Semarak CFD Langsa, Wali Kota dan Sahabat Leuser Ajak Lestarikan Badak Sumatera
- account_circle Supriaman
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

KOTA LANGSA, INC MEDIA – CFD Langsa pada Minggu (4/10/2026) tidak sekadar menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan. Kegiatan yang berlangsung di seputaran Lapangan Merdeka Langsa itu juga menjadi panggung edukasi lingkungan melalui kampanye pelestarian badak Sumatera dan habitatnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Langsa menggelar Car Free Day (CFD) dengan menghadirkan beragam aktivitas masyarakat. Senam bersama, jalan santai, olahraga, live music, hiburan, kegiatan UMKM hingga pelayanan publik membuat kawasan tersebut dipenuhi warga.
Di tengah suasana yang semarak, perhatian juga tertuju pada kehadiran Sahabat Leuser bersama aktivis dan mahasiswa pecinta lingkungan. Mereka turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari peringatan Hari Badak Sedunia.
CFD Langsa Jadi Ruang Edukasi Lingkungan
Kehadiran komunitas lingkungan dalam CFD Langsa membawa pesan yang lebih luas. Ruang publik tidak hanya dimanfaatkan untuk rekreasi, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Sahabat Leuser bersama para aktivis dan mahasiswa mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan badak Sumatera serta satwa liar lainnya.
Pesan tersebut juga berkaitan erat dengan kondisi habitat satwa. Kelestarian satwa liar tidak dapat dipisahkan dari keberadaan hutan yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak berbagai jenis satwa.
Badak Sumatera merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia yang memiliki nilai penting bagi ekosistem. Karena itu, upaya menjaga keberadaannya membutuhkan kepedulian berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas lingkungan, dunia pendidikan hingga masyarakat.
Wali Kota Langsa Ajak Jaga Badak Sumatera
Momentum Hari Badak Sedunia dimanfaatkan Pemerintah Kota Langsa untuk mengajak masyarakat melihat persoalan konservasi sebagai tanggung jawab bersama.
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E., menegaskan bahwa peringatan tersebut harus menjadi pengingat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan satwa liar.
“Momentum Hari Badak Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan satwa liar, khususnya badak Sumatera yang merupakan bagian penting dari kekayaan hayati kita. Mari kita tanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, sehingga badak Sumatera dan satwa lainnya dapat terus lestari bagi generasi mendatang,” ujar Wali Kota.
Menurut pesan tersebut, pendidikan kepedulian lingkungan perlu dibangun sejak dini. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan keberlangsungan ekosistem.
Tidak hanya berbicara mengenai satwa, upaya konservasi juga berkaitan dengan menjaga hutan, sumber air, serta lingkungan yang menopang kehidupan masyarakat.
CFD Langsa Perkuat Pesan Pelestarian Alam
Kegiatan CFD Langsa menunjukkan bahwa kampanye lingkungan dapat dilakukan melalui ruang publik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketika masyarakat berkumpul untuk berolahraga, bersantai dan menikmati berbagai kegiatan, pesan tentang konservasi dapat disampaikan secara lebih terbuka dan mudah diterima.
Kehadiran aktivis serta mahasiswa pecinta lingkungan juga memperlihatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam isu pelestarian alam. Anak muda memiliki ruang besar untuk menyebarkan pengetahuan mengenai satwa liar dan mendorong perubahan perilaku di tengah masyarakat.
Pelestarian badak Sumatera pada akhirnya bukan hanya persoalan menjaga satu jenis satwa. Lebih jauh, upaya tersebut menyangkut keberlanjutan ekosistem dan masa depan lingkungan.
Jaga Hutan, Jaga Habitat Satwa
Pesan pelestarian yang disampaikan dalam kegiatan tersebut juga menempatkan hutan sebagai bagian penting dari perlindungan satwa liar.
Tanpa habitat yang aman, keberlangsungan satwa akan menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, menjaga hutan dan lingkungan menjadi langkah yang tidak terpisahkan dari upaya mempertahankan keanekaragaman hayati.
Wali Kota Langsa kembali mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
“Mari bersama-sama kita jaga badak Sumatera kita, jaga hutan dan alam kita, serta lestarikan lingkungan untuk generasi yang akan datang,” ajaknya.
Pesan itu menjadi penutup yang kuat dalam rangkaian kegiatan CFD Langsa. Olahraga dan hiburan memang menjadi bagian dari kegiatan, tetapi kesadaran lingkungan memberikan makna yang lebih panjang.
Peringatan Hari Badak Sedunia di Langsa pun menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa pelestarian alam bukan pekerjaan satu kelompok saja. Pemerintah, komunitas, mahasiswa dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan kekayaan hayati tetap terjaga.
Dengan menjadikan ruang publik sebagai tempat edukasi dan kampanye lingkungan, kesadaran mengenai pentingnya menjaga satwa liar dapat terus tumbuh. Badak Sumatera bukan hanya warisan alam hari ini, tetapi juga bagian dari kekayaan Indonesia yang perlu dijaga agar tetap dapat dikenal dan dinikmati generasi mendatang.
- Penulis: Supriaman







