Pemimpin Tanggap Kebutuhan Warga, Pemko Langsa Raih Serambi Award 2026
- account_circle Supriaman
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA – Pemimpin tanggap kebutuhan warga menjadi penghargaan yang diraih Pemerintah Kota (Pemko) Langsa melalui Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, dalam ajang Serambi Award 2026. Penghargaan tersebut diterima Jeffry di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026).
Penghargaan kategori “Pemimpin yang Tanggap Kebutuhan Warga” itu diserahkan Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur bersama Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia Firdaus Darwis.
Pemimpin Tanggap Kebutuhan Warga Jadi Sorotan
Serambi Award 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan daerah yang dinilai mampu menghadirkan kebijakan dan pelayanan publik secara responsif.
Bagi Pemko Langsa, penghargaan tersebut berkaitan dengan berbagai program yang dijalankan Wali Kota Jeffry Sentana S Putra bersama Wakil Wali Kota Muhammad Haikal, ST.
Sejak memimpin Kota Langsa, pasangan Jeffry–Haikal mengusung visi “Langsa Juara” melalui 22 program unggulan. Program tersebut diarahkan untuk mempercepat pelayanan, menghadirkan perubahan, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Sejumlah program bahkan menyentuh kebutuhan dasar warga. Di antaranya Program Seragam Sekolah Gratis, layanan “Layani Dulu, Administrasi Belakangan”, pengantaran obat bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia, pembentukan Skills Development Center, Gerakan Pangan Murah, penataan kawasan pasar, hingga pengembangan Car Free Day (CFD).
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif. Pemko Langsa juga mendorong ruang publik yang sehat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
Modernisasi Pelayanan dan Penguatan PAD
Pemko Langsa juga mulai mendorong modernisasi pelayanan melalui peluncuran E-Parking Berlangganan.
Sistem tersebut diharapkan mampu membuat pengelolaan parkir lebih tertib dan transparan. Pada saat yang sama, kebijakan itu diarahkan untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah menghubungkan pelayanan publik dengan tata kelola penerimaan daerah.
Respons Bencana Menjangkau Puluhan Ribu KK
Respons pemerintah juga terlihat dalam penanganan masyarakat terdampak bencana.
Pemko Langsa mengusulkan dan menyalurkan bantuan kepada 33.079 Kepala Keluarga (KK) terdampak dengan total anggaran mencapai Rp389.612.700.000.
Bantuan tersebut meliputi jatah hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta bantuan stimulan ekonomi. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 55.963 KK yang terdampak di Kota Langsa.
Data tersebut menjadi salah satu indikator yang memperlihatkan skala intervensi pemerintah dalam menangani dampak bencana dan memulihkan kondisi masyarakat.
Pemimpin Tanggap Kebutuhan Warga Ditopang Capaian Daerah
Penghargaan Serambi Award 2026 juga datang di tengah sejumlah capaian Pemko Langsa dalam berbagai sektor.
Dalam pengendalian inflasi, Kota Langsa meraih Terbaik I Pengendalian Inflasi dari Kementerian Dalam Negeri RI atas keberhasilan menjaga stabilitas inflasi daerah.
Langsa juga memperoleh Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) sebagai Kota Terbaik Provinsi Aceh dan mewakili Aceh dalam penilaian tingkat nasional oleh Bappenas.
Pada Rakernas XVIII APEKSI, Kota Langsa turut mendapat apresiasi sebagai kota dengan lompatan besar berkat pertumbuhan PAD yang signifikan.
Di bidang kesehatan, Pemko Langsa meraih Universal Health Coverage (UHC) Madya dari BPJS Kesehatan. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat.
Tata Kelola Pemerintahan dan Pendidikan
Dari sisi tata kelola, Pemko Langsa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 13 tahun berturut-turut.
Nilai Reformasi Birokrasi Tahun 2025 juga meningkat menjadi 71,15 dengan predikat BB. Sementara itu, nilai SAKIP Tahun 2025 mencapai 62,20 dengan predikat B.
Di sektor pendidikan, Program Seragam Sekolah Gratis terus dilanjutkan. Program ini telah berjalan selama dua tahun berturut-turut bagi siswa SD dan SMP.
Realisasinya mencapai 17.517 pasang pada 2025 dan meningkat menjadi 20.963 pasang pada 2026.
Jeffry: Penghargaan Bukan Semata Pencapaian Pribadi
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemko Langsa dan masyarakat yang mendukung berbagai program pembangunan.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian dirinya sebagai kepala daerah. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apa yang kita lakukan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Jeffry.
Jeffry menilai penghargaan tersebut justru menjadi dorongan bagi Pemko Langsa untuk terus melakukan pembenahan. Ia ingin inovasi pelayanan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya banyaknya program, tetapi sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memastikan Pemko Langsa akan memperkuat kolaborasi dalam menjalankan kebijakan pembangunan.
“Ke depan, kita ingin pelayanan pemerintahan semakin cepat, mudah dan responsif. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” pungkasnya.
Serambi Award Dihadiri Sejumlah Pejabat Aceh
Kegiatan Serambi Award 2026 dibuka Plt. Sekda Aceh Taufik, ST, M.Si. Acara tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si., Forkopimda Aceh, serta para bupati dan wali kota se-Aceh.
Dari Pemko Langsa, hadir Sekda Kota Langsa Dra. Suhartini, M.Pd., Ketua TP PKK Kota Langsa Ny. Devi Jeffry Sentana S Putra, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa Yusrizal, SSTP, MSP., serta jajaran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Langsa.
Penghargaan tersebut kini menjadi tantangan baru bagi Pemko Langsa. Predikat pemimpin tanggap kebutuhan warga tidak berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan yang cepat, kebijakan yang tepat sasaran, serta manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
(Supriaman)
- Penulis: Supriaman







