Polisi Bantu Peserta Aksi yang Terjatuh di Kantor Gubernur Aceh, Personel Biddokkes Berikan Oxycan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

BANDA ACEH, INC MEDIA — Personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Aceh memberikan pertolongan awal kepada seorang peserta aksi unjuk rasa yang terjatuh akibat berdesakan di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10/2026).
Dalam situasi tersebut, personel kepolisian memberikan bantuan berupa Oxycan, produk oksigen portabel, kepada peserta aksi yang membutuhkan pertolongan pernapasan. Tindakan itu menjadi bagian dari upaya petugas membantu masyarakat di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi di muka umum.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto mengatakan, personel Biddokkes yang turut bertugas dalam pengamanan aksi juga memperhatikan kondisi kesehatan para peserta.
“Personel kepolisian memberikan Oxycan, alat bantu oksigen portabel, sebagai pertolongan awal untuk membantu pernapasan peserta aksi yang sempat terjatuh. Tindakan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, termasuk mereka yang sedang menyampaikan aspirasi di muka umum,” kata Joko di lokasi.
Polisi Tak Hanya Mengamankan, tetapi Juga Membantu Masyarakat
Menurut Joko, pengamanan kegiatan penyampaian pendapat tidak hanya berkaitan dengan menjaga ketertiban. Petugas juga perlu memperhatikan keselamatan masyarakat, terutama ketika muncul situasi yang membutuhkan pertolongan segera.
Kehadiran personel kesehatan kepolisian di lokasi diharapkan dapat membantu menangani kondisi darurat awal sebelum peserta memperoleh penanganan medis lebih lanjut apabila diperlukan.
Joko menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari tugas kepolisian, termasuk ketika masyarakat menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa.
“Ini mencerminkan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani seluruh lapisan masyarakat,” tegas Abituren Akabri 1994 itu.
Polda Aceh Tegaskan Pengamanan Humanis
Joko menyampaikan bahwa Polda Aceh berkomitmen mengawal kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dengan mengedepankan keamanan, ketertiban, dan pendekatan humanis.
Menurutnya, masyarakat harus dapat menyampaikan aspirasi secara aman. Pada saat yang sama, petugas juga perlu memastikan situasi tetap terkendali dan memberikan pertolongan ketika ada peserta yang membutuhkan bantuan.
Penanganan terhadap peserta aksi yang terjatuh tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan perlu mendapat perhatian dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Di tengah dinamika penyampaian aspirasi, koordinasi petugas pengamanan dan tenaga kesehatan menjadi penting untuk mengantisipasi kondisi darurat, termasuk peserta yang mengalami gangguan kesehatan atau cedera.
Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun posisi mereka dalam kegiatan penyampaian pendapat.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






