Huntap Polri Presisi Aceh Tamiang Capai 96 Persen, 250 Rumah Ditarget Dihuni Awal 2027
- account_circle Helmy
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Kualasimpang, INC MEDIA — Huntap Polri Presisi bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dikebut. Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap tersebut di Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Selasa, 22 September 2026.
Kapolda Aceh datang didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Iskandar ZA, para pejabat utama Polda Aceh, serta Kapolres. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan hunian dan fasilitas pendukung berjalan sesuai target.
Huntap Polri Presisi Capai 96 Persen
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, pembangunan Huntap Polri Presisi tahap pertama kini mencapai 250 unit. Dari jumlah tersebut, progres pembangunan telah menyentuh 96 persen.
“Untuk tahap pertama, progres pembangunan huntap Polri Presisi telah mencapai 96 persen dan menyisakan sekitar 4 persen pekerjaan,” kata Joko usai meninjau huntap bersama Kapolda Aceh.
Selain tahap pertama, pembangunan tahap kedua juga masih berlangsung. Sebanyak 50 unit rumah masuk dalam tahap tersebut.
Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap ini menggunakan tiga model rumah. Rinciannya terdiri dari rumah precast sebanyak 50 unit, rumah RUSPIN sebanyak 100 unit, dan rumah kayu sebanyak 50 unit.
Tiga Model Rumah Dibangun
Joko menjelaskan, masing-masing model rumah menggunakan konsep pembangunan dan material yang berbeda.
Rumah precast memanfaatkan teknologi pracetak yang memungkinkan pembangunan berlangsung lebih cepat dan efisien. Sementara rumah RUSPIN menggunakan sistem panel instan yang dirancang kokoh, ekonomis, serta memiliki daya tahan yang baik.
Adapun rumah kayu menggunakan material kayu meranti berkualitas. Model tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang nantinya menempati hunian.
Perkembangan pembangunan sejumlah unit juga telah mencapai tahap penyelesaian. Rumah RUSPIN pada tahap pertama dan tahap kedua telah selesai seluruhnya. Begitu pula dengan 50 unit rumah kayu yang telah rampung dibangun.
“Untuk rumah RUSPIN, baik tahap pertama maupun tahap kedua, pembangunannya telah selesai 100 persen. Begitu juga dengan rumah kayu sebanyak 50 unit yang telah selesai seluruhnya. Untuk tahap pertama, seluruh rumah ditargetkan sudah dapat dihuni pada awal tahun depan,” ujarnya.
Jalan dan Drainase Huntap Turut Dipantau
Peninjauan Kapolda Aceh tidak hanya berfokus pada bangunan rumah. Progres pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan drainase juga menjadi perhatian.
Menurut Joko, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk memastikan kawasan Huntap Polri Presisi dapat berfungsi secara layak ketika mulai ditempati masyarakat.
Pembangunan jalan dan drainase diharapkan segera rampung sehingga kawasan hunian memiliki akses serta sistem lingkungan yang memadai. Penyelesaian fasilitas pendukung menjadi bagian penting sebelum masyarakat menempati rumah secara penuh.
Ditargetkan Selesai Akhir 2026
Pembangunan Huntap Polri Presisi menjadi bagian dari upaya Polri membantu masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir. Hunian tersebut diharapkan memberikan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi warga.
Joko menegaskan bahwa pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai paling lambat pada akhir 2026.
“Pembangunan rumah atau huntap Polri Presisi ditargetkan paling lambat selesai pada akhir tahun ini. Dengan demikian, sebanyak 250 rumah pada tahap pertama diharapkan dapat selesai seluruhnya dan sudah dapat ditempati pada awal tahun nanti,” pungkasnya.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 96 persen, pekerjaan tersisa pada tahap pertama kini berfokus pada penyelesaian akhir. Pemerintah dan Polri diharapkan memastikan seluruh fasilitas pendukung juga selesai sebelum warga menempati kawasan tersebut.
Kehadiran hunian tetap ini menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang. Selain menyediakan tempat tinggal, pembangunan kawasan huntap juga perlu memastikan masyarakat memperoleh lingkungan hunian yang aman dan layak dalam jangka panjang.
By. Helmy
- Penulis: Helmy







