Dukungan Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi BKKBN dan Pemprov Aceh
- account_circle Helmy
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA — Dukungan Pemerintah Aceh terhadap penguatan kelembagaan dan program kependudukan kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, ST, M.Si, dengan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Safrina Salim, SKM, M.Kes., Selasa (15/9/2026).
Taufik menerima Safrina beserta jajaran dalam agenda silaturahmi di ruang kerja Sekda Aceh. Pertemuan tersebut membahas perkembangan program BKKBN di Aceh sekaligus memperkuat komunikasi antara lembaga pemerintah dalam menjalankan agenda kependudukan dan pembangunan keluarga.
Dukungan Pemerintah Aceh terhadap Penguatan BKKBN
Dalam pertemuan itu, Safrina menyampaikan perkembangan sejumlah program BKKBN Perwakilan Aceh. Salah satu yang menjadi perhatian adalah capaian pendataan yang menempatkan Aceh sebagai salah satu provinsi tercepat di Indonesia.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan kependudukan memiliki basis data yang kuat. Data yang akurat dibutuhkan agar program pemerintah dapat disusun berdasarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Safrina juga menyampaikan permohonan dukungan Pemerintah Aceh terkait proses perubahan nomenklatur kelembagaan BKKBN. Proses tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan dengan Biro Organisasi dan Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh.
Menanggapi hal tersebut, Taufik menyatakan Pemerintah Aceh siap memberikan dukungan terhadap proses perubahan nomenklatur tersebut.
Menurutnya, nomenklatur baru diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan administratif. Lebih dari itu, perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi kelembagaan serta membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda Aceh untuk mengambil peran dalam pembangunan.
Sinergi BKKBN dan Pemerintah Aceh Harus Diperkuat
Taufik juga menekankan bahwa keberhasilan program kependudukan tidak dapat hanya mengandalkan satu lembaga. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara BKKBN dengan Pemerintah Aceh perlu terus diperkuat.
Ia menilai keterbukaan informasi mengenai program yang dijalankan menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi pemerintahan yang efektif.
Dengan informasi yang terbuka, pemerintah dapat mengetahui sekaligus mengawal pelaksanaan program. Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki akses informasi yang memadai mengenai kebijakan dan program yang menyentuh kepentingan mereka.
Pendekatan tersebut penting agar setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah daerah dan lembaga terkait harus memiliki pemahaman yang sama mengenai target, pelaksanaan, serta hasil yang hendak dicapai.
Data Menjadi Kunci Program Tepat Sasaran
Selain koordinasi kelembagaan, sinkronisasi data menjadi salah satu poin penting yang ditekankan Taufik.
Menurutnya, perbedaan atau ketidaksinkronan data antarinstansi dapat berdampak terhadap efektivitas program. Karena itu, setiap lembaga perlu memastikan informasi yang digunakan sebagai dasar kebijakan memiliki keselarasan.
“Data harus kita sinkronkan, terutama untuk program-program yang akan dijalankan, supaya tidak terjadi tumpang tindih. Koordinasi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar informasi yang kita miliki juga sama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas data bukan sekadar persoalan administratif. Data menjadi instrumen penting untuk menentukan sasaran program, mengukur kebutuhan masyarakat, serta memastikan anggaran dan kebijakan pemerintah digunakan secara efektif.
Sinkronisasi juga dapat mencegah terjadinya tumpang tindih program antarlembaga. Dengan basis data yang sama dan komunikasi yang berjalan baik, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk memastikan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah dan BKKBN Bangun Kolaborasi Berkelanjutan
Pertemuan antara Pemprov Aceh dan BKKBN tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas kelembagaan dalam menjalankan agenda kependudukan dan pembangunan keluarga.
Dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kelembagaan BKKBN diharapkan dapat diikuti dengan koordinasi yang lebih intensif, keterbukaan informasi, serta penggunaan data yang terintegrasi.
Kolaborasi tersebut pada akhirnya diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.
Pertemuan turut dihadiri Kepala Biro Hukum, perwakilan Biro Organisasi, serta perwakilan Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh.
By. Helmy
- Penulis: Helmy






