Kapolda Aceh Perkuat Sinergi Pendidikan Islam, 722 Santri Jadi Fokus Pembinaan
- account_circle Helmy
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menerima kunjungan silaturahmi jajaran Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan di ruang kerjanya, Mapolda Aceh, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan lembaga pendidikan Islam. Kapolda Aceh bersama jajaran yayasan membahas perkembangan pendidikan pesantren sekaligus peluang sinergi dalam pembinaan karakter dan edukasi generasi muda.
Kapolda Aceh Bahas Sinergi Pendidikan
Dalam kegiatan itu, Kapolda Aceh didampingi Dirintelkam Polda Aceh, Dirbinmas Polda Aceh, Kabid TIK Polda Aceh, serta Penata Kebijakan Madya Tk. III Polda Aceh.
Sementara dari Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan hadir Ketua Yayasan Ilmiza Saa’duddin Djamal, M.BA., Sekretaris Yayasan Illiza Saa’duddin Djamal, S.E., serta Pimpinan Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan Fakhruddin Lahmuddin, M.Pd.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sekaligus membangun sinergi antara Polda Aceh dengan Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polda Aceh dengan Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Aceh yang telah berdiri sejak tahun 1990,” kata Joko.
722 Santri Menjadi Bagian Penting Pembinaan
Dalam pertemuan tersebut, pihak yayasan menyampaikan kondisi dan perkembangan Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan. Pesantren itu saat ini menyelenggarakan pendidikan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Sebanyak 722 santri tercatat menempuh pendidikan di pesantren tersebut. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh, serta sejumlah daerah di luar Aceh.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran pesantren dalam menyediakan ruang pendidikan bagi generasi muda. Karena itu, penguatan hubungan antara lembaga pendidikan dan kepolisian dinilai dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam bidang edukasi dan pembinaan.
Menurut Joko, lembaga pendidikan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga pembentukan sikap, kedisiplinan, wawasan, serta kemampuan menghadapi tantangan sosial.
Kapolda Aceh Dorong Pembinaan Karakter
Joko mengatakan, sinergi dengan kepolisian diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap proses pembinaan para santri.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang pembinaan karakter, literasi, penyuluhan, dan edukasi bagi para santri Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan,” ujarnya.
Kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan positif. Pada saat yang sama, kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga pendidikan dapat memperluas akses santri terhadap informasi, literasi hukum, wawasan kebangsaan, serta edukasi yang relevan dengan kehidupan mereka.
Bagi Polda Aceh, pendekatan melalui pendidikan juga menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun komunikasi dengan generasi muda. Lingkungan pesantren memiliki posisi penting karena menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan sekaligus pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi Polda Aceh dan Pesantren Berkelanjutan
Joko menambahkan, kolaborasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan diharapkan terus berkembang. Tujuannya bukan sekadar membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi muda berkarakter dan memiliki wawasan luas.
Ia menegaskan, Polda Aceh terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan lembaga pendidikan dalam rangka mendukung pembinaan dan edukasi bagi generasi muda di Aceh.
Langkah tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan untuk membangun komunikasi yang sehat antara institusi negara, lembaga pendidikan, pendidik, santri, dan masyarakat. Sinergi yang berjalan secara berkelanjutan diharapkan mampu menghadirkan program pembinaan yang konkret serta memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Silaturahmi antara Kapolda Aceh dan Yayasan Pendidikan Islam Tgk. Chiek Oemar Diyan pun menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi tersebut. Dengan dukungan komunikasi dan kerja sama yang konsisten, lingkungan pendidikan diharapkan semakin aman, terbuka terhadap literasi, serta mampu melahirkan generasi muda Aceh yang berkarakter dan berwawasan.
Jurnalis: Helmy
- Penulis: Helmy







