Breaking News
light_mode

TANAH ADAT PITU: Masyarakat Adat Pitu Ngetiyuh Perjuangkan Kepastian Hukum Tanah Adat

  • account_circle Febriyansah
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • print Cetak

TANAH ADAT PITU: Dorongan Kuat Masyarakat Adat Pitu Ngetiyuh untuk Kepastian Hukum

Pesawaran, INC MEDIA — TANAH ADAT PITU kembali menjadi sorotan setelah Masyarakat Adat Pitu Ngetiyuh menyuarakan perjuangan mereka terkait kepastian hukum atas wilayah tanah adat yang selama ini menjadi ruang hidup, identitas, dan sumber penghidupan komunitas. Isu tanah adat pitu ini mencerminkan kebutuhan mendasar masyarakat adat dalam memperoleh pengakuan hukum yang jelas dan berkeadilan.

Perjuangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga menyangkut keberlangsungan nilai budaya, struktur sosial, dan hubungan historis masyarakat dengan wilayah yang mereka tempati secara turun-temurun. Dalam konteks ini, kepastian hukum menjadi kunci utama untuk menghindari potensi konflik lahan di kemudian hari.

Tuntutan Pengakuan dan Perlindungan Tanah Adat Pitu

Masyarakat Adat Pitu Ngetiyuh menegaskan bahwa pengakuan terhadap tanah adat pitu bukan sekadar formalitas hukum, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang komunitas adat yang telah menjaga wilayah tersebut secara berkelanjutan.

Dalam berbagai forum komunikasi, masyarakat adat mendorong agar pemerintah memberikan kejelasan status hukum tanah adat, termasuk percepatan proses sertifikasi atau penetapan wilayah adat sesuai regulasi yang berlaku. Hal ini dinilai penting untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap potensi alih fungsi lahan atau klaim pihak lain.

Kepastian Hukum sebagai Fondasi Keadilan Agraria

Isu tanah adat pitu juga menyoroti tantangan besar dalam sistem agraria nasional, khususnya terkait pengakuan masyarakat adat. Kepastian hukum menjadi instrumen penting dalam menciptakan keseimbangan antara kepentingan pembangunan dan perlindungan hak masyarakat adat.

Tanpa adanya kepastian hukum yang jelas, masyarakat adat berpotensi menghadapi ketidakpastian ruang hidup yang dapat berdampak pada aspek sosial, ekonomi, hingga budaya. Oleh karena itu, penguatan regulasi dan implementasi kebijakan agraria menjadi kebutuhan mendesak.

Harapan Terhadap Pemerintah dan Lembaga Terkait

Masyarakat Adat Pitu Ngetiyuh berharap adanya respons konkret dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait dalam menyikapi persoalan tanah adat pitu. Dialog terbuka dan pendekatan partisipatif dinilai menjadi langkah strategis untuk menemukan solusi yang adil bagi semua pihak.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat adat diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian status tanah adat secara komprehensif dan berkelanjutan.


Penutup

Perjuangan masyarakat adat dalam memperjuangkan tanah adat pitu menunjukkan bahwa isu agraria bukan hanya soal lahan, tetapi juga menyangkut identitas, sejarah, dan masa depan komunitas adat. Kepastian hukum menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keadilan sosial.


 

 

  • Penulis: Febriyansah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Penyimpangan Anggaran: DPC ASWIN Pringsewu Laporkan Sekretariat DPRD ke Kejati Lampung

    Dugaan Penyimpangan Anggaran: DPC ASWIN Pringsewu Laporkan Sekretariat DPRD ke Kejati Lampung

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Doni Ramadana
    • 0Komentar

    PRINGSEWU, INC MEDIA – Dugaan penyimpangan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Pringsewu tahun 2025 resmi dilaporkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Pringsewu ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Langkah ini menjadi sinyal tegas bahwa kontrol publik terhadap pengelolaan keuangan daerah tidak boleh ditawar. Langkah Hukum ASWIN: Respons atas Dugaan Penyimpangan Anggaran Pelaporan ini bukan […]

  • Suami Jual Istri Via Michat Ditangkap Polisi

    Suami Jual Istri Via Michat Ditangkap Polisi

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC Media, Unit Reskrim Polsek Tanjung Karang Timur menangkap pria berinisial BG (19), warga Kelurahan Kupang Taba, Teluk Betung Utara, Bandarlampung, lantaran terlibat dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dimana korban berinisial SN (16) merupakan istri pelaku. “ Pelaku BG kita tangkap di sebuah penginapan di wilayah Tanjung Gading, Bandarlampung, pada Senin […]

  • Diduga Camat Negri Katon Enggo Pratama Gunakan mobil Dinas Untuk Kampanye 

    Diduga Camat Negri Katon Enggo Pratama Gunakan mobil Dinas Untuk Kampanye 

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Penggunaan mobil dinas milik Camat Negeri Katon, Enggo Pratama, yang diduga untuk membawa Alat Peraga Kampanye (APK) berbentuk Banner milik salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, memicu kontroversi di kalangan masyarakat. Mobil yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik kini dipertanyakan penggunaannya, terutama dalam konteks kampanye politik. “Mobil dinas itu […]

  • Pekon Sukaratu Salurkan BLT Dana Desa 2025 ke 30 Keluarga, Fokus Atasi Stunting dan Kemiskinan

    Pekon Sukaratu Salurkan BLT Dana Desa 2025 ke 30 Keluarga, Fokus Atasi Stunting dan Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Pringsewu, INC MEDIA – Pemerintah Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu resmi merealisasikan Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 pada Senin (2/6/2025). Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) menjadi bagian utama dari realisasi ini. Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra), Ais, yang mewakili Kepala Pekon Sukaratu Herli Yazid, menyampaikan bahwa sebanyak 30 Keluarga […]

  • Polsek Gedong Tataan Raih Penghargaan Kompolnas Award 2024 dari Polda Lampung 

    Polsek Gedong Tataan Raih Penghargaan Kompolnas Award 2024 dari Polda Lampung 

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PESAWARAN, INC MEDIA — Polsek Gedong Tataan di bawah naungan Polres Pesawaran berhasil meraih penghargaan Kompolnas Award 2024 dari Polda Lampung. Penghargaan ini diberikan oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si, kepada Kapolsek Gedong Tataan Kompol Mulyadi Yaqub, S.Pd, dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat. Rabu (02/10/2024). Penganugerahan penghargaan ini merupakan bentuk […]

  • Pesisir Barat Lampung di Guncang Gempa 5,4 magnitudo

    Pesisir Barat Lampung di Guncang Gempa 5,4 magnitudo

    • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesisir Barat, INC MEDIA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa 5,4 magnitudo mengguncang Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Sabtu sore 2 November 2024 sekitar pukul 17.19 WIB. Update resmi Dari BMKG Indonesia · Terakhir diperbarui 2 jam yang lalu Telah Terjadi gempa bumi dengan kekuatan: 5.4 SR, 121 km Barat daya […]

expand_less