Breaking News
light_mode

Dugaan Pungutan Rp45 Ribu di SMP Negeri 14 Bandar Lampung Disorot, Kepala Sekolah Terancam dilaporkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • print Cetak

BANDAR LAMPUNG, INC MEDIA — Dugaan pungutan Rp45 ribu kepada wali murid di SMP Negeri 14 Bandar Lampung menjadi sorotan. Persoalan ini mencuat setelah seorang narasumber menyampaikan laporan kepada LSM Maung mengenai adanya penarikan dana di lingkungan sekolah.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti tim investigasi LSM Maung dengan mendatangi SMP Negeri 14 Bandar Lampung yang berada di kawasan Jalan Cik Ditiro, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.

Kedatangan tim tersebut bertujuan meminta penjelasan langsung dari pihak sekolah mengenai dasar, tujuan, serta mekanisme penarikan dana yang disebut mencapai Rp45.000 dari wali murid.

Dugaan Pungutan Rp45 Ribu Dikonfirmasi Sekolah

Dalam proses klarifikasi, Kepala SMP Negeri 14 Bandar Lampung, Wasiat, membenarkan adanya uang sebesar Rp45.000 yang telah dipungut dari wali murid.

Namun, pihak sekolah menjelaskan bahwa uang tersebut rencananya akan dikembalikan kepada wali murid setelah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) cair.

“Uang tersebut akan dikembalikan kepada wali murid setelah dana BOS turun,” ujar Kepala sekolah SMP Negeri 14 Bandar Lampung saat memberikan klarifikasi.

Keterangan tersebut menjadi perhatian LSM Maung karena menyangkut mekanisme pembiayaan pendidikan serta penarikan dana dari orang tua atau wali peserta didik.

Persoalan utamanya bukan hanya mengenai nominal Rp45.000. Hal yang perlu diperjelas adalah siapa yang menetapkan penarikan, atas dasar apa dana tersebut dikumpulkan, untuk keperluan apa, bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya, dan apakah penarikan dilakukan secara sukarela atau bersifat wajib.

Kejelasan tersebut penting agar tidak terjadi kesalahpahaman antara pihak sekolah, komite, dan wali murid.

Dugaan Pungutan Rp45 Ribu Perlu Diuji Berdasarkan Aturan

Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah membedakan secara prinsip antara pungutan dan sumbangan.

Pungutan merupakan penarikan uang yang bersifat wajib dan mengikat dengan jumlah serta jangka waktu yang ditentukan. Sementara sumbangan diberikan secara sukarela dan tidak mengikat.

Dalam konteks tersebut, Pasal 12 huruf b Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 mengatur larangan bagi Komite Sekolah, baik secara perseorangan maupun kolektif, melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya.

Regulasi tersebut juga mengatur bahwa penggalangan dana pendidikan oleh Komite Sekolah dilakukan dalam bentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

Karena itu, dugaan pungutan Rp45 ribu di SMP Negeri 14 Bandar Lampung perlu dilihat secara utuh berdasarkan fakta dan mekanisme yang sebenarnya terjadi.

Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat ada atau tidaknya uang yang dikumpulkan. Instansi berwenang perlu memastikan status penarikan tersebut, pihak yang menginisiasi, dasar kebijakannya, bukti pembayaran, penggunaan dana, serta apakah wali murid memiliki pilihan untuk tidak membayar.

LSM Maung Minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

LSM Maung meminta Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Klarifikasi dari sekolah dinilai perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan administratif apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam mekanisme penarikan dana.

Seorang wali murid juga meminta pihak Dinas Pendidikan memastikan setiap pembiayaan yang melibatkan orang tua dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan.

Menurutnya, transparansi menjadi penting karena sekolah merupakan lembaga pelayanan publik di bidang pendidikan. Orang tua berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai setiap kewajiban maupun kontribusi yang dibebankan kepada mereka.

Alasan bahwa uang akan dikembalikan setelah dana BOS cair juga perlu dijelaskan secara terbuka. Penjelasan tersebut penting untuk mengetahui mengapa dana dari wali murid terlebih dahulu diperlukan dan bagaimana hubungan pembiayaan tersebut dengan penggunaan dana BOS.

Jangan Langsung Menyimpulkan Pelanggaran Pidana

Dugaan penarikan dana di sekolah tidak otomatis dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Penentuan ada atau tidaknya pelanggaran pidana harus didasarkan pada fakta, alat bukti, kewenangan pihak yang melakukan penarikan, serta terpenuhinya unsur pasal yang diterapkan.

Karena itu, pemberitaan mengenai persoalan ini tetap menempatkan dugaan sebagai dugaan sampai terdapat hasil pemeriksaan atau keputusan dari lembaga yang berwenang.

Apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan unsur pemaksaan, penyalahgunaan kewenangan, atau perbuatan lain yang memenuhi unsur tindak pidana, maka aparat penegak hukum dapat menindaklanjutinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, ketentuan pemberantasan tindak pidana korupsi diatur antara lain dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Namun, penerapan ketentuan pidana tersebut tetap harus menunggu pembuktian berdasarkan fakta dan kewenangan hukum yang berlaku.

Kepala Sekolah Terancam Dilaporkan

LSM Maung menyatakan akan mempertimbangkan langkah pelaporan kepada instansi berwenang apabila persoalan tersebut tidak memperoleh penjelasan dan penyelesaian yang dianggap memadai.

Langkah tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pihak berwenang untuk menguji apakah penarikan Rp45.000 tersebut benar merupakan pungutan, sumbangan, atau bentuk pembiayaan lain yang memiliki dasar dan mekanisme sesuai ketentuan.

INC MEDIA menempatkan persoalan ini sebagai informasi yang masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut. Pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Komite Sekolah, maupun pihak lain yang terkait tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Publik pada akhirnya membutuhkan satu hal: kejelasan. Jika penarikan tersebut memiliki dasar yang sah, mekanismenya harus dapat dijelaskan secara terbuka. Sebaliknya, jika ditemukan ketidaksesuaian, instansi berwenang perlu mengambil langkah sesuai aturan.

Dengan demikian, polemik dugaan pungutan Rp45 ribu tidak berhenti pada perdebatan nominal, tetapi menjadi momentum untuk memastikan tata kelola pembiayaan pendidikan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan peserta didik serta orang tua.

(Karim)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gakkumdu Pesawaran diduga ‘Masuk Angin’ Terkait Proses Pidana Pelanggaran Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pesawaran, INC MEDIA — Kuasa Hukum Paslon 01 Aries Sandi- Supriyanto, Yopi Hendro, SH tuding Penyidik Polres (Gakkumdu) Pesawaran “Masuk  Angin” terkait proses penanganan terhadap Terlapor ASN (Camat) Negeri Katon, Enggo Pratama, yang di duga telah melakukan Pelanggaran Pidana Pemilu pada Kontestasi Pemilukada Pesawaran 2024. Tudingan yang diungkapkannya itu, kata Yopi, buntut atas dikeluarkannya surat […]

  • Upaya Meningkatkan Pelayanan Prima di Pekon Banjarejo, Efrizal Hadapi Tantangan dengan Inovasi

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pringsewu (INC Media) – Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Efrizal, selalu berusaha memaksimalkan kinerjanya untuk memberikan pelayanan yang prima, efektif, dan efisien bagi warganya. Dengan tujuan menciptakan masyarakat yang lebih baik, Efrizal tetap berkomitmen meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan dalam pekerjaannya. Sebagai pejabat yang memegang peranan penting, Efrizal menunjukkan sikap […]

  • Polwan Sabang Promosikan Wisata Bahari Lewat Diving di Pulau Rubiah

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Banda Aceh, INC MEDIA — Polwan Sabang memperingati Hari Jadi Polwan ke-78 dengan cara kreatif dan inspiratif. Tujuh polisi wanita dari Polres Sabang, Polda Aceh, melakukan penyelaman atau diving di perairan Pulau Rubiah, Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Selasa, 25 Agustus 2026. Aksi tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Polwan. Di […]

  • Normalisasi Saluran dan Pengangkatan Sedimen Dipercepat, BBWS Mesuji Sekampung Lindungi Produktivitas Petani Lampung

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Lampung Utara, INC MEDIA — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung terus mengintensifkan langkah strategis dalam mendukung Program Strategis Nasional di sektor ketahanan pangan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah peningkatan kesiapsiagaan serta penanganan banjir melalui normalisasi jaringan irigasi di sejumlah titik Daerah Irigasi (DIR). Kegiatan utama dipusatkan di wilayah Paraduan Waras, Kecamatan […]

  • DPW CISEBA Lampung Serahkan Mandat Ketua Kota dalam Momentum Halal Bihalal, Perkuat Sinergi Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Haris Efendi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, INC MEDIA — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) CISEBA Provinsi Lampung menggelar kegiatan penyerahan mandat dan surat tugas yang dirangkaikan dengan halal bihalal, sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi pasca-Idulfitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Perumahan Citra Kusuma, Jalan Morotai, Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, pada Minggu, 17 April 2026, […]

  • Kapolda Babel Geram, Tindak Tegas Kasat Lantas yang Rebut Ponsel Wartawan

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pangkalpinang (INC Media) — Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo Geram dan akan melakukan tindakan tegas kepada Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bangka Barat atas insiden perampasan telepon seluler milik salah satu wartawan saat meliput Operasi Keselamatan Menumbing 2025 di Mentok. “Bagi saya ini masalah serius karena saya sendiri dan pejabat utama di […]

expand_less