Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM Disorot Mahasiswa di DPRD Jabar
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Bandung, Jawa Barat, incmedia.site – Aliansi mahasiswa Kota Bandung menggelar demonstrasi di depan gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kamis (11/6/2026), menyoroti pelemahan rupiah hingga kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi ini menuntut pemerintah segera menstabilkan ekonomi dan mengevaluasi kebijakan yang merugikan rakyat.
Para mahasiswa mengenakan almamater dan pakaian serba hitam, sambil membentangkan spanduk yang menyoroti isu krusial. Mereka menilai kabinet saat ini gagal mengelola roda pemerintahan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Tujuan aksi hari ini untuk memantik kesadaran sekaligus menyatukan keresahan yang sama di tengah masyarakat mengenai kegagalan pemerintah dalam mengelola negara. Hasil konsolidasi, tuntutan kami kerucutkan menjadi tiga sektor krusial,” kata Ketua BEM UPI, Khallid Syhaeful di sela-sela aksi.
Stabilitas Rupiah Jadi Sorotan
Sektor pertama yang mendapat perhatian adalah stabilitas ekonomi makro. Mahasiswa menyoroti depresiasi rupiah yang berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kita bisa lihat, melemahnya nilai rupiah. Itu berdampak kepada kehidupan yang ada di masyarakat,” ujar Khallid.
Tata Kelola MBG Dikritik
Selain ekonomi, mahasiswa mengecam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai karut-marut dan politis. Program ini, menurut mereka, harus dievaluasi total agar anggaran tidak menjadi bancakan politik.
“Mahasiswa mendesak pemerintah mengevaluasi total arah putaran anggaran agar tidak menjadi bancakan politik regulasi,” lanjut Khallid.
Kenaikan BBM Memicu Antrean Panjang
Isu terakhir yang diangkat adalah kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax. Kebijakan ini memicu antrean panjang kendaraan di SPBU karena daya beli masyarakat menurun.
“Jadi saya rasa kenaikan BBM ini harus dihentikan, harus diturunkan kembali. Jangan sampai masalah-masalah yang kemudian terjadi ini sangat merugikan masyarakat,” tegas Khallid.
Demonstrasi mahasiswa ini mencerminkan keresahan publik terhadap ekonomi yang tidak stabil, pengelolaan program sosial yang kontroversial, dan kebijakan energi yang membebani masyarakat kelas menengah ke bawah. DPRD Jawa Barat diminta segera menindaklanjuti tuntutan ini agar kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas.
- Penulis: Redaksi


