LPM Award 2026: Wali Kota Cirebon Raih Apresiasi Nasional atas Komitmen Pemberdayaan Masyarakat
- account_circle Asep Suparman
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

BANDUNG, INC MEDIA – LPM Award 2026 menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menerima penghargaan tersebut atas dukungan dan komitmennya dalam mendorong peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sebagai bagian penting dari pembangunan menuju Indonesia Maju.
Penghargaan itu diserahkan oleh Ketua Umum Dewan Pembina Pusat (DPP) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Republik Indonesia kepada Effendi Edo dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP LPM RI di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (7/8/2026).
LPM Award 2026 Jadi Pengakuan atas Pemberdayaan Masyarakat
Pemberian LPM Award 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap kepala daerah yang dinilai memberikan dukungan terhadap keberadaan dan peran LPM dalam proses pembangunan.
LPM memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wadah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, membangun partisipasi warga, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan di lingkungan desa dan kelurahan.
Rakernas DPP LPM RI tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Wakil Menteri UMKM RI, Gubernur Jawa Barat, serta sejumlah kepala daerah terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Effendi Edo, penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Ia melihat penghargaan itu sebagai pengingat bahwa pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih kepada DPP LPM RI atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini tentu menjadi motivasi sekaligus pemacu bagi kami untuk terus bekerja sama dengan masyarakat dalam membangun lingkungan yang mandiri, berdaya, dan sejahtera,” ujarnya.
LPM Award 2026 Dorong Pembangunan Tak Sekadar Fisik
Effendi Edo menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya sarana dan prasarana yang dibangun. Pemerintah juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia, kepedulian sosial, serta keberlanjutan nilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berbentuk fisik. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menumbuhkan kepedulian masyarakat, dan memahami serta menjaga budaya yang ada di lingkungan kita,” katanya.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki kepedulian dan kesadaran untuk ikut terlibat akan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan.
Karena itu, pemerintah perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Masyarakat tidak cukup ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus diberi kesempatan menjadi bagian dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.
“Dengan masyarakat yang ikut peduli dan terlibat, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dapat kita antisipasi dan selesaikan bersama. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, tetapi keberhasilan pembangunan juga sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Cirebon Perkuat Sinergi dengan LPM
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk memperkuat sinergi dengan LPM dan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Effendi Edo mengatakan Pemerintah Kota Cirebon akan terus mendorong pola pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan.
“Tentunya penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat sinergi bersama masyarakat. Kita ingin pembangunan di Kota Cirebon tidak hanya berjalan, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mampu membawa Kota Cirebon semakin maju dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Pengurus DPP LPM RI Periode 2026–2031 yang baru dikukuhkan.
Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk memperkuat peran LPM sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus menjaga agar partisipasi masyarakat dalam pembangunan terus tumbuh.
“Selamat kepada seluruh jajaran Pengurus DPP LPM RI Periode 2026–2031 yang baru dikukuhkan. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan semakin mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat. LPM memiliki peran penting karena pembangunan yang baik adalah pembangunan yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
DPP LPM RI Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan kepada kepala daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam menguatkan peran LPM sebagai mitra strategis pemerintah.
Menurutnya, dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas kelembagaan, serta fasilitasi berbagai kegiatan LPM Desa/Kelurahan menjadi sejumlah pertimbangan dalam pemberian penghargaan tersebut.
“Sinergi antara Pemerintah Daerah dan LPM adalah kunci keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat. Kepala daerah yang menerima penghargaan telah menunjukkan komitmen nyata dalam hal itu,” ujar Ahmad Doli.
Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Partisipasi warga, kekuatan kelembagaan masyarakat, serta kemampuan pemerintah membangun kolaborasi menjadi faktor yang menentukan keberlanjutan pembangunan.
Bagi Kota Cirebon, LPM Award 2026 menjadi momentum untuk menjaga komitmen tersebut. Tantangannya kini bukan sekadar mempertahankan penghargaan, tetapi membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat benar-benar menghasilkan perubahan di tingkat paling dekat dengan warga.
Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon
- Penulis: Asep Suparman
- Editor: Wahidin






