Pengamanan Hari Damai Aceh, Polda Aceh dan TNI Siagakan 169 Personel
- account_circle Helmy
- calendar_month 51 menit yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA — Pengamanan Hari Damai Aceh menjadi perhatian Polda Aceh dan TNI menjelang rangkaian peringatan Hari Damai Aceh 2026. Sebanyak 169 personel gabungan disiagakan untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Apel kesiapan pengamanan digelar Polda Aceh bersama TNI pada Jumat (14/8/2026) di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menjaga keamanan selama peringatan berlangsung.
Pengamanan Hari Damai Aceh Libatkan 169 Personel
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan Polda Aceh menyiagakan 75 personel. Sementara itu, TNI mengerahkan 94 personel untuk mendukung pengamanan.
“Dalam pengamanan Hari Damai Aceh tahun 2026 tersebut, Polda Aceh menyiagakan sebanyak 75 personel, sementara 94 personel TNI turut dilibatkan dalam pengamanan,” ujar Joko.
Dengan komposisi tersebut, total 169 personel gabungan TNI-Polri disiapkan untuk mengawal rangkaian kegiatan. Kesiapan itu mencerminkan upaya aparat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama kegiatan berlangsung.
Personel gabungan ditempatkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Penempatan tersebut diarahkan agar setiap tahapan kegiatan dapat berjalan secara terukur tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Apel Kesiapan Jadi Titik Awal Pengamanan
Apel kesiapan dipimpin Kompol Saiful Hadi, S.H., M.H., selaku Perwira Pengendali (Padal) sekaligus Kasat Samapta Polresta Banda Aceh.
Melalui apel tersebut, personel mendapatkan penegasan mengenai tugas, tanggung jawab, serta pola pengamanan yang harus dijalankan. Koordinasi antara TNI dan Polri menjadi bagian penting untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Pengamanan Hari Damai Aceh tidak hanya berorientasi pada kesiapan personel. Kehadiran aparat juga diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti maupun berada di sekitar lokasi kegiatan.
Joko menegaskan bahwa keamanan dan kedamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga situasi tetap tertib selama rangkaian peringatan berlangsung.
Pengamanan Hari Damai Aceh dan Pesan Perdamaian
Peringatan Hari Damai Aceh memiliki makna penting bagi masyarakat Aceh. Karena itu, momentum tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga perdamaian.
“Peringatan Hari Damai Aceh diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keharmonisan, serta merawat perdamaian yang telah terbangun di Aceh,” jelasnya.
Pesan tersebut menempatkan keamanan sebagai bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap kondusif. Aparat bertugas memastikan kegiatan berjalan aman, sedangkan masyarakat diharapkan ikut menjaga ketertiban dan menghormati seluruh rangkaian kegiatan.
Sinergi TNI-Polri juga menjadi faktor penting dalam membangun pengamanan yang proporsional. Dengan pembagian tugas yang jelas, personel dapat menjalankan fungsi pengamanan secara terkoordinasi.
Sinergi TNI-Polri Jaga Kondusivitas Aceh
Polda Aceh bersama TNI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban selama peringatan Hari Damai Aceh 2026. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar suasana damai tetap terpelihara.
Kesiapan personel gabungan sekaligus menunjukkan bahwa pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas institusi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga seluruh kegiatan tetap berjalan lancar tanpa mengurangi ruang masyarakat untuk memperingati momentum Hari Damai Aceh.
“Dengan kesiapan personel dan sinergi TNI-Polri, seluruh rangkaian peringatan Hari Damai Aceh diharapkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat perdamaian di tengah masyarakat Aceh,” pungkas Joko.
Dengan demikian, pengamanan Hari Damai Aceh 2026 tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah personel yang dikerahkan. Lebih dari itu, kesiapan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga ketertiban, merawat keharmonisan, dan memastikan pesan perdamaian tetap menjadi semangat utama masyarakat Aceh. (Helmy/rls).
- Penulis: Helmy
- Editor: Resmi Januari, SH







