Pelatihan Bhabinkamtibmas Polda Lampung: Perkuat Problem Solving dan Pelayanan Publik
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG, INC MEDIA — Pelatihan Bhabinkamtibmas Polda Lampung Tahun Anggaran 2026 resmi digelar Direktorat Binmas Polda Lampung sebagai langkah memperkuat kapasitas personel dalam menghadapi persoalan keamanan dan sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis, 14–17 September 2026, di Hotel Kyriad, Bandar Lampung. Pelatihan melibatkan personel Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres/Polresta jajaran Polda Lampung.
Pembukaan kegiatan dihadiri Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, Wadir Binmas Polda Lampung AKBP A. Rahman Napitupulu, para Pejabat Utama Subdit Binmas Polda Lampung, pemateri eksternal, serta jajaran personel Bhabinkamtibmas.
Pelatihan Bhabinkamtibmas Polda Lampung Soroti Kesenjangan Personel
Wadir Binmas Polda Lampung AKBP A. Rahman Napitupulu menekankan bahwa peningkatan kemampuan personel menjadi kebutuhan penting. Bhabinkamtibmas berada di garis depan karena berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat.
Menurutnya, tantangan tugas Bhabinkamtibmas semakin kompleks. Karena itu, kemampuan komunikasi, pemetaan persoalan, koordinasi, hingga penyelesaian masalah harus terus diperbarui.
“Saat ini pemenuhan Bhabinkamtibmas di jajaran Polda Lampung baru mencapai 1.398 personel dari total 2.656 desa/kelurahan. Artinya, belum semua desa ter-backup secara optimal. Kondisi ini harus menjadi perhatian dan evaluasi bersama untuk terus mengasah kemampuan serta memperluas wawasan,” tegas Rahman Napitupulu.
Data tersebut menunjukkan masih terdapat kebutuhan penguatan personel agar pelayanan kepolisian berbasis masyarakat dapat menjangkau seluruh desa dan kelurahan secara optimal.
Kondisi itu sekaligus menuntut personel yang ada bekerja lebih efektif. Bhabinkamtibmas tidak cukup hanya hadir secara administratif, tetapi harus mampu membaca persoalan dan membangun komunikasi dengan warga.
Bhabinkamtibmas Didorong Aktif Memecahkan Masalah
Dalam pelatihan tersebut, Wadir Binmas memberikan sejumlah penekanan kepada peserta. Salah satunya adalah mengubah pola kerja Bhabinkamtibmas agar tidak berhenti pada pemetaan masalah.
Personel didorong aktif mencari solusi melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pendekatan tersebut penting karena banyak persoalan di tingkat desa tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum.
Bhabinkamtibmas juga diminta membangun kolaborasi dengan kepala desa atau lurah, Babinsa, Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda. Kolaborasi itu dapat dibangun melalui Satgas atau kelompok masyarakat sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing.
Problem Solving dan Restorative Justice
Pelatihan Bhabinkamtibmas Polda Lampung juga menekankan kemampuan problem solving. Musyawarah desa didorong menjadi salah satu sarana penyelesaian persoalan sekaligus ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Pendekatan restorative justice juga menjadi bagian dari penekanan tersebut, sepanjang memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Dengan pendekatan ini, penyelesaian perkara tidak semata-mata berorientasi pada proses hukum, tetapi juga mempertimbangkan pemulihan hubungan sosial dan kepentingan para pihak sesuai aturan.
Namun, pendekatan tersebut tetap membutuhkan kecermatan. Bhabinkamtibmas harus mampu membedakan persoalan yang dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan perkara yang wajib diproses sesuai hukum.
Teknologi dan Komunikasi Jadi Materi Pelatihan
Untuk meningkatkan efektivitas tugas di lapangan, peserta memperoleh sejumlah materi dari narasumber internal maupun akademisi.
Materi pertama membahas Pemanfaatan Teknologi dalam Tugas Bhabinkamtibmas yang disampaikan Dosen IBI Darmajaya, Rionaldi Ali, S.Kom., M.T.I.
Materi berikutnya adalah Komunikasi Efektif yang disampaikan Dosen FISIP Universitas Lampung, Dr. Wulan Suciska, S.I.Kom.
Dua materi tersebut memiliki relevansi kuat dengan tugas Bhabinkamtibmas. Teknologi dapat membantu personel mengelola informasi dan mendukung pelaksanaan tugas. Sementara kemampuan komunikasi menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Integritas Menjadi Kunci Pelayanan
Selain kemampuan teknis, peserta juga mendapat penekanan mengenai integritas. Personel diminta menghindari segala bentuk pelanggaran, termasuk tindakan sekecil apa pun yang dapat merusak kepercayaan publik dan mencoreng nama baik institusi.
Bhabinkamtibmas dituntut menjalankan tugas dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan integritas. Sikap tersebut menjadi penting karena posisi Bhabinkamtibmas bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan arahan dan pembulatan materi oleh Wadir Binmas Polda Lampung.
Melalui pelatihan ini, Polda Lampung berharap personel Bhabinkamtibmas semakin profesional, responsif, dan mampu menjalankan fungsi pembinaan masyarakat secara lebih efektif.
Pada akhirnya, keberhasilan Bhabinkamtibmas tidak hanya diukur dari seberapa banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, mencegah konflik, menyelesaikan persoalan secara tepat, dan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Sumber: Press Release Nomor: 339 / IX / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas, Senin, 14 September 2026.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Haris Efendi






