyarakat tidak perlu selalu datang ke pusat perdagangan untuk mendapatkan kebutuhan pokok. Pemerintah hadir lebih dekat, terutama ketika ada komoditas yang harganya mengalami tekanan,” ujar Wali Kota.

Selain MOL PANGLING, pemerintah juga menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) lintas wilayah dan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI).

Penghargaan Bukan Alasan untuk Berpuas Diri

Upaya TPID Kota Cirebon dalam menjaga stabilitas harga sebelumnya mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri. Kota Cirebon meraih penghargaan sebagai Terbaik Pertama Pengendalian Inflasi Daerah Tingkat Kota se-Jawa-Bali pada pertengahan 2026.

Namun, Effendi Edo menegaskan penghargaan tersebut bukan alasan bagi pemerintah untuk mengendurkan pengawasan.

Sebaliknya, capaian itu harus menjadi tolok ukur untuk memperbaiki kebijakan dan memastikan program pengendalian inflasi semakin tepat sasaran.

“Penghargaan tentu menjadi apresiasi atas kerja bersama yang sudah dilakukan. Tetapi bagi kami, itu bukan titik akhir. Justru menjadi tolok ukur untuk melihat apa yang masih perlu diperbaiki dan bagaimana kebijakan pengendalian inflasi bisa semakin presisi,” tuturnya.

Pengendalian Inflasi Butuh Kerja Sama Antarwilayah

Effendi Edo juga menekankan pentingnya kerja sama antardaerah di kawasan Ciayumajakuning. Menurutnya, hubungan ekonomi antardaerah membuat persoalan pasokan dan harga tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.

Ketersediaan komoditas di satu wilayah dapat memengaruhi harga dan pasokan di wilayah lainnya. Posisi Kota Cirebon sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi membuat koordinasi tersebut semakin penting.

Karena itu, kerja sama antardaerah (KAD) perlu terus diperkuat. Daerah yang memiliki surplus komoditas dapat membantu memenuhi kebutuhan wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

“Ciayumajakuning ini satu ekosistem ekonomi. Kalau pasokan di satu daerah terganggu, dampaknya bisa dirasakan daerah lain. Karena itu, kerja sama antar daerah bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga bersama,” jelasnya.

Memasuki Semester II 2026, Pemkot Cirebon bersama TPID meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko musiman yang berpotensi mengganggu distribusi logistik.

Pemerintah juga mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada penghujung tahun.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Produksi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan HLM TPID dan TP2DD se-Ciayumajakuning menjadi forum untuk menyatukan langkah pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Forum tersebut mengusung tema “Memperkuat Resiliensi melalui Sinergi Pengendalian Inflasi dan Akselerasi Transformasi Digital untuk Ekonomi Ciayumajakuning yang Inklusif dan Berkualitas”.

Menurut Wihujeng, forum tidak hanya membahas perkembangan inflasi. Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat transformasi digital daerah.

“Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi kebijakan di wilayah Ciayumajakuning. Tantangan stabilitas harga, ketahanan pangan, dan transformasi digital tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja, sehingga membutuhkan sinergi dan langkah yang terintegrasi,” ujar Wihujeng.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah se-Ciayumajakuning bersama pemangku kepentingan membahas perkembangan inflasi, potensi risiko stabilitas harga, serta strategi menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan.

Para kepala daerah juga menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperluas digitalisasi daerah.

Komitmen itu mencakup penguatan produksi komoditas pangan strategis, peningkatan sinergi antarwilayah, optimalisasi kerja sama antardaerah, serta mitigasi risiko yang dapat mengganggu pasokan pangan dan stabilitas harga.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani di wilayah Ciayumajakuning. Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan.

“Penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari sisi produksi dan terus dikawal hingga distribusinya. Dukungan kepada kelompok tani menjadi bagian penting agar ketersediaan pasokan dapat terjaga secara berkelanjutan,” lanjut Wihujeng.

Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah

Selain pengendalian inflasi, HLM TP2DD membahas percepatan digitalisasi daerah melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).

Digitalisasi transaksi diharapkan dapat membuat pengelolaan keuangan daerah lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Pada saat yang sama, penggunaan transaksi non-tunai dapat diperluas di tengah masyarakat.

Wihujeng mengatakan TP2DD memiliki peran strategis dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih modern serta pelayanan publik yang semakin mudah diakses.

“Digitalisasi bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Karena itu, perluasan transaksi non-tunai harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan publik,” tuturnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Cirebon bersama pemerintah daerah di kawasan Ciayumajakuning berupaya menjaga keseimbangan antara stabilitas harga, ketersediaan pangan, kelancaran distribusi, dan modernisasi transaksi pemerintahan.

Tantangan pada Semester II 2026 akan semakin membutuhkan koordinasi. Terutama ketika permintaan masyarakat meningkat dan risiko gangguan distribusi mulai muncul. Dalam kondisi tersebut, efektivitas kebijakan akan sangat bergantung pada kecepatan pemerintah membaca perubahan dan memastikan intervensi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

 

Sumber: Admin Prokompim
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon

  • Penulis: Wahidin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Bansos Rp 92,4 Miliar di Lampung: DPP KAMPUD Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejati!

    Skandal Bansos Rp 92,4 Miliar di Lampung: DPP KAMPUD Laporkan Dugaan Korupsi ke Kejati!

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung (incmedia.site) – Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Provinsi Lampung. Kali ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan dana bansos senilai Rp 92,4 miliar yang dikelola oleh Koperasi Produsen Tebu Rakyat (KPTR) RPM Kabupaten Way Kanan. Laporan ini telah […]

  • Eksekusi SHM 0299 Disorot, PN Kalianda Diminta Cermati Fakta Hukum Baru

    Eksekusi SHM 0299 Disorot, PN Kalianda Diminta Cermati Fakta Hukum Baru

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, INC MEDIA – Eksekusi SHM 0299 yang berkaitan dengan objek tanah di Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, kembali menjadi sorotan. Pada 15 Agustus 2026, DPD Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Provinsi Lampung menyampaikan pemberitahuan mengenai fakta hukum baru kepada Ketua Pengadilan Negeri Kalianda. BPAN menyatakan […]

  • Sikap JPKP Tubaba Soal Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu EF

    Sikap JPKP Tubaba Soal Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu EF

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, INC Media, Skandal dugaan penggunaan Ijazah palsu oleh Anggota DPRD terpilih Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) berinisial EF yang ditemukan oleh Ormas Dewan Pengurus Daerah Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (DPD JPKP) Kabupaten setempat terus menjadi sorotan publik.  Hal itu terlihat saat beberapa awak media menyambangi kantor DPD JPKP Tubaba dan menanyakan bagaimana […]

  • Tentukan Penerima BLT Desa 2025, Pemdes Jatimulyo Gelar Musyawarah Desa Khusus

    Tentukan Penerima BLT Desa 2025, Pemdes Jatimulyo Gelar Musyawarah Desa Khusus

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan (INC Media) — Pemerintah Desa (Pemdes) Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang bertujuan untuk melakukan validasi, finalisasi, dan penetapan daftar keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahun 2025. Selasa (21/1/2025). Musyawarah ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa BLT Dana Desa […]

  • Kades Gedongtataan Terancam Penjara, Polres Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Ratusan Juta

    Kades Gedongtataan Terancam Penjara, Polres Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Ratusan Juta

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA – Kepala Desa Gedongtataan, Ansori Asopah, kini berada di ujung tanduk. Ia diduga telah menyelewengkan Dana Desa (DD) dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah dalam proyek infrastruktur di desanya. Penyidik dari Polres Pesawaran, Polda Lampung, telah mengumpulkan data dan memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi tersebut. Kasat Reskrim Polres Pesawaran, Iptu […]

  • TMMD Ke-129 Bangun RTLH: Pengacian hingga Plafon PVC Dikebut, Rumah Siswanto Berubah Wajah

    TMMD Ke-129 Bangun RTLH: Pengacian hingga Plafon PVC Dikebut, Rumah Siswanto Berubah Wajah

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA – TMMD Ke-129 Bangun RTLH terus menunjukkan progres positif di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Memasuki tahap penyelesaian, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0410/KBL mempercepat pekerjaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH-4) milik Bapak Siswanto melalui pengacian, pemasangan rangka plafon, hingga pemasangan […]

expand_less