Pupuk Subsidi Lampung Aman, Zulhas Pastikan Petani Bisa Tebus Sebelum Musim Tanam
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG, INC MEDIA – Pemerintah memastikan ketersediaan pupuk subsidi di Provinsi Lampung dalam kondisi aman menjelang musim tanam. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan distribusi pupuk kini jauh lebih lancar setelah pemerintah memangkas rantai birokrasi yang selama ini dinilai menghambat penyaluran ke petani.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah saat ini fokus memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai ke tangan petani sebelum masa tanam dimulai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
“Kalau dulu jalurnya terlalu panjang dan banyak persetujuan, sekarang lebih langsung,” kata Zulhas.
Pupuk Subsidi Lampung Mulai Terserap 40 Persen
Data pemerintah menunjukkan, penyaluran pupuk bersubsidi di Lampung hingga akhir April 2026 telah mencapai 282.796 ton. Jumlah itu setara sekitar 40 persen dari total alokasi pupuk subsidi tahun ini yang mencapai 713.970 ton.
Capaian tersebut disebut menjadi indikator bahwa distribusi pupuk di daerah mulai berjalan lebih efektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah juga mengklaim reformasi kebijakan distribusi mampu mempercepat akses petani terhadap pupuk bersubsidi.
Zulhas menjelaskan, sebelumnya proses distribusi pupuk kerap tersendat akibat prosedur administrasi yang berlapis. Akibatnya, pupuk sering terlambat diterima petani saat dibutuhkan untuk musim tanam.
Kini, pemerintah menerapkan pola distribusi yang lebih sederhana melalui kebijakan baru sehingga pupuk dapat langsung disalurkan tanpa banyak tahapan persetujuan.
Petani Bisa Tebus Pupuk Sebelum Masa Tanam
Dalam dialog bersama petani, Zulhas menyebut mayoritas petani mengaku proses penebusan pupuk subsidi saat ini lebih mudah dibanding sebelumnya. Bahkan, pupuk sudah dapat ditebus sebelum musim tanam berlangsung.
“Sekarang distribusi pupuk jauh lebih mudah karena jalurnya sudah dipangkas,” ujar Zulhas.
Pemerintah juga terus melakukan pengawasan agar distribusi pupuk tepat sasaran. Selain itu, petani yang terdaftar dalam kelompok tani kini dapat melakukan penebusan pupuk menggunakan KTP sesuai aturan terbaru dari pemerintah.
Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung yang selama ini menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Pangan
Selain memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan lancar, pemerintah juga menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Dalam forum tersebut, pemerintah menegaskan harga pembelian gabah dipatok Rp6.500 per kilogram guna menjaga pendapatan petani tetap stabil.
Langkah itu dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan produksi pertanian yang terus meningkat.
Zulhas menegaskan, pupuk subsidi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produksi pangan nasional. Karena itu, pemerintah akan terus memantau distribusi pupuk hingga tingkat kios dan petani.
“Kami memastikan pupuk tersedia dan bisa ditebus tepat waktu,” tegasnya.
- Penulis: Redaksi



