Lampung Barat Usia 35 Tahun, Parosil Paparkan Ekonomi Tumbuh dan Jalan Mantap 59,5 Persen
- account_circle Irfan Fajri
- calendar_month 44 menit yang lalu
- print Cetak

LAMPUNG BARAT, INC MEDIA — Lampung Barat usia 35 tahun menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memaparkan capaian pembangunan sekaligus mengakui keterbatasan fiskal daerah. Dalam pidato HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan sejumlah indikator ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.
Pidato tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Lampung Barat di ruang sidang Makhgasana, Rabu, 23 September 2026. Sidang dibuka Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial.
Lampung Barat Usia 35 Tahun, Ekonomi Tumbuh 5,45 Persen
Dalam pidatonya, Parosil mengangkat tema “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama”. Empat frasa adat tersebut dimaknai sebagai satu tujuan, satu arah, satu hati, dan maju bersama.
Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan visi pembangunan Lampung Barat Hebat serta cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.
Dari sisi ekonomi, Parosil menyampaikan sejumlah indikator makro yang menunjukkan perkembangan positif. Angka kemiskinan pada 2025 turun menjadi 9,93 persen dari 10,68 persen pada tahun sebelumnya.
Jumlah penduduk miskin juga disebut berkurang sekitar 2.200 jiwa, menjadi 31.230 jiwa.
Pertumbuhan ekonomi Lampung Barat mencapai 5,45 persen atau meningkat 1,09 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp10,733 triliun, meningkat dari Rp9,9 triliun. Sementara pendapatan per kapita tercatat Rp33,77 juta.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi 44,09 persen.
Namun, sejumlah sektor lain juga mencatat pertumbuhan. Industri pengolahan tumbuh 11,84 persen, konstruksi 11,57 persen, sedangkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 10,12 persen.
IPM Lampung Barat Masuk Kategori Tinggi
Pada sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Barat mencapai 73,14 poin. Angka tersebut naik 0,73 poin dan masuk kategori tinggi.
Parosil menyebut posisi IPM Lampung Barat berada di peringkat keenam di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 2,11 persen atau sekitar 4.000 jiwa. Angka tersebut diklaim sebagai yang terendah di Provinsi Lampung.
Capaian lain yang dipaparkan meliputi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 16 kali berturut-turut, penghargaan sebagai kabupaten terinovatif 2025 dalam ajang Innovative Government Award (IGA), LPM Award dalam pemberdayaan desa, serta predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik.
Desa dan Ekonomi Kerakyatan Ikut Didorong
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga melaporkan perkembangan status sejumlah pekon atau desa.
Lima pekon disebut naik kelas menjadi Desa Mandiri Baru, yakni Sedampah Indah, Way Empulau Ulu, Padang Tambak, Suka Jaya, dan Bandar Agung.
Selain itu, sembilan pekon lainnya masuk dalam klasifikasi Swasembada.
Perhatian juga diberikan kepada tenaga PPPK paruh waktu. Parosil menyampaikan adanya kenaikan penghasilan berdasarkan jenjang pendidikan.
Lulusan SMA yang sebelumnya menerima Rp500.000 menjadi Rp750.000. Lulusan D3 dari Rp600.000 menjadi Rp900.000, sedangkan lulusan S1 dari Rp700.000 menjadi Rp1.000.000 per bulan.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Bagian Pembangunan
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memberikan beasiswa S1 PGSD kepada 30 orang, beasiswa kewirausahaan kepada 30 orang, serta beasiswa POLTRADA Bali untuk lima orang.
Pemkab juga memberikan seragam dan tas gratis kepada 5.957 siswa SD serta 4.828 siswa SMP.
Pada sektor kesehatan, pemerintah memberikan beasiswa kepada 11 dokter umum dan tiga dokter gigi. Sebagian penerima beasiswa disebut telah kembali mengabdi di daerah, antara lain di Puskesmas Sekincau dan Batu Brak.
Program ekonomi kerakyatan juga diperkuat melalui 135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari jumlah tersebut, 87 gerai telah terbangun.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut telah membentuk 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah bersertifikat laik higiene. Program tersebut menjangkau 84.625 penerima dan menyerap 1.161 tenaga kerja.
Sektor kopi menjadi perhatian lain. Pemerintah melakukan peremajaan tanaman kopi seluas 903 hektare serta mengembangkan Sekolah Kopi.
Infrastruktur Masih Menjadi Pekerjaan Besar
Pada bidang infrastruktur, capaian yang disampaikan pemerintah menunjukkan masih terdapat ruang pembangunan yang cukup besar.
Kemantapan jalan tercatat 59,5 persen. Kondisi irigasi yang dinilai baik mencapai 58,47 persen. Sementara sanitasi sehat berada di angka 97,91 persen dan akses air minum layak mencapai 89,43 persen.
Angka kemantapan jalan 59,5 persen menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi infrastruktur Lampung Barat. Artinya, masih terdapat bagian jaringan jalan yang membutuhkan peningkatan dan penanganan secara bertahap.
Parosil juga memaparkan sejumlah program infrastruktur berbasis masyarakat.
Pada 2025, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di tiga pekon dengan nilai Rp1,6 miliar disebut telah menjangkau 1.474 jiwa.
Untuk 2026, pagu Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), PAMSIMAS, dan SANIMAS mencapai Rp7,8 miliar yang dialokasikan di 17 lokasi.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga berjalan. Pada 2025, sebanyak 312 unit rumah mendapat bantuan dengan nilai Rp6,24 miliar. Sementara pada 2026, sebanyak 444 rumah dengan nilai Rp8,88 miliar masih dalam proses.
Penataan kawasan kumuh di Fajar Bulan juga berjalan dengan nilai anggaran sekitar Rp8,058 miliar.
Parosil Akui APBD Lampung Barat Terbatas
Di balik berbagai capaian tersebut, Parosil secara terbuka mengakui bahwa kemampuan APBD Lampung Barat memiliki keterbatasan.
Karena itu, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari APBD.
Pemerintah daerah perlu mengawal usulan melalui berbagai skema pembiayaan pemerintah pusat, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) bidang irigasi, Dana Alokasi Khusus (DAK), serta program kementerian.
Dalam konteks tersebut, perencanaan yang matang dan kelengkapan dokumen menjadi bagian penting agar usulan pembangunan daerah dapat memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Pidato HUT ke-35 Lampung Barat pada akhirnya tidak hanya menjadi forum untuk menyampaikan daftar capaian. Data kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, IPM, pengangguran, hingga kondisi infrastruktur juga menunjukkan ruang pekerjaan yang masih harus diselesaikan.
Dengan kemantapan jalan yang baru mencapai 59,5 persen dan keterbatasan fiskal yang diakui pemerintah daerah, pembangunan Lampung Barat masih membutuhkan kesinambungan kebijakan, penguatan koordinasi, serta dukungan pembiayaan lintas pemerintahan.
Pemerintah daerah menyatakan pembangunan tersebut harus dikawal melalui perencanaan yang matang dan dokumen yang lengkap agar kebutuhan masyarakat dapat masuk dalam prioritas pembangunan berikutnya.
(Irfan)
- Penulis: Irfan Fajri







