Patroli Damai Cartenz di Puncak Jaya, Personel Sapa Anak Sekolah Minggu di Gereja Dondobaga
- account_circle Helmy
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Patroli Damai Cartenz Menyusuri Permukiman Warga
PUNCAK JAYA, PAPUA PEGUNUNGAN, INC MEDIA — Patroli Damai Cartenz dari personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 Sektor Puncak Jaya tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah. Dalam patroli jalan kaki dari Pos Kulirik, Distrik Muara, Minggu (13/9/2026), personel juga membangun komunikasi langsung dengan warga hingga menyapa anak-anak yang mengikuti Sekolah Minggu di Gereja GIDI Dondobaga.
Patroli berlangsung sejak pagi dengan berjalan kaki dari Pos Kulirik menuju kawasan permukiman masyarakat. Sepanjang perjalanan, personel menyapa warga yang ditemui dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan personel di lapangan. Kehadiran aparat tidak hanya terlihat dalam konteks pengamanan, tetapi juga melalui komunikasi sederhana dengan masyarakat di sepanjang rute patroli.
Patroli Damai Cartenz Berlanjut ke Gereja Dondobaga
Perjalanan personel kemudian berlanjut hingga Gereja GIDI Dondobaga. Di halaman gereja, personel bertemu dengan anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan Sekolah Minggu.
Suasana berlangsung hangat. Personel menyapa anak-anak sekaligus membagikan bingkisan makanan ringan. Setelah kegiatan tersebut, personel melanjutkan patroli sesuai rute yang telah ditentukan.
Ketua Majelis Gereja GIDI Dondobaga, Kirenius Telenggeng, menyampaikan apresiasi atas kunjungan personel dan perhatian yang diberikan kepada anak-anak.
“Selamat pagi, terima kasih dan selamat datang untuk Brimob Damai Cartenz Pos Dondobaga. Terima kasih juga untuk bingkisannya kepada anak-anak Sekolah Minggu di sini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai tugas dan tanggung jawab Brimob Dondobaga. Terima kasih,” ujar Kirenius.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang menjalani kegiatan keagamaan.
Patroli Damai Cartenz Bangun Komunikasi dengan Masyarakat
Bagi personel yang bertugas, pertemuan dengan warga dan anak-anak tersebut berlangsung di sela kegiatan patroli keamanan. Interaksi langsung menjadi salah satu cara personel membangun komunikasi ketika berada di tengah masyarakat.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjaga keamanan.
“Patroli bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga bagaimana personel hadir, menyapa dan mendengarkan masyarakat. Komunikasi yang baik akan membantu membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran aparat secara langsung di tengah masyarakat. Patroli dapat menjadi ruang komunikasi untuk mengetahui kondisi sosial dan keamanan masyarakat secara lebih dekat.
Kehadiran Aparat Diharapkan Memberikan Rasa Aman
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan interaksi dengan masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan tugas personel di lapangan.
“Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membangun hubungan yang baik. Menyapa warga dan memberikan perhatian kepada anak-anak merupakan hal sederhana, namun menjadi bagian dari upaya mendekatkan aparat dengan masyarakat,” ungkap Wakaops Damai Cartenz-2026.
Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pelaksanaan tugas keamanan. Hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat dapat mendukung terciptanya komunikasi yang lebih terbuka, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Situasi Puncak Jaya Tetap Kondusif
Patroli berjalan aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Distrik Muara, termasuk kawasan Dondobaga, terpantau kondusif. Aktivitas masyarakat juga berlangsung seperti biasa.
Setelah menyapa warga dan berinteraksi dengan anak-anak Sekolah Minggu di Gereja GIDI Dondobaga, personel kembali melanjutkan patroli sesuai rute yang telah ditentukan.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa tugas pengamanan di lapangan dapat berjalan beriringan dengan komunikasi sosial. Di tengah tugas menjaga keamanan, personel tetap membuka ruang interaksi dengan masyarakat melalui langkah sederhana: berjalan kaki, menyapa warga, mendengarkan, dan memberikan perhatian kepada anak-anak.
Bagi masyarakat, kehadiran aparat yang komunikatif dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman. Sementara bagi personel, interaksi langsung menjadi kesempatan untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih dekat.
By: Helmy | INC MEDIA
- Penulis: Helmy






