Breaking News
light_mode

Dekranasda Aceh Komitmen Promosikan Kriya dan Wastra, Dorong Perajin Naik Kelas

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Dekranasda Aceh menegaskan komitmennya untuk memperluas promosi kriya dan wastra karya perajin daerah. Langkah ini dinilai penting agar produk lokal Aceh semakin dikenal, memiliki daya saing, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para perajin.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Na, saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah Dekranasda se-Aceh Tahun 2026 dan Pameran Kriya Unggulan di Galery Dekranasda Aceh, Kompleks Taman Sultanah Syafiatuddin, Banda Aceh, Minggu (13/9/2026).

Dekranasda Aceh Soroti Potensi Kriya dan Wastra

Dalam sambutannya, Kak Na menilai Aceh memiliki kekayaan kriya dan wastra yang sangat beragam. Namun, sebagian produk tersebut belum mendapatkan ruang promosi yang cukup sehingga belum dikenal secara luas oleh masyarakat maupun pasar yang lebih besar.

“Dekranasda Aceh sangat berkomitmen untuk mendukung para perajin dalam mengembangkan dan mempromosikan kriya dan wastra kabupaten dan kota, karena masih banyak hasil kerajinan kriya dan wastra Aceh yang belum dikenal luas,” ujar Kak Na.

Menurutnya, penguatan promosi harus berjalan seiring dengan pembinaan. Dengan demikian, produk perajin tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar nasional hingga global.

Dekranasda Aceh Benahi Seramoe Kerajinan

Kak Na mengatakan pembenahan Seramoe Kerajinan Aceh menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas ruang promosi bagi produk unggulan dari berbagai daerah.

“Masih banyak kriya dan wastra karya perajin kita yang belum dikenal luas. Inilah salah satu tujuan saya membenahi Seramoe Kerajinan Aceh ini, yaitu untuk mempromosikan berbagai produk unggulan serta kriya dan wastra karya perajin dari seluruh Aceh,” sambung Kak Na.

Pameran kriya unggulan yang digelar bersamaan dengan rapat kerja tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan karya perajin dari kabupaten dan kota se-Aceh. Produk yang ditampilkan sekaligus menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif berbasis budaya di daerah tersebut.

Dekranasda Aceh Dorong Pembinaan Perajin

Selain promosi, Kak Na menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan kepada para perajin. Ia meminta jajaran Dekranasda kabupaten dan kota tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi memberikan pembinaan dan pendampingan secara nyata.

“Karya perajin kita sangat bagus, kreatif dan beragam. Kita hanya kurang di finishing saja. Untuk itu, kami mengajak Dekranasda kabupaten dan kota, serta BUMN seperti Bank Indonesia, BSI, kami juga mengajak Bank Aceh dan PT PEMA untuk terus mendukung dan membina perajin kita menghasilkan kerajinan yang berkualitas dan berdaya saing global,” imbau Kak Na.

Pernyataan tersebut menyoroti satu persoalan penting dalam pengembangan produk kriya, yakni kualitas akhir atau finishing. Produk yang memiliki nilai budaya kuat tetap membutuhkan standar kualitas, kemasan, serta tampilan yang mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Karena itu, kolaborasi antara Dekranasda, pemerintah daerah, lembaga keuangan, BUMN, dan pelaku usaha menjadi penting untuk memperkuat ekosistem perajin. Dukungan tersebut dapat diarahkan pada peningkatan keterampilan, kualitas produk, pemasaran, hingga akses pasar.

Dekranasda Aceh Berkomitmen Perluas Pasar

Kak Na bersama seluruh jajaran Dekranasda Aceh juga menyampaikan komitmen untuk terus membantu mempromosikan dan memasarkan produk perajin selama dirinya menjabat sebagai Ketua Dekranasda Aceh.

Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa pengembangan kriya dan wastra tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Perajin juga membutuhkan akses promosi dan pasar agar karya yang dibuat memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Jika promosi, kualitas, dan akses pasar dapat berjalan beriringan, kriya dan wastra Aceh memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Rakerda Dekranasda Aceh Hadirkan Seminar

Rapat Kerja Daerah Dekranasda se-Aceh Tahun 2026 dan Pameran Kriya Unggulan juga diisi dengan dua sesi seminar.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari tingkat nasional maupun lokal. Forum ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus memperkuat strategi pengembangan industri kriya dan wastra di Aceh.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Dekranasda Aceh berupaya mempertemukan potensi perajin daerah dengan kebutuhan pengembangan produk dan pasar. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana menghasilkan karya yang kreatif, tetapi juga memastikan produk tersebut memiliki kualitas, identitas, nilai jual, dan daya saing yang semakin kuat.

Dengan langkah tersebut, kriya dan wastra Aceh diharapkan tidak berhenti sebagai produk budaya, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu mengangkat kesejahteraan para perajin.

By: Helmy

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Margono Tekankan Pentingnya Penggunaan Bansos untuk Bahan Pokok di Lampung Barat

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Barat (incmedia.site) — Ketua DPC GRIB JAYA Lampung Barat, Margono, mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan bantuan dari pemerintah dengan bijak dan sesuai dengan tujuannya. Ia menegaskan pentingnya agar bantuan yang diberikan dipergunakan untuk membeli bahan pokok makanan, bukan untuk kepentingan lain. Pemerintah setempat juga diharapkan dapat lebih aktif dalam memastikan bantuan tersebut sampai ke […]

  • Sidang Isbat Awal Ramadan 1446 H Akan Digelar Kemenag pada 28 Februari 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta (INC Media) — Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadan 1446 Hijriah pada 28 Februari 2025. Sidang ini akan menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam di Indonesia. Sidang dijadwalkan akan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad menjelaskan, sidang isbat akan dilaksanakan di Auditorium H.M. […]

  • BPOM RI Akan Menerapkan Konsep Nutrigrade ala Singapura

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, INC MEDIA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bakal menerapkan konsep Nutrigrade ala Singapura. Di Indonesia, konsep ini diberi nama ‘Nutri-level‘. Regulasi Nutri-level kurang lebih mirip dengan Nutrigrade milik Singapura. Namun demikian, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.  menyebut, kadar gula, garam, dan lemak yang ditentukan masih dalam pembahasan. Seperti diketahui, […]

  • Purna Bakti Polri Bukan Akhir Pengabdian, Kapolda Aceh Ajak Perkuat Sinergi dengan Purnawirawan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Banda Aceh – INC MEDIA Purna Bakti Polri bukanlah akhir dari pengabdian seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., saat menghadiri Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026 di Gedung Presisi Polda Aceh, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolda […]

  • Warga Temukan Ribuan APK Bergambar Nanda-Antonius di Kantor Desa Sukaraja Pesawaran 

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Tinggal hitungan bulan Pemilu 2024 Akan digelar, situasi dan dinamika politik di negeri ini juga makin dinamis. Setiap hari kita melihat gerakan-gerakan juga manuver-manuver politik. Sementara itu isu netralitas ASN selalu menjadi sangat penting. ASN memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pemerintahan di masa jelang pemilu, sehingga netralitasnya sangat diperlukan demi terciptanya […]

  • Rapergub Disusun, Mualem Percepat Pelayaran Krueng Geukuh-Penang

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDA ACEH, INC MEDIA – Pelayaran Krueng Geukuh-Penang memasuki tahap baru setelah Pemerintah Aceh mulai menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) untuk mengatur aspek teknis dan operasional rute internasional tersebut. Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem meminta jajaran terkait mempercepat proses agar rencana konektivitas Aceh-Malaysia tidak berhenti sebagai wacana. Mualem terus memantau perkembangan persiapan tersebut dan […]

expand_less