Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini, Sat Lantas Polres Kuningan Ajak Anak Belajar Sambil Bermain
- account_circle Haris Efendi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

KUNINGAN, INC MEDIA — Edukasi lalu lintas sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun karakter disiplin dan menanamkan kesadaran keselamatan di jalan raya. Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan menerapkan pendekatan edukatif dan menyenangkan saat menerima kunjungan siswa-siswi TKIT Izdihaar Nurulillah dan PAUD Qur’an Assuffah di Mapolres Kuningan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan. Melalui program tersebut, kepolisian mengenalkan aturan dasar berlalu lintas kepada anak-anak sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan generasi muda sejak usia dini.
Edukasi Lalu Lintas Sejak Dini dengan Metode Interaktif
Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, S.Tr.K., S.I.K., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Kuningan.
Petugas mengemas materi dengan konsep edutainment, yaitu pembelajaran yang memadukan edukasi dan hiburan. Metode ini membuat anak-anak lebih mudah memahami materi tanpa merasa bosan atau tertekan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan dengan simbol dan rambu lalu lintas, arti warna lampu lalu lintas atau traffic light, serta tata cara menyeberang jalan yang aman melalui zebra cross.
Petugas juga mengajak anak-anak menyanyikan lagu bertema lalu lintas. Melalui permainan dan interaksi langsung, mereka belajar mengenali aturan dasar yang perlu diterapkan ketika berada di jalan raya.
Pendekatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan keselamatan berlalu lintas dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan usia anak. Harapannya, pengetahuan tersebut tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan Helm SNI Jadi Perhatian
Selain mengenalkan rambu dan marka jalan, Sat Lantas Polres Kuningan menekankan pentingnya penggunaan helm berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI), termasuk bagi anak-anak yang dibonceng orang tua menggunakan sepeda motor.
Pesan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan berkendara di lingkungan keluarga. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab menyediakan perlengkapan keselamatan, tetapi juga perlu memastikan anak menggunakannya dengan benar setiap kali bepergian menggunakan sepeda motor.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus dimulai dari kebiasaan sederhana. Menggunakan helm, menyeberang di tempat yang aman, serta mengenali lampu lalu lintas merupakan langkah dasar untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Karena itu, edukasi kepada anak perlu berjalan beriringan dengan keteladanan orang dewasa. Anak-anak akan lebih mudah memahami pentingnya keselamatan ketika melihat orang tua dan guru menerapkan aturan secara konsisten.
Polisi Bangun Kedekatan dengan Anak
Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Aktuin Moniharapon, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi keselamatan, tetapi juga bertujuan membangun citra kepolisian yang ramah dan dekat dengan anak-anak.
“Kami ingin menghilangkan rasa takut anak-anak terhadap sosok Polisi. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, kami berharap Polri dapat dipandang sebagai sahabat, pengayom, dan pelindung anak sejak mereka berada di usia dini,” ujar Kasat Lantas Polres Kuningan.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian. Dengan mengenalkan polisi melalui kegiatan yang ramah dan mendidik, anak-anak diharapkan tumbuh dengan pemahaman bahwa polisi memiliki peran dalam menjaga keamanan, melindungi masyarakat, serta membantu menciptakan ketertiban.
Peran Orang Tua dan Guru dalam Edukasi Lalu Lintas
Sat Lantas Polres Kuningan juga menyampaikan imbauan kepada guru pendamping serta orang tua atau wali murid yang mengikuti kegiatan tersebut.
Para orang tua diajak menjadi teladan dalam mematuhi peraturan lalu lintas. Sementara itu, guru diharapkan dapat memperkuat pembelajaran keselamatan melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah.
Kolaborasi antara kepolisian, keluarga, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menanamkan kedisiplinan sejak dini. Anak-anak membutuhkan pengenalan aturan secara berulang agar mampu memahami dan menerapkannya sesuai perkembangan usia.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Kuningan berharap kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak masa kanak-kanak. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dan lembaga pendidikan anak usia dini untuk membentuk generasi yang disiplin, peduli terhadap keselamatan, dan taat hukum.
Pewarta: Wahidin
- Penulis: Haris Efendi






