PJU Polda Aceh Asah Kemampuan Menembak, Perkuat Kesiapsiagaan dan Profesionalisme Personel
- account_circle Helmy
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

PJU Polda Aceh Tingkatkan Kemampuan Menembak
Jantho – Aceh Besar, INC MEDIA – PJU Polda Aceh mengikuti latihan pemeliharaan dan peningkatan kemampuan menembak di Pusat Latihan (Puslat) Brimob Polda Aceh, Lamreh, Aceh Besar, Rabu (9/9/2026). Latihan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketepatan, disiplin, kesiapsiagaan, sekaligus profesionalisme personel dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan dan didampingi instruktur menembak dari Satuan Brimob Polda Aceh. Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo serta jajaran Pejabat Utama Polda Aceh turut mengikuti latihan tersebut.
Latihan tidak sekadar menguji kemampuan peserta mengenai ketepatan sasaran. Lebih dari itu, kegiatan diarahkan untuk memastikan setiap personel memiliki kemampuan teknis yang terpelihara serta memahami aspek keselamatan dan prosedur penggunaan senjata api.
PJU Polda Aceh Ditekankan Soal Disiplin dan Keselamatan
Kabidhumas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, latihan menembak merupakan bagian dari pembinaan kemampuan personel yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut dia, latihan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kemampuan teknis. Personel juga harus mampu menggunakan senjata api secara tepat, terukur, aman, dan bertanggung jawab.
“Latihan ini tidak hanya mengejar ketepatan sasaran, tetapi juga menanamkan disiplin, keselamatan, kepatuhan terhadap prosedur, serta tanggung jawab dalam penggunaan senjata api,” ujar Joko.
Penekanan tersebut menjadi penting karena kemampuan menggunakan senjata api membutuhkan ketenangan, konsentrasi, penguasaan teknik, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, personel diharapkan tidak hanya semakin terampil, tetapi juga semakin disiplin dalam mengambil keputusan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapsiagaan tinggi.
Latihan Menembak PJU Polda Aceh Gunakan Sejumlah Senjata
Dalam latihan tersebut, para peserta mengasah kemampuan menembak menggunakan senjata api bahu pada jarak 50 meter. Beberapa jenis senjata yang digunakan antara lain AK-101, Steyr AUG, dan SIG Sauer Patrol.
Selain itu, peserta juga mengikuti latihan menembak menggunakan senjata sniper pada jarak 200 meter. Materi tersebut menggunakan Sniper Steel Core dan SIG Sauer 716.
Variasi latihan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan dalam menghadapi karakteristik penggunaan senjata yang berbeda. Ketepatan sasaran, konsentrasi, posisi, pengendalian diri, serta penerapan prosedur keselamatan menjadi bagian penting dalam setiap tahapan latihan.
Joko menjelaskan, kemampuan menembak merupakan salah satu keterampilan yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan melalui latihan yang rutin serta terukur.
Pembinaan kemampuan tersebut diperlukan agar personel tetap memiliki kesiapan ketika menjalankan tugas di lapangan. Kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan sikap profesional dan tanggung jawab.
Kesiapsiagaan Menjadi Bagian dari Profesionalisme
Menurut Joko, latihan juga berfungsi membentuk ketenangan dan konsentrasi personel. Dua aspek tersebut menjadi penting dalam menjalankan tugas kepolisian yang menuntut ketepatan pengambilan keputusan.
“Dengan latihan yang rutin dan terukur, diharapkan kemampuan personel semakin baik sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat bertindak secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan,” kata Joko.
Selain kemampuan teknis, kegiatan tersebut memperkuat soliditas dan kedisiplinan jajaran Polda Aceh. Latihan bersama juga menjadi ruang untuk membangun kesiapsiagaan dan menjaga standar kemampuan personel.
Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keamanan. Para peserta mengikuti prosedur yang telah ditetapkan selama kegiatan berlangsung.
Bagi institusi kepolisian, kemampuan personel harus terus dipelihara agar tetap sesuai dengan tuntutan tugas. Karena itu, latihan berkala menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kesiapan sekaligus memastikan setiap penggunaan senjata api dilakukan secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab.
Kurnalis: Helmy
- Penulis: Helmy







