Kunci Bersama Investment Forum Dikukuhkan, Wakil Wali Kota Cirebon Dorong Investasi Lintas Daerah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 38 menit yang lalu
- print Cetak

KUNINGAN, INC MEDIA – Pengukuhan Kunci Bersama Investment Forum menjadi momentum untuk memperkuat investasi lintas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah. Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri pengukuhan pengurus forum tersebut di Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (21/10/2026).
Forum ini diharapkan mampu mempertemukan potensi unggulan daerah dengan kebutuhan dunia usaha. Melalui kerja sama yang terarah, pemerintah daerah ingin memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang investasi yang berdampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Lintas Batas Membangun Ekosistem Investasi, Kolaborasi, dan Kemajuan Kawasan Perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah”, kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam menghadapi tantangan ekonomi dan memperluas peluang bisnis.
Kunci Bersama Investment Forum Perkuat Posisi Kota Cirebon
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menilai kerja sama lintas daerah menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan. Menurutnya, setiap daerah memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi apabila dikembangkan melalui kemitraan yang konkret.
Kota Cirebon memiliki potensi pada sektor perdagangan dan jasa, sekaligus posisi strategis untuk menghubungkan pergerakan barang, pelaku usaha, dan peluang investasi dari wilayah sekitarnya.
“Bagi Kota Cirebon, Kunci Bersama Investment Forum menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran kami dalam membangun konektivitas ekonomi kawasan. Kota Cirebon tidak hanya memiliki potensi perdagangan dan jasa, tetapi juga dapat menjadi penghubung bagi pergerakan produk, pelaku usaha, dan peluang investasi dari berbagai daerah. Potensi ini perlu kita kembangkan melalui kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan,” ujar Wakil Wali Kota.
Ia menegaskan, investasi merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong aktivitas ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon ingin memastikan kolaborasi regional tidak berhenti pada pertemuan dan koordinasi antarpemerintah. Kerja sama tersebut perlu berlanjut menjadi program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat daya saing usaha lokal.
“Kita ingin kerja sama ini menghasilkan sesuatu yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika potensi daerah dapat dipertemukan dengan akses pasar dan investasi yang tepat, peluang usaha akan semakin terbuka, produk lokal memiliki kesempatan berkembang, dan lapangan kerja dapat tercipta. Kota Cirebon siap memperkuat kolaborasi tersebut agar kemajuan kawasan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Menurut Siti Farida, keterhubungan antara sektor perdagangan, jasa, distribusi, dan produksi daerah perlu terus diperkuat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi juga memberikan manfaat bagi kabupaten dan kota lain yang tergabung dalam Kunci Bersama.
Kunci Bersama Dorong Kemitraan, Bukan Persaingan Antardaerah
Bupati Kuningan sekaligus Ketua Sekretariat Kerja Sama (Setker) Kunci Bersama, Dian Rachmat, menekankan perlunya perubahan pola hubungan antardaerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk membangun kemitraan regional yang saling menguatkan, bukan sekadar melihat daerah lain sebagai pesaing.
Menurut Dian, sepuluh kabupaten dan kota yang tergabung dalam aliansi Kunci Bersama memiliki potensi ekonomi yang beragam. Potensi tersebut mencakup pertanian, peternakan, industri pengolahan, perdagangan, hingga hasil laut.
Keberagaman itu dapat menjadi modal untuk membangun rantai pasok yang terintegrasi. Setiap daerah dapat berkontribusi sesuai keunggulannya, sementara kolaborasi lintas wilayah membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai tambah produk.
“Jangan sampai kita hanya melihat daerah lain sebagai pesaing. Melalui Kunci Bersama, kita ingin membangun kemitraan antardaerah, saling mengisi kekurangan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Jika dikelola bersama, potensi tersebut bisa menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar bagi kawasan,” ungkap Dian.
Ia juga menyoroti pentingnya mengembangkan pola kerja sama dari government-to-government (G2G) menuju business-to-business (B2B). Perubahan tersebut diharapkan dapat mendorong peluang investasi agar lebih cepat ditindaklanjuti oleh pelaku usaha.
Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah berperan membuka ruang kolaborasi, sedangkan pelaku bisnis dapat mengembangkan kemitraan berdasarkan kebutuhan pasar dan potensi ekonomi masing-masing wilayah.
Kunci Bersama Investment Forum Bidik Investasi Konkret
Ketua Kunci Bersama Investment Forum, Agung Suryamal, menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus merupakan langkah awal untuk menerjemahkan potensi kawasan menjadi kerja sama bisnis yang nyata.
Forum ini diharapkan mampu mempertemukan pengusaha lokal, pemerintah daerah, dan investor untuk mengembangkan berbagai sektor ekonomi. Namun, upaya tersebut membutuhkan pemetaan potensi unggulan yang jelas agar peluang investasi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar.
Agung menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada besarnya modal yang masuk. Kesiapan sumber daya manusia, kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan ketersediaan informasi mengenai potensi daerah juga menjadi faktor penting bagi investor dalam mengambil keputusan.
Selain itu, investasi perlu mempertimbangkan penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing produk lokal, dan keberlanjutan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, penguatan sektor pangan dan perdagangan turut menjadi perhatian. Penjajakan kemitraan antara petani, pedagang, dan pengelola pasar diharapkan mampu memperluas pemasaran produk lokal, memperkuat rantai pasok, serta membuka akses ke jaringan distribusi yang lebih besar.
“Kami berharap forum ini bisa menjadi wadah untuk menyatukan potensi daerah dengan peluang bisnis yang ada. Investasi harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami ingin kerja sama ini terus bergerak dan menghasilkan langkah konkret bagi kemajuan daerah-daerah yang tergabung dalam Kunci Bersama,” ujar Agung.
Kolaborasi Regional Harus Berdampak bagi Masyarakat
Pengukuhan Kunci Bersama Investment Forum diharapkan menjadi titik awal penguatan kerja sama ekonomi lintas daerah di kawasan perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah.
Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kesepakatan dan potensi yang telah dipetakan menjadi proyek investasi yang jelas, kemitraan usaha yang berkelanjutan, serta perluasan akses pasar bagi produk unggulan daerah.
Bagi Kota Cirebon dan daerah lain yang tergabung dalam Kunci Bersama, keberhasilan forum ini pada akhirnya perlu diukur melalui manfaat nyata, mulai dari berkembangnya usaha lokal, terbukanya lapangan kerja, hingga meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi yang disertai perencanaan matang, kepastian regulasi, dan tindak lanjut yang terukur diharapkan mampu menjadikan potensi kawasan sebagai kekuatan ekonomi bersama.
Pewarta: Wahidin
- Penulis: Redaksi






