Wakapolda Aceh Sambut Wamenpar RI, Sinergi Keamanan Jadi Kunci Pariwisata
- account_circle Helmy
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Jantho, INC MEDIA – Wakapolda Aceh sambut Wamenpar RI Ni Luh Puspa bersama rombongan di VIP Room Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Minggu, 13 September 2026. Penyambutan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Danlanud Sultan Iskandar Muda.
Kedatangan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI) tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata di Aceh.
Wakapolda Aceh Sambut Wamenpar RI
Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait untuk menyambut kedatangan Ni Luh Puspa.
Pertemuan di Bandara Internasional SIM tidak hanya menjadi agenda penyambutan. Momentum tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan pariwisata Aceh.
Pariwisata membutuhkan lebih dari sekadar destinasi yang memiliki daya tarik. Infrastruktur, pelayanan, promosi, keamanan, serta kenyamanan wisatawan menjadi bagian yang saling berkaitan.
Dalam konteks tersebut, peran kepolisian menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat maupun wisatawan.
Keamanan Menjadi Penopang Pariwisata Aceh
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, kehadiran Wakapolda Aceh dalam agenda penyambutan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam membangun sinergi dengan pemerintah.
Menurut Joko, dukungan terhadap sektor pariwisata tidak dapat dilakukan secara parsial. Keamanan dan kenyamanan harus berjalan beriringan dengan pengembangan destinasi dan peningkatan pelayanan kepada wisatawan.
“Pariwisata tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga keamanan, kenyamanan, serta dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak. Dengan situasi yang aman dan kondusif, masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati berbagai potensi pariwisata Aceh dengan lebih nyaman,” ujar Joko.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keamanan merupakan salah satu fondasi dalam membangun kepercayaan wisatawan. Situasi yang tertib dan kondusif dapat memberikan rasa aman, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Polda Aceh Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Joko menambahkan, Polda Aceh siap mendukung berbagai agenda pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata.
Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk memastikan setiap program berjalan secara efektif.
“Polda Aceh senantiasa mendukung setiap agenda pemerintah dan siap memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” tambahnya.
Sinergi tersebut menjadi semakin relevan karena Aceh memiliki beragam potensi wisata. Mulai dari wisata alam, bahari, budaya, sejarah hingga wisata religi. Potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan citra pariwisata Aceh.
Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata
Kehadiran Wakapolda Aceh dalam penyambutan Wamenpar RI menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah bidang pariwisata.
Keamanan, ketertiban, pelayanan publik, konektivitas, promosi, dan partisipasi masyarakat memiliki peran yang sama penting.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan TNI-Polri serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor strategis untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang aman dan berkelanjutan.
Dengan kondisi keamanan yang terjaga, potensi wisata Aceh diharapkan semakin mampu menarik kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Penyambutan Wamenpar RI di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pun menjadi salah satu gambaran bahwa penguatan pariwisata Aceh membutuhkan kerja bersama. Bukan hanya membangun destinasi, tetapi juga memastikan wisatawan mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di Aceh.
By. Helmy
- Penulis: Helmy







