Babinsa Bersihkan Abu Vulkanik di SMPN 3 Jati Agung, Pastikan Sekolah Kembali Aman
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG SELATAN, INC MEDIA — Babinsa bersihkan abu vulkanik di lingkungan SMPN 3 Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (9/9/2026). Personel Babinsa Koramil 421-09/Tanjung Bintang, Kodim 0421/Lampung Selatan, bergerak cepat membersihkan material abu yang menutup sejumlah bagian fasilitas sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan layak digunakan. Pembersihan juga menjadi bagian dari respons terhadap dampak abu vulkanik yang mengganggu aktivitas di kawasan tersebut.
Babinsa Bersihkan Abu Vulkanik di Area Sekolah
Personel Babinsa memusatkan pembersihan pada sejumlah titik vital. Area tersebut meliputi ruang kelas, halaman sekolah, hingga fasilitas umum yang tertutup material abu.
Abu vulkanik yang menempel pada permukaan lantai dan bangunan dibersihkan menggunakan alat semprot air bertekanan. Cara itu dilakukan untuk mengikis material yang menempel sekaligus mempercepat proses pemulihan lingkungan sekolah.
Gerak cepat Babinsa menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak. Lingkungan pendidikan juga membutuhkan respons cepat karena berkaitan langsung dengan keselamatan guru dan siswa.
Respons Cepat Babinsa Koramil 421-09/Tanjung Bintang
Serka Riduan, anggota Babinsa Koramil 421-09/Tanjung Bintang, mengatakan kehadiran Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendampingi masyarakat dan institusi pendidikan di wilayah binaannya.
“Sebagai Babinsa, kami akan terus hadir membantu masyarakat dan pihak sekolah, terutama dalam kondisi yang membutuhkan penanganan secara cepat,” tegas Serka Riduan di lokasi kegiatan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peran Babinsa tidak berhenti pada aspek keamanan wilayah. Dalam situasi tertentu, Babinsa juga dapat menjadi bagian dari respons awal untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
Abu Vulkanik Mengganggu Aktivitas Sekolah
Material abu yang menutupi lingkungan sekolah berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar apabila tidak segera ditangani. Selain membuat permukaan lantai kotor dan licin, paparan abu juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan.
Karena itu, pembersihan menjadi langkah penting sebelum seluruh aktivitas sekolah kembali berjalan normal.
Pihak sekolah menyambut positif bantuan tersebut. Setelah proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh, kondisi lingkungan sekolah diharapkan menjadi lebih aman dan kondusif bagi guru maupun siswa.
Kehadiran Babinsa dalam proses tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Sinergi Dibutuhkan Setelah Bencana
Penanganan abu vulkanik tidak berhenti pada proses pembersihan. Pemeriksaan kondisi bangunan, kebersihan ruang kelas, serta kesiapan fasilitas sekolah juga penting dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung penuh.
Sekolah perlu memastikan seluruh ruangan bebas dari material yang dapat mengganggu kesehatan siswa dan guru. Pada saat yang sama, masyarakat dan unsur terkait perlu tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik.
Respons cepat di SMPN 3 Jati Agung menjadi contoh bahwa penanganan kondisi darurat membutuhkan kecepatan, koordinasi, dan kepedulian bersama.
Bagi dunia pendidikan, lingkungan yang aman bukan sekadar persoalan kebersihan. Kondisi tersebut menjadi prasyarat agar proses belajar mengajar dapat berjalan tanpa gangguan.
Babinsa Koramil 421-09/Tanjung Bintang pun menunjukkan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat memiliki arti penting ketika situasi membutuhkan tindakan cepat dan nyata.
- Penulis: Redaksi







