Latma PLATEX 2026 Resmi Ditutup, Korps Marinir TNI AL dan USMC Perkuat Kerja Sama Militer
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Pesawaran, INC MEDIA – Latma PLATEX 2026 antara Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan United States Marine Corps (USMC) resmi berakhir. Komandan Brigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., menutup latihan bersama tersebut melalui upacara di Lapangan Apel Batalyon Infanteri 7 Marinir, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (28/8/2026).
Penutupan Latma PLATEX 2026 menandai berakhirnya rangkaian latihan yang mempertemukan prajurit Korps Marinir TNI AL dengan personel USMC dalam berbagai kegiatan peningkatan kemampuan, profesionalisme, serta kesiapsiagaan militer.

Korps Marinir TNI AL dan United States Marine Corps (USMC) bersalaman dalam suasana penutupan Latma PLATEX 2026 di Lapangan Apel Yonif 7 Marinir, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama dan diplomasi militer kedua negara.(Dok.foto/ist)
Upacara penutupan dihadiri Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Mar), Perwira Seksi Operasi (Pasops) Brigif 4 Marinir/BS, Perwira Seksi Intelijen (Pasintel) Brigif 4 Marinir/BS, serta sejumlah tamu undangan.
Latma PLATEX 2026 Tingkatkan Kemampuan Prajurit
Latma PLATEX 2026 menjadi bagian dari kerja sama militer yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Selama latihan, prajurit mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan teknis dan taktis. Selain kemampuan individu, latihan juga menekankan kedisiplinan, koordinasi, komunikasi, serta kerja sama antarsatuan.
Interaksi antara prajurit kedua negara juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman terhadap prosedur dan pola kerja masing-masing. Hal tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan interoperabilitas dalam pelaksanaan kerja sama militer.
Latihan bersama tidak hanya berorientasi pada kemampuan tempur. Kegiatan semacam ini juga menjadi sarana untuk membangun profesionalisme prajurit dan memperkuat hubungan antarinstitusi pertahanan kedua negara.
Pelaksanaan Latma PLATEX 2026 Berjalan Lancar
Seluruh rangkaian Latma PLATEX 2026 dilaksanakan dengan aman dan lancar sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pelaksanaan latihan juga disebut menghasilkan capaian yang memuaskan.
Hasil latihan selanjutnya menjadi bahan evaluasi bagi satuan yang terlibat. Evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi kekuatan, kekurangan, serta aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas berikutnya.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, setiap pengalaman selama latihan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan kemampuan prajurit secara berkelanjutan.
PLATEX 2026 Jadi Bagian Diplomasi Militer
Dalam amanatnya, Komandan Brigade Infanteri 4 Mar/BS menegaskan arti strategis latihan bersama tersebut. Ia menyampaikan, “Kegiatan Latihan Bersama Platex 2026 merupakan bentuk diplomasi militer dan kerjasama antar dua negara dalam menjaga stabilitas keamanan regional”.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja sama militer antara Indonesia dan Amerika Serikat memiliki dimensi yang lebih luas. Latihan bersama menjadi ruang untuk membangun komunikasi, meningkatkan kepercayaan, sekaligus memperkuat kapasitas kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan.
Bagi prajurit, pengalaman selama latihan juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan dalam lingkungan kerja sama internasional. Profesionalisme, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan koordinasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan kegiatan.
Prajurit Diminta Pertahankan Kemampuan
Berakhirnya Latma PLATEX 2026 bukan berarti proses peningkatan kemampuan prajurit berhenti. Seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama latihan diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
Prajurit juga diharapkan terus mempertahankan kemampuan yang telah diperoleh sekaligus meningkatkan kompetensi melalui latihan secara berkelanjutan.
Latihan bersama pada akhirnya bukan sekadar agenda militer. Kegiatan tersebut menjadi instrumen penting untuk membangun profesionalisme, memperkuat hubungan antarmiliter, dan mendukung kerja sama Indonesia dengan negara mitra dalam menciptakan stabilitas keamanan regional.
INC MEDIA menilai keberlanjutan latihan dan evaluasi yang objektif menjadi penting agar setiap kegiatan kerja sama militer memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan satuan dalam menjalankan tugas.| Red
- Penulis: Haris Efendi







