Breaking News

Diduga Diintimidasi dan Dipaksa Minta Maaf, Tiga Wartawan Ungkap Tekanan Psikis di Pekon Sukananti

  • account_circle Haris Efendi
  • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
  • print Cetak

Lampung Barat, INC MEDIA — Tiga wartawan dari media luar Lampung Barat, yakni Yuheri, Reky, dan Roni, menyampaikan klarifikasi atas tuduhan telah melakukan intimidasi dan memasuki pekarangan rumah Kepala Pekon Sukananti, Arnan, tanpa izin, pada Kamis, 5 Juni 2025. Ketiganya membantah keras tuduhan tersebut dan justru mengaku mengalami intimidasi serius oleh Teuku Wahyu, Ketua Pemuda Lampung Barat Bersatu (PLB), yang juga mengaku sebagai pengacara Arnan.

Dok. Foto Haris Efendi: agen PPOB Murah, mudah dan Aman. Download INC PAY di google play store sekarang!.

Yuheri mengatakan mereka dipaksa membuat video permintaan maaf di rumah pribadi Kades dan tidak diperbolehkan meninggalkan pekon sebelum video tersebut dibuat.

“Kami seperti disandera. Tidak boleh keluar sebelum menuruti permintaan oknum pengacara membuat video permintaan maaf karena dianggap bertamu tanpa izin ke rumah kepala pekon,” ungkap Yuheri.

BACA JUGA : JPKP Tubaba Dukung Tegas Yantoni Kritik Rangkap Jabatan: Momentum Perbaikan Birokrasi

Kedatangan mereka ke rumah kepala pekon, lanjut Yuheri, dilakukan karena Arnan sulit dihubungi dan tidak berada di kantor seperti janji sebelumnya.

“Kami ke sana hanya untuk peliputan positif, bukan untuk maksud lain. Kami sudah berupaya menghubungi dan menemui beliau di kantor, tapi tidak ada. Kami datang sesuai janji yang sudah ditentukan oleh Arnan sendiri,” tegasnya.

Yuheri menyayangkan insiden ini dan menilai tindakan Teuku Wahyu sebagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalistik. Terlebih, video permintaan maaf mereka sempat diviralkan oleh media lain tanpa persetujuan, yang dianggap mempermalukan profesi jurnalis.

“Jika ada keberatan, seharusnya diselesaikan secara etis dan profesional melalui Dewan Pers, bukan dengan cara-cara intimidatif,” ujar Yuheri.

Kejadian bermula saat para wartawan hendak menemui Arnan di kantor pekon pukul 11:00 WIB sesuai janji. Namun, Arnan tidak berada di tempat dan hanya meninggalkan pesan agar Juru Tulis menemui wartawan. Setelah menunggu, mereka malah ditinggal pergi tanpa pemberitahuan. Akhirnya, ketiganya memutuskan mendatangi kediaman pribadi Arnan sebagai bentuk silaturahmi dan koordinasi kerja sama peliputan.

Tak lama kemudian, mereka menerima panggilan untuk datang ke balai pekon, tempat mereka akhirnya bertemu Teuku Wahyu. Di sana, tekanan pun dimulai. Dengan nada tinggi, Teuku meminta mereka membuat video permintaan maaf sebagai syarat “pengampunan”.

“Kami datang dengan niat baik, tapi diperlakukan seperti pelaku kejahatan,” kata Yuheri.

BACA JUGA : Desa Kertosari Berduka: Kepala Desa Albert Sidauruk Tutup Usia, Sosok Pemimpin yang Mengabdi dengan Hati

Ketiganya berharap kejadian ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, terutama organisasi profesi jurnalis dan Dewan Pers, agar kejadian serupa tak terulang dan kebebasan pers tetap terjaga di daerah.**

  • Penulis: Haris Efendi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seruan Ketum DPP BPDI Lampung Dukung Pilkada 2024 Damai, Bermartabat Dan Berkualitas 

    Seruan Ketum DPP BPDI Lampung Dukung Pilkada 2024 Damai, Bermartabat Dan Berkualitas 

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA — Usai Pemilihan Umum 2024, masyarakat Indonesia kembali menyambut Pilkada Serentak 2024. Jelang pelaksanaan pemungutan suara pada 27 November 2024, suhu politik di tanah air kembali memanas. Setelah tuntasnya pemungutan dan rekapitulasi suara pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif 2024, masyarakat Indonesia akan segera menyambut Pilkada Serentak 2024. […]

  • Formades Dukung Pemberantasan Korupsi di Tubuh Kementerian Pertanian

    Formades Dukung Pemberantasan Korupsi di Tubuh Kementerian Pertanian

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Jakarta, INC MEDIA, – Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi sorotan publik setelah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mencopot sejumlah pejabat yang terlibat dugaan korupsi. Dalam langkah tegasnya, Mentan telah memecat empat pejabat penting, termasuk pejabat eselon II, karena diduga menerima suap senilai hingga Rp 10 miliar. Modus yang digunakan melibatkan permintaan komisi hingga 25% dari nilai […]

  • Mulan Jameela Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”: “Itu Kebebasan Berekspresi!

    Mulan Jameela Soal Lagu “Bayar Bayar Bayar”: “Itu Kebebasan Berekspresi!

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Jakarta (incmedia.site) — Penyanyi sekaligus anggota DPR RI, Mulan Jameela, ikut angkat bicara soal polemik lagu “Bayar Bayar Bayar” milik band Sukatani yang sempat dilarang peredarannya. Sebelumnya, lagu tersebut menuai kontroversi karena liriknya yang berisi kritik terhadap kepolisian. Para personel band Sukatani bahkan harus meminta maaf secara terbuka di hadapan publik, yang justru memancing reaksi […]

  • WAY KANAN DIGUNCANG SKANDAL! DANA BANSOS RP 92,4 MILIAR

    WAY KANAN DIGUNCANG SKANDAL! DANA BANSOS RP 92,4 MILIAR

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle incmedia.site
    • 0Komentar

    Way Kanan, INC MEDIA, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melalui bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) tengah mengusut dugaan megakorupsi dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 92,4 miliar yang dikelola oleh Koperasi Produsen Tebu Rakyat (KPTR) RPM Kabupaten Way Kanan. Dana ini berasal dari APBN Kementerian Pertanian RI tahun 2016 sebesar Rp 60 miliar, ditambah bunga […]

  • Polri tangkap Pelaku kasus Video Deepfake Presiden RI dilampung tengah 

    Polri tangkap Pelaku kasus Video Deepfake Presiden RI dilampung tengah 

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta (INC Media ) — Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri telah mengungkap kasus dugaan penipuan artificial intelligence (AI) deepfake yang mencatut nama dan wajah pejabat negara. Tak tanggung – tanggung Wajah pejabat yang digunakan itu diketahui Presiden Prabowo Subianto. Dir Tipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji mengatakan, terduga pelaku yang diamankan […]

  • Warga Temukan Ribuan APK Bergambar Nanda-Antonius di Kantor Desa Sukaraja Pesawaran 

    Warga Temukan Ribuan APK Bergambar Nanda-Antonius di Kantor Desa Sukaraja Pesawaran 

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Tinggal hitungan bulan Pemilu 2024 Akan digelar, situasi dan dinamika politik di negeri ini juga makin dinamis. Setiap hari kita melihat gerakan-gerakan juga manuver-manuver politik. Sementara itu isu netralitas ASN selalu menjadi sangat penting. ASN memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pemerintahan di masa jelang pemilu, sehingga netralitasnya sangat diperlukan demi terciptanya […]

expand_less