CFD Langsa Jadi Etalase UMKM, 245 Stand Ramaikan Lapangan Merdeka
- account_circle Supriaman
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

KOTA LANGSA, INC MEDIA — CFD Langsa kembali menunjukkan perannya sebagai ruang publik yang tidak hanya menjadi tempat masyarakat berolahraga dan berekreasi, tetapi juga berkembang menjadi etalase ekonomi kerakyatan. Sebanyak 245 stand UMKM dan berbagai layanan meramaikan kawasan Lapangan Merdeka Kota Langsa, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran ratusan stand tersebut membuat suasana Car Free Day (CFD) semakin semarak. Di tengah aktivitas olahraga masyarakat, para pelaku UMKM mendapat ruang untuk memperkenalkan produk, berinteraksi langsung dengan konsumen, sekaligus membuka peluang pasar baru.
CFD Langsa Dorong Pergerakan UMKM
Sejak pagi, masyarakat mulai memadati kawasan CFD. Ruas jalan yang terbebas dari kendaraan bermotor menjadi ruang yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga sekaligus menikmati berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha.

Dok.foto/INC MEDIA: Stan Dekranasda Kota Langsa turut memeriahkan Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka, Minggu (13/9/2026). Beragam produk UMKM dan kerajinan unggulan daerah dipamerkan untuk memperluas promosi sekaligus mendekatkan produk lokal kepada masyarakat.
Beragam produk UMKM tersedia di lokasi. Kuliner, makanan dan minuman, hingga aneka produk usaha masyarakat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di tengah kegiatan CFD.
Kondisi tersebut menciptakan interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Bagi pelaku UMKM, momentum seperti ini penting karena mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga dapat melihat secara langsung respons konsumen terhadap barang maupun layanan yang ditawarkan.
CFD pun perlahan tidak sekadar menjadi agenda mingguan. Ruang publik tersebut menjadi titik temu antara aktivitas olahraga, rekreasi, komunitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.
245 Stand Hadir di Lapangan Merdeka
Pada pelaksanaan CFD kali ini, sebanyak 245 stand hadir di kawasan Lapangan Merdeka. Stand tersebut tidak seluruhnya berasal dari sektor UMKM, karena sejumlah layanan publik dan kegiatan kelembagaan juga mengambil bagian.
Salah satunya pelayanan kesehatan yang digelar Kodim 0104/Aceh Timur. Kehadiran layanan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan secara langsung di tengah aktivitas CFD.
Pemko Langsa juga menghadirkan stan e-Parkir. Stan ini menjadi sarana informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan sistem parkir elektronik.
Sementara itu, Dekranasda Kota Langsa turut berpartisipasi dengan menampilkan beragam produk dan kerajinan unggulan daerah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa CFD dapat dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan sekaligus promosi potensi daerah.
CFD Langsa Tetap Jadi Ruang Olahraga
Meski aktivitas ekonomi semakin menonjol, fungsi utama CFD sebagai ruang olahraga dan rekreasi masyarakat tetap berjalan.
Ribuan warga memanfaatkan kawasan Lapangan Merdeka untuk melakukan berbagai kegiatan. Senam bersama, jalan santai, jogging, bersepeda hingga aktivitas komunitas berlangsung sejak pagi.
Sejumlah hiburan musik juga turut menghidupkan suasana. Warga dapat menikmati akhir pekan bersama keluarga tanpa harus terganggu oleh lalu lintas kendaraan bermotor di kawasan CFD.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ruang publik dapat memiliki fungsi yang beragam apabila dikelola secara terarah. Olahraga, hiburan, interaksi sosial dan aktivitas ekonomi dapat berlangsung dalam satu kawasan tanpa menghilangkan fungsi utama ruang publik.
Wali Kota: CFD Harus Produktif bagi Masyarakat
Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra, S.E. menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat, pelaku UMKM, komunitas serta seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pelaksanaan CFD.
Menurutnya, kehadiran UMKM dan berbagai layanan menunjukkan bahwa ruang publik tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“CFD bukan hanya tempat masyarakat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM untuk tumbuh, memasarkan produk dan bertemu langsung dengan konsumen. Di sisi lain, berbagai pelayanan yang hadir juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.
Ia berharap CFD terus berkembang menjadi ruang publik yang nyaman, tertata dan produktif. Namun, perkembangan tersebut tetap harus menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dengan fungsi CFD sebagai sarana olahraga, rekreasi dan interaksi sosial.
Ekonomi Kerakyatan Tumbuh dari Ruang Publik
Perkembangan CFD Kota Langsa menjadi gambaran bahwa ruang publik dapat berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Ketika pengunjung datang dalam jumlah besar, pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.
Bagi pemerintah daerah, kondisi ini juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan program pelayanan serta potensi produk lokal kepada masyarakat.
Karena itu, pengelolaan CFD perlu dilakukan secara konsisten. Penataan stand, kebersihan, kenyamanan pengunjung, keamanan, kelancaran aktivitas olahraga serta akses masyarakat menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut tidak sekadar ramai, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya pelaku usaha dan komunitas yang terlibat, CFD Langsa berpotensi menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Lapangan Merdeka bukan hanya menjadi tempat warga berolahraga pada akhir pekan. Kawasan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat dalam satu aktivitas bersama.
Jika dikelola secara konsisten dan tertata, CFD dapat terus berkembang sebagai ruang publik yang sehat, produktif dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Kota Langsa.
INC MEDIA — Tegas, Objektif dan Terpercaya.
- Penulis: Supriaman







