Sinergi TNI-Polri Berantas Narkoba dan Tambang Ilegal, Pakar Hukum Tekankan Penegakan Hukum Konsisten
- account_circle Redaksi
- calendar_month 23 jam yang lalu
- print Cetak

JAKARTA, INC MEDIA – Sinergi TNI-Polri dalam memberantas narkoba, pertambangan ilegal, dan kejahatan transnasional mendapat apresiasi dari pemerhati hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, Dr. Edi Saputra Hasibuan. Ia menilai koordinasi kedua institusi menjadi langkah strategis untuk menjaga keamanan nasional sekaligus memperkuat penegakan hukum.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Pertemuan itu membahas upaya pemberantasan narkoba, pertambangan ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan transnasional lainnya.
Menurut Edi, ancaman kejahatan yang berdampak luas tidak dapat ditangani secara optimal tanpa koordinasi yang kuat. Karena itu, kerja sama TNI-Polri perlu diwujudkan melalui langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan.
Sinergi TNI-Polri Berantas Narkoba dan Tambang Ilegal
Edi menegaskan, pemberantasan narkoba dan pertambangan ilegal membutuhkan komitmen bersama serta penegakan hukum yang konsisten. Kedua persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Kita mengapresiasi pertemuan ini. Sinergi TNI-Polri sangat penting untuk memberantas narkoba, tambang ilegal, dan kejahatan transnasional lainnya yang bisa mengganggu kamtibmas. Untuk menangani berbagai kejahatan, tentu dibutuhkan koordinasi yang kuat dan langkah penegakan hukum yang konsisten,” ujar Edi, yang merupakan dosen program pascasarjana sekaligus anggota Kompolnas periode 2012–2016.
Ia menilai, koordinasi antarlembaga harus mampu mendorong penanganan kejahatan yang lebih efektif. Langkah tersebut mencakup pertukaran informasi sesuai ketentuan, dukungan operasional berdasarkan kewenangan, serta penindakan terhadap pelaku yang terbukti melanggar hukum.
Namun, sinergi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pertemuan dan pernyataan komitmen. Masyarakat membutuhkan bukti nyata berupa tindakan yang konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penegakan Hukum Harus Sesuai Kewenangan
Edi berharap hubungan kerja TNI dan Polri terus diperkuat melalui koordinasi berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya penindakan yang tegas terhadap kejahatan, dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan kewenangan masing-masing institusi.
Menurutnya, pembagian peran yang jelas akan membantu mencegah tumpang tindih kewenangan sekaligus memastikan setiap tindakan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur.
“Kita berharap sinergi TNI-Polri tidak hanya terjalin melalui koordinasi, tetapi juga diwujudkan dalam langkah-langkah nyata di lapangan. Penindakan yang tegas sesuai ketentuan hukum serta koordinasi berkelanjutan dinilai penting untuk menekan berbagai kejahatan yang merugikan masyarakat dan negara.”
“Negara ini akan semakin kuat apabila Polri dan TNI secara bersama-sama kompak memberantas kejahatan narkoba, tambang ilegal, dan kejahatan transnasional lainnya sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tegas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) tersebut.
Sinergi TNI-Polri Diharapkan Berdampak Nyata
Lebih lanjut, Edi berharap kerja sama kedua institusi mampu memperkuat stabilitas keamanan nasional dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat.
Pemberantasan narkoba, misalnya, membutuhkan penanganan yang tidak hanya menyasar peredaran gelap, tetapi juga jaringan pemasok dan distribusi yang terlibat. Sementara itu, penanganan pertambangan ilegal memerlukan pengawasan, penindakan berdasarkan bukti, serta koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangannya.
Adapun kejahatan transnasional membutuhkan kerja sama yang terukur karena jaringan dan aktivitasnya dapat melintasi batas wilayah maupun negara.
Karena itu, sinergi TNI-Polri perlu dibuktikan melalui konsistensi tindakan, kepatuhan terhadap hukum, dan hasil yang dapat dievaluasi. Kolaborasi yang profesional diharapkan tidak hanya memperkuat keamanan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Edi menegaskan bahwa kekompakan TNI dan Polri merupakan modal penting dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan. Dengan koordinasi yang solid dan penegakan hukum yang berkeadilan, upaya menjaga keamanan nasional diharapkan semakin efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Helmy
- Penulis: Redaksi






