Polda Aceh Bagikan 6.000 Bendera Merah Putih, Termasuk ke BRA
- account_circle Helmy
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Banda Aceh, INC MEDIA — 6.000 bendera Merah Putih dibagikan Polda Aceh kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Distribusi bendera tersebut juga menyasar Badan Reintegrasi Aceh (BRA), selain Satker Polda Aceh, Polres jajaran, serta sejumlah lingkungan perumahan personel kepolisian.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan dalam mendorong masyarakat menghidupkan suasana kemerdekaan melalui pengibaran Merah Putih di ruang publik maupun lingkungan tempat tinggal.
6.000 Bendera Merah Putih Didistribusikan
Polda Aceh menyiapkan total 6.000 bendera yang terdiri atas 5.000 bendera Merah Putih berukuran sedang dan 1.000 bendera berukuran kecil.
Biro Operasi Polda Aceh mengoordinasikan pendistribusian bendera tersebut. Selanjutnya, bendera disalurkan kepada Satker Polda Aceh dan Polres jajaran untuk dibagikan kepada masyarakat, termasuk pengguna jalan di sejumlah persimpangan.
Bendera juga diarahkan untuk dikibarkan di depan rumah, toko, serta lokasi lainnya selama momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya ditempatkan sebagai seremoni tahunan. Polda Aceh mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung melalui simbol kebangsaan yang mudah terlihat dan dapat diikuti semua lapisan masyarakat.
6.000 Bendera Merah Putih Menjangkau BRA
Distribusi bendera dilakukan kepada sejumlah satuan kerja dan lingkungan yang berada dalam koordinasi Polda Aceh.
Satker penerima antara lain Ditlantas Polda Aceh, Ditsamapta, Ditpolairud, Ditintelkam, Ditbinmas, Satbrimob, Spripim, serta Polres jajaran.
Bendera juga disalurkan ke sejumlah Aspol, yakni Aspol Lamteumen I, Aspol Lamteumen II, Aspol Lamjamee, dan Aspol Kebun Kelapa.
Selain unsur internal kepolisian, Polda Aceh memberikan distribusi bendera kepada Badan Reintegrasi Aceh (BRA). Pelibatan BRA menjadi bagian penting karena lembaga tersebut memiliki peran dalam konteks reintegrasi dan penguatan kehidupan sosial masyarakat Aceh.
Dengan demikian, pembagian bendera tidak hanya menyentuh ruang institusional kepolisian, tetapi juga memperluas pesan kebangsaan kepada berbagai elemen di Aceh.
Polda Aceh Dorong Semangat Nasionalisme
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, pembagian bendera merupakan bentuk kepedulian Polda Aceh sekaligus upaya mengajak masyarakat ikut menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
“Bendera Merah Putih merupakan simbol persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. Karena itu, kami ingin memastikan semangat kemerdekaan dapat dirasakan dan diwujudkan bersama oleh masyarakat di seluruh Aceh,” ujar Joko dalam keterangannya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Joko, pengibaran Merah Putih di lingkungan masyarakat menjadi salah satu bentuk sederhana untuk menunjukkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Pendistribusian bendera kepada Satker Polda, Aspol, dan Polres jajaran diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat. Bendera yang diterima kemudian dapat dibagikan kepada warga sehingga semakin banyak rumah, toko, fasilitas, dan ruang publik yang dihiasi Merah Putih.
6.000 Bendera Merah Putih Jadi Pesan Persatuan
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan. Bagi Polda Aceh, simbol Merah Putih memiliki makna lebih luas daripada sekadar atribut perayaan.
Joko menegaskan, semangat nasionalisme perlu terus dibangun di tengah masyarakat. Karena itu, partisipasi warga dalam mengibarkan bendera diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan.
“Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun semangat nasionalisme dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat. Kami berharap seluruh masyarakat Aceh ikut berpartisipasi menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan mengibarkan Merah Putih,” demikian, kata Joko.
Pembagian 6.000 bendera Merah Putih tersebut pada akhirnya membawa pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dirayakan bersama. Pengibaran Merah Putih di berbagai sudut Aceh diharapkan menjadi simbol bahwa masyarakat memiliki ruang yang sama untuk mengekspresikan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia.
Bagi Aceh, pesan persatuan itu juga memiliki konteks sosial yang kuat. Keterlibatan berbagai unsur, termasuk BRA, menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
(Red)
- Penulis: Helmy
- Editor: Haris Efendi







