Pelayanan Publik Jadi Konten Digital, Wali Kota Cirebon Dorong Kreativitas Masyarakat
- account_circle Wahidin
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

CIREBON, INC MEDIA – Pelayanan publik kini tidak cukup hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah. Pemerintah Kota Cirebon mendorong masyarakat ikut mengenalkan layanan publik dan potensi daerah melalui kreativitas digital. Langkah itu diwujudkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon melalui lomba video Reels Instagram.
Apresiasi kepada para pemenang lomba diserahkan langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengemas informasi pemerintahan dan pelayanan publik dalam bentuk konten yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pelayanan Publik Harus Sesuai Realitas
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menilai media sosial memiliki kekuatan besar untuk memperluas jangkauan informasi pemerintah. Namun, ia menegaskan bahwa kreativitas digital tidak boleh berhenti pada tampilan.
Menurutnya, kualitas informasi yang disampaikan melalui media sosial harus berjalan seiring dengan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat secara langsung.
“Yang paling penting, pelayanan yang kita tampilkan harus sesuai dengan apa yang masyarakat rasakan. Jangan sampai videonya sudah bagus, tetapi ketika masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan, kenyataannya berbeda. Itu yang harus kita perhatikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan satu hal penting: citra pelayanan pemerintah tidak hanya dibangun melalui konten digital. Masyarakat tetap menjadi pihak yang merasakan langsung cepat atau lambatnya proses pelayanan.
Karena itu, Effendi meminta jajaran DPMPTSP dan perangkat daerah lainnya terus memperbaiki kualitas layanan. Ia ingin masyarakat memperoleh pelayanan yang mudah, cepat, dan prima.
Mal Pelayanan Publik Harus Semakin Dikenal
Effendi juga menyoroti keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cirebon. Menurutnya, fasilitas tersebut harus semakin dikenal masyarakat karena menyediakan berbagai layanan dalam satu tempat.
“Teman-teman yang bekerja di sini saya harapkan terus memberikan pelayanan yang prima dan mempermudah masyarakat. Prestasi dan kegiatan seperti ini juga harus menjadi pemacu semangat untuk membantu mengenalkan pelayanan satu atap ini. Masyarakat harus tahu bahwa ada Mal Pelayanan Publik yang memberikan pelayanan dengan cepat dan mudah,” katanya.
Bagi pemerintah daerah, pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari strategi memperpendek jarak komunikasi dengan masyarakat. Informasi mengenai layanan tidak lagi hanya mengandalkan papan pengumuman, kantor pemerintahan, atau saluran komunikasi konvensional.
Konten digital memungkinkan informasi disampaikan secara lebih cepat dan mudah dibagikan. Namun, pesan yang menarik tetap harus ditopang pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
DPMPTSP Beradaptasi dengan Era Digital
Plt. Kepala DPMPTSP Kota Cirebon, Icip Suryadi, mengatakan perubahan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh dan menyampaikan informasi.
“Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan dinamika media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara fundamental. Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon melalui DPMPTSP menyadari pentingnya beradaptasi dengan perkembangan era digital,” kata Icip.
Menurut Icip, lomba video Reels tidak semata-mata ditujukan untuk mencari karya kreatif. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
Tema yang diangkat berkaitan langsung dengan pelayanan dan pembangunan daerah.
Beberapa di antaranya Pelayanan Prima DPMPTSP Kota Cirebon, Potensi Investasi Kota Cirebon, serta visi dan misi SETARA sebagai arah pembangunan Pemerintah Kota Cirebon.
Peserta lomba berasal dari berbagai kalangan. Mulai masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha hingga kreator konten ikut mengambil bagian.
Generasi Muda Diberi Ruang Berkarya
Icip menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut memproduksi dan menyebarkan informasi mengenai pelayanan pemerintah.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitasnya dalam videografi dan komunikasi visual. Kami melihat banyak peserta, terutama adik-adik pelajar, yang menghasilkan karya-karya kreatif,” tuturnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi atau sistem elektronik. Cara pemerintah berkomunikasi dengan masyarakat juga perlu mengikuti perubahan kebiasaan masyarakat.
Informasi OSS Perlu Diperluas
Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian DPMPTSP adalah belum meratanya pengetahuan masyarakat mengenai layanan yang tersedia.
Icip menyebut layanan perizinan melalui Online Single Submission (OSS) sebagai salah satu informasi yang perlu terus diperkenalkan.
“Barangkali masih ada masyarakat yang belum mengetahui OSS, keberadaan DPMPTSP, maupun jenis pelayanan yang tersedia. Karena itu, informasi seperti ini perlu disampaikan dengan bahasa dan media yang mudah diterima masyarakat, sehingga informasi pelayanan bisa menjangkau lebih banyak kalangan,” jelasnya.
Karena itu, media sosial dapat menjadi instrumen edukasi publik. Informasi mengenai perizinan, investasi, pelayanan satu pintu, dan program pemerintah dapat dikemas dalam bentuk visual yang lebih sederhana tanpa menghilangkan substansi.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat sebagai pembuat konten membuka peluang komunikasi yang lebih partisipatif. Informasi pembangunan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dapat tumbuh dari kreativitas masyarakat.
Apresiasi untuk Pemenang dan Seluruh Peserta
Dalam lomba tersebut, panitia menetapkan Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta Juara Favorit. Para pemenang memperoleh apresiasi atas karya yang dinilai turut membantu memperkenalkan pelayanan publik DPMPTSP Kota Cirebon melalui media digital.
Icip juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan kreatif dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat lebih luas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh peserta, terutama adik-adik yang masih pelajar. Selamat kepada para pemenang. Jadikan capaian ini sebagai pemantik semangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Cirebon,” katanya.
Ia juga meminta peserta yang belum meraih juara agar tidak berhenti berkarya. Menurutnya, setiap karya memiliki kontribusi dalam memperluas informasi mengenai pelayanan pemerintah.
“Tidak ada karya yang sia-sia. Setiap karya yang dibuat telah menjadi bagian dari upaya mengenalkan pelayanan publik kepada masyarakat. Terus berkarya dan terus menghadirkan ide-ide baru yang dapat memberikan manfaat bagi Kota Cirebon,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa komunikasi pemerintahan sedang bergerak menuju pola yang lebih partisipatif. Pemerintah menyediakan layanan, sementara masyarakat ikut membantu menyebarkan informasi melalui medium yang mereka gunakan sehari-hari.
Namun, pesan Effendi menjadi catatan utama: konten yang menarik harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang nyata. Sebab, ukuran keberhasilan pelayanan publik pada akhirnya bukan hanya seberapa menarik pemerintah tampil di media sosial, tetapi seberapa mudah masyarakat memperoleh layanan ketika datang dan membutuhkan.
Sumber: Prokompim, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon
- Penulis: Wahidin







